Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 107


__ADS_3

Masih dengan keadaan di rumah sakit Dea baru menyadari jika sejak tadi ia tak mendengar rengekan dari menantu nya, saat melihat hal yang dilakukan oleh Vee sontak saja tawa Dea pecah.


Melihat istrinya tertawa lepas membuat Justin heran kenapa istrinya tertawa, Justin mendekati Dea dan bertanya.


"Sayang kamu kenapa, kamu sehat kan?" Tanya Justin, Dea mendengus tentu saja ia sehat memang nya sejak kapan Dea sakit.


"Kamu ini sembarangan sekali dad, tentu saja istri kamu yang cantik ini sehat." Ceplos Dea, membuat Mae berdehem.


"Kheeemmm, Mon maap pak Bu ini rumah sakit ye kan. Kalau mau saling memuji nanti saja jika sudah berada di rumah." Ucap Mae, Dea dan Justin saling pandang.


"CK, bilang aja Julian gak romantis kaya bang Justin." Ledek Dea, Julian yang mendengar namanya di seret pun menatap Mae.


"Tenang sayang, aku muji kamu nya nanti saja dirumah. Jangan lupakan pesona Julian yang tiada Tara ini." Ujar lelaki itu, Alea dan Adelle tertawa menanggapi hal lucu seperti itu.


"Sudah-sudah, sayang kamu kenapa tertawa?" Tanya Justin, Dea pun menunjuk Vee yang duduk santai di samping Adelle dengan memakan buah.


Melihat hal itu sontak saja Justin ikut tertawa, Vee terlihat seperti anak kecil yang mendapat mainan baru. Bahkan Adelle sendiri baru menyadari kelakuan Vee.


Vee mengalihkan perhatian nya kepada orang-orang yang berada di ruang rawat, semuanya menatap kepada Vee membuat Vee bingung dan salah tingkah.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu?" Tanya nya polos, ia menatap Aiden meminta jawaban atas pertanyaan nya.


Aiden tersenyum lalu merangkul pundak Vee, Aiden membisikkan sesuatu dan hal itu membuat wajah Vee merona karena malu.


"E_eh maaf, Adelle maaf aku memakan buah milikmu nanti Aiden akan mengganti semua buah nya." Ucap Vee polos, membuat semua orang tertawa lepas.


"Sayang biarkan saja kenapa harus mengganti nya, itu hanya buah makan lah jangan malu-malu." Ucap Mei, wanita itu juga menyayangi Vee sama seperti ia menyayangi Anes dan Aleta juga Adelle.


"Eh, tapi aku tidak enak. Biar nanti Aiden yang menggantikan buah nya." Ucap Vee, Dea tertawa kecil membuat wajah Vee semakin merona.

__ADS_1


"Kak kau tidak perlu mengganti nya, karena aku dan Alexi sudah membelikan buah yang baru untuk Adelle." Ucap Alea kepada Vee, Vee tersenyum senang melihat Alea yang mau berbicara dengan nya.


"Benarkah?" Tanya Vee, Alea mengangguk ia meletakan buah itu di meja samping tempat tidur Adelle.


"Tentu saja." Ucap Alea, Vee memeluk Alea karena ia merasa senang.


Setelah dirasa waktu semakin larut merekapun memutuskan untuk pulang, Alexi menarik tangan Alea dan ijin lebih dulu kepada para keluarga nya.


Vee menatap kepergian Alea dan Alexi, hal itu membuat Aiden bingung ada apa dengan Vee yang terus tersenyum memperhatikan adik dan calon adik ipar nya.


"Sayang kamu kenapa?" Tanya Aiden.


"Sayang lihat lah mereka sangat cocok." Ucap Vee, Aiden tersenyum merangkul pinggang Vee.


"Ya mereka cocok seperti kita." Goda Aiden, Vee mencebikan bibirnya membuat Aiden gemas.


Sementara itu di tengah lain terlihat dua orang yang sedang melepas rindu, ya dia adalah Azka dan kekasih nya. Kini Azka sedang berada di sebuah restoran mewah, Azka sengaja mengajak kekasih nya ke restoran itu.


"Sayang sabarlah, ini tidak bisa mendadak. Lagipula kamu baru saja kembali, jadi nikmati saja dulu waktu kamu." Ucap Azka, kekasih Azka pun menundukkan kepalanya. Bukan apa-apa ia hanya takut jika Azka jatuh ke tangan wanita lain.


"Tapi kapan, kau selalu mengatakan hal yang sama sampai pada akhirnya aku akan kembali pergi untuk pekerjaan ku." Ucap nya, Azka tersenyum manis.


"Kenapa harus buru-buru honey, kau tenanglah aku akan segera membicarakan hal ini dengan papi, mami dan Arka." Ujar nya, ah sudahlah ia tak bisa berkata apa-apa lagi selain menuruti keinginan Azka.


Jika dirinya terus mendesak Azka ia juga merasa takut lama-lama Azka akan bosan dan jengah, lalu memilih untuk mengakhiri hubungan nya.


"Ya baiklah aku akan menunggu saat itu tiba, tapi ingat aku tidak ingin kamu dekat dengan wanita manapun selain saudaramu." Ucap nya, Azka tertawa kecil mengelus kepala kekasih nya itu.


"Tentu saja tidak, kenapa kamu begitu takut jika aku melirik wanita lain." Kekeh Azka.

__ADS_1


"Tentu saja aku takut, kau itu tampan pasti banyak yang menginginkan kamu." Lirih nya, Azka tersenyum ya ia mengerti jika kekasih nya ketakutan.


Apalagi jika Azka sudah bersama dengan Axel, mungkin ia bisa lupa jika dirinya memiliki kekasih. Bagi Azka saudara yang masih waras adalah Alexi, lelaki itu begitu menjaga hatinya untuk Alea.


Terkadang Azka berfikir apakah ia harus belajar dari Alexi, ah sepertinya tidak. bisa-bisanya di ejek habis-habisan ia oleh saudaranya itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


A: Dikit dulu ya, othor belum dapet pencerahan 😌


N: Kutunggu pencerahan selanjutnya Thor 😂


A: Oke tunggu hari esok ya uun ya 😂

__ADS_1


N: Ya ya, baiklah 😂😂😂


__ADS_2