Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 85


__ADS_3

Malam hari Aiden dan Vee turun dari kamarnya karena ini sudah menunjukkan jam makan malam, di ruang makan untuk pertama kalinya Aiden melihat Alexi yang sudah duduk dengan santai nya.


Lelaki itu mengernyit menatap adik bontotnya, Anes yang baru turun juga ikut bingung melihat keberadaan Alexi.


"Kita party si harusnya." Ceplos Anes, dad Justin dan mom Dea mengernyit mendengar ucapan putri nya.


"Party untuk apa?" Tanya dad Justin.


"Dad gak lihat anak bungsu dad yang selalu sibuk, tapi hari ini sudah duduk santai di kursinya." Ucap Anes.


"Benar sekali, jarang kan Alexi makan malam di rumah." Ucap Aiden ikut mengimpori.


"Pulang cepat salah, gak pulang cepat di katain g*la kerja. Kayaknya Alexi mah nafas juga salah." Ujar lelaki tampan itu, Aiden, Anes, mom, Daddy dan Vee pun tertawa kecil.


"Mangkanya cari pendamping, lihat kakak kamu setelah menikah jadi sering ada waktu untuk dirumah." Ucap Dea, Alexi mendengus menatap kakak perempuan nya.


"Anes saja dulu kenapa kalian heboh mengurusi aku, ingat aku itu anak paling muda dikeluarga ini." Ucap Alexi, benar juga Alexi itu paling muda di antara para saudara nya.


"Elah beda 10 menit doang sama Anes bangga amat." Goda Aiden, Anes tertawa ia juga heran kenapa Alexi selalu merasa dirinya paling muda.


"Sepuluh menit juga waktu, tetap saja Anes dan aku lebih tua Anes." Ujar nya, kesal-kesal Alexi memasukan satu sendok penuh kedalam mulutnya.


"Yasudah kalau begitu panggil aku kakak, kau bilang aku lebih tua dari kamu." Ucap Anes, Alexi tertawa ia lupa kalau selama ini ia selalu memanggil Anes dengan sebutan nama.


"Anes kita kan kembar, jadi aku tidak perlu memanggilmu kakak usia kita juga sama hanya beda 10 menit." Ucap Alexi, semua orang tertawa kecil melihat tingkah Anes dan Alexi.


"Cih, aku menyesal memiliki kembaran kenapa kau tidak lahir satu atau dua tahun setelah aku." Ucap Anes, Alexi mendengus kesal.


"Jika kita tidak kembar belum tentu aku lahir, dan belum tentu juga mom mau memiliki anak lagi setelah dua kali melahirkan." Ucap Alexi, benar karena emang Dea merasa dua anak saja sudah cukup.


Tapi Tuhan berkehendak lain Dea diberikan bonus baby boy yang begitu tampan dan menggemaskan seperti Alexi, bahkan lelaki itu lebih dekat dengan dirinya. Meskipun sibuk Alexi selalu mengirimkan pesan kepada sang mommy, agar mommy tidak banyak bekerja dan tidak kelelahan.

__ADS_1


Di tempat lain tepatnya di kediaman Mae dan Julian dua orang anak satu laki-laki dan satu perempuan, terlihat sedang makan malam bersama kedua orang tua nya.


Mae menatap Aleta dengan lembut, jujur saja mendengar kabar kehamilan Vee Mae juga ingin memiliki cucu dari putrinya itu.


"Ta kamu belum ada calon apa." Ucap Mae, membuat Aleta tersedak.


"Uhukk-uhukkk." Dengan cepat sang mami memberikan segelas air putih kepada Aleta.


"Mam kenapa mami selalu membahas tentang ini." Ucap Aleta, mae menghela nafasnya dan menatap Julian.


Selama ini Julian selalu membela Aleta dan selalu berusaha memberikan kenyamanan untuk putrinya, dengan cara membebaskan Aleta dalam memilih jalan hidupnya sendiri.


"Ta mami sudah lama tidak menggendong baby, mami juga ingin memiliki cucu ta." Ucap Mae, Axel menatap wajah sedih sang mami.


"Mi, kan mami bisa main-main ke panti biasanya juga mami kaya gitu." Ucap Aleta, Mae mendengus kesal kepada putrinya.


"Mami gak mau tahu ya ta, selama ini mami dan papi selalu mengerti kamu. Tapi ayolah Aleta usia kamu sudah cukup untuk menikah, usia kamu dan Aiden itu beda tipis mengertilah." Ucap Mae, Aleta diam mommy nya itu benar. Usia Aleta dan Aiden hanya beda tipis mungkin hanya beda beberapa bulan saja.


"Mami sabar ya, sebenarnya Aleta sudah ada dekat dengan orang." Ucap nya, Mae mengernyit.


"Ya iya dengan orang lah ta, memang kamu fikir mami mau kamu dekat dengan siapa kud*nil." Ucap Mae, Axel tertawa membuat Aleta menatap sinis adiknya itu.


"Mi gak ada yang bilang Aleta dekat dengan kud*nil, yaampun mami Aleta doang yang kaya gini." Ujar nya, Mae tertawa kecil dan meminta maaf kepada putrinya.


"Lalu bagaimana?" Tanya Mae.


"Pi, papi tahu kan kalau dia belum kembali ke tanah air. Maaf Aleta butuh waktu untuk memastikan semua ini mi." Ucap Aleta, Mae menatap Julian yang sejak tadi diam saja.


"Papi tahu Aleta sedang dekat dengan laki-laki, tapi kenapa papi gak cerita sama mami?" Tanya Mae.


"Mami tuh suka ribet, jadi biarkan saja Aleta dan lelakinya yang menyelesaikan semuanya mi. Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung." Ucap Julian, Mae pun mengangguk ia menatap senang kepada putrinya.

__ADS_1


Sementara Aleta memutar bola matanya dengan malas, begitupun Mae ia akan senang jika mendengar Aleta dekat dengan lelaki.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Mae adalah emak gue saat liat anak tetangga di boncengin pacar nya 😌*


A: Dan keluarga Dea adalah keluarga gue, yang suka ngeledek buat cepet nikah 😌


N: Oke kita sama Thor gue kira gue doang yang gitu 😂


A: Terkadang aku lelah Uun 😁


N: Sabar Thor, kita tunggu titik terbaik menurut takdir 😊


A: Trueee sekali Uun 😁


N: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2