
Setibanya di rumah sakit Vee terlihat semakin pucat dan lemas, Aiden yang melihat itu semakin merasa bersalah.
"Tuan muda." Sapa seorang dokter.
"Periksa istriku sekarang." Ucap Aiden, dokter itu terlihat terkejut dengan apa yang di dengar nya.
"Apalagi yang kau tunggu periksa menantuku sekarang." Ucap Dea, dengan rasa kaget karena Dea berbicara dengan nada tinggi dokter itupun memeriksa keadaan Vee.
"Nona anda terlihat baik-baik saja." Ucap dokter itu, membuat Aiden menatap nya seperti sedang menatap mangsa yang akan di telan hidup-hidup.
"Kau bilang istriku baik-baik saja, tapi kenapa dia kesakitan seperti itu." Ucap Aiden.
"Nona kapan terakhir kali Anda datang bulan?" Tanya dokter itu, membuat Aiden emosi.
"Istriku sedang sakit kenapa kau menanyakan perihal datang bulan." Ucap Aiden emosi, Dea ingin tertawa melihat sikap posesif Aiden yang melebihi posesif nya Justin.
"Tuan tenanglah dulu, saya sedang memastikan semuanya." Ucap dokter itu yang terlihat sudah mulai jengah.
"Lakukanlah, lakukan apapun yang menurut mu baik." Ucap Aiden, membuat dokter itu mengangguk dan menatap Vee.
"Jadi nona kapan terakhir kali Anda datang bulan?" Tanya nya lagi, Vee terdiam ia mengingat kembali jika selama satu bulan lebih ini Aiden tidak pernah pernah puasa dalam berolahraga.
"Sa_saya tidak mengingat nya dok." Ucap Vee, dokter itu tersenyum.
"Baiklah nona selamat anda sedang mengandung, jika saya tidak salah usia kandungan anda sudah memasuki Minggu ke empat." Ujar nya, membuat Dea, Vee dan Aiden terkejut.
"Dokter gak becanda kan dok?" Tanya Vee, dengan air mata yang mengalir.
__ADS_1
"Tentu saja tidak, selamat tuan anda akan menjadi seorang ayah. Dan ya banyak-banyak lah beristirahat, karena kehamilan anda masih rentan untuk mengalami keguguran." Ucap dokter itu menjelaskan, Vee menangis haru saat Dea memeluk nya.
"Kamu hamil sayang, selamat ya Vee mom senang mendengar nya." Ucap Dea.
"Hiks...hiksss... Vee akan jadi mommy mom Vee punya bayi." Lirih nya, pernikahan yang selama ini ia pertahankan dengan baik membawakan hasil yang baik.
Cup...cup... "Jaga kesehatan jangan terlalu kelelahan." Ucap Dea, Aiden mematung di tempatnya ia menatap Vee yang sedang menangis haru.
"Sayang kita akan memiliki Aiden junior." Ucap Aiden memeluk Vee, Vee mengangguk dalam pelukan Aiden ia benar-benar bahagia karena memiliki anak dari laki-laki yang dicintainya.
"Hmmmmm, kita akan punya baby." Lirih Vee, Aiden mengecup puncak kepala Vee. Drama pagi ini diakhiri dengan kebahagiaan dan Aiden senang akan hal itu.
Setelah selesai dengan urusan di rumah sakit Dea dan Aiden membawa Vee kembali pulang, ia akan benar-benar menjaga menantu yang sedang mengandung cucu pertama nya.
Saat sampai di rumah terlihat Anes yang menatap khawatir kepada Vee, ia berjalan mendekati Vee.
"Vee kata Daddy kamu sakit, kamu gak apa-apa kan kok sudah pulang?" Tanya Anes, Vee tersenyum tipis.
"Kamu beneran gak apa-apa Vee, masih pucat loh." Ucap Alexi.
"Buat kalian yang suka ngomong minta ponakan yang lucu, selamat karena Vee sedang mengandung ponakan lucu kalian." Ucap Dea, membuat Alexi dan Anes menatap tak percaya.
"Sungguh? Ini gak boong kan ini bukan prank?" Tanya Anes.
"Enggak lah, yakali prank." Ucap Alexi.
"Aaaaaaaaa, akhirnya aku akan punya baby lucu." Ucap Anes antusias, Alexi memeluk Aiden yang berdiri di samping Vee.
__ADS_1
"Selamat ya kak akhirnya menetap juga itu cebong." Goda Alexi.
"Menetap lah tau si cebong, kalau Aiden manja-manja Mulu sama Vee." Ucap Anes, mereka tertawa bahagia karena kehamilan Vee.
Tak lupa juga Dea memberi tahu suaminya yang sudah pergi ke kantor, sementara Anes wanita itu terlihat tak ingin jauh dari Vee. Begitupun dengan Aiden, jika bukan Vee yang meminta Aiden ke kantor mungkin lelaki itu akan terus mengikutinya kemanapun Vee pergi.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N**: Anak Aiden sudah sultan sejak masih cebong ya guys 😂*
A: Sejak jadi zigot gak tuh 🤣
N: Bener banget, bibit unggul dah yakin 🤣
__ADS_1
A: Emak bapak nya aja meresahkan Uun 😂
N: Bener sekali 😂