Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 185


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini Axel sedang berjan memasuki kantor nya, namun tiba-tiba seseorang menabrak Axel hingga membuat ember berisi air yang dibawa nya tumpah mengenai sepatu milik Axel.


Orang itu membuka mulutnya karena terkejut dan mendongak menatap wajah datar Axel, namun seketika keterkejutan itu berubah saat ia dapat mengenali siapa orang yang ada di hadapannya.


"Ka_kau." Ucap orang itu, Axel mengernyit dan mengingat-ingat apakah mereka pernah bertemu?


"Kau!" Pekik Axel, Axel menolehkan wajahnya ke samping.


Ia tak habis pikir dengan hidupnya akhir-akhir ini, kenapa Axel harus bertemu dengan wanita itu lagi. Begitupun dengan sebaliknya, kenapa wanita itu harus bertemu dengan Axel.


"Kenapa setiap kali saya bertemu dengan kamu selalu si*l." Umpat Axel.


"Kau fikir saya tidak si*l, kenapa kau ada dimana-mana tuan. Tidak bisakah anda diam di suatu tempat saja agar tidak bertemu dengan saya." Ujar nya dengan berani, Axel menggelengkan kepalanya tam percaya.


Lalu menatap penampilan wanita itu dari atas sampai bawah, ia tersenyum kecut melihat siapa sebenarnya wanita itu.


"Kau cleaning servis disini." Ucap Axel, wanita itu terdiam dan kembali mendongak menatap Axel.


"Memangnya kenapa kalau saya hanya seorang cleaning servis, apakah ada masalah." Ucap nya, Axel tertawa kecil namun setelah itu raut wajah nya seketika berubah menjadi datar.


"Masalah, dan sangat bermasalah kau tahu. Banyak perusahaan besar di kota ini tapi kenapa kau harus melamar ke perusahaan milikku." Teriak Axel, membuat wanita itu terperanjat mendengar perkataan Axel.


"Ap_apa, bisa kau ulangi tuan?" Tanya nya, nyali wanita itu mulai menciut.


"Ya, kenapa kau harus melamar pekerjaan di perusahaan milik ku." Ujar nya.


"Mi_milik mu." Lirih wanita itu, Axel mengangguk dan mengusap wajah nya kasar.


"Kenapa kau terkejut mendengar jika aku pemilik perusahaan ini." Ucap Axel, wanita itu mengerjapkan matanya.


"Tidak, untuk apa aku terkejut lagi pula banyak lelaki tampan yang lebih kaya dari anda tuan tapi mereka tidak sombong." Ujar nya, Axel tertawa kecil mendengar itu.


"Kau_" Pekik Axel.


"Ada apa ini Axel?" Tanya Anes yang sudah kembali, ia berjalan dengan elegan bersama dengan Aleta.


"Benar kenapa kau marah-marah seperti itu?" Tanya Aleta, Axel menundukkan kepalanya menatap Aleta dan Anes ikut menunduk.


"Sepatu kamu basah tapi kenapa kamu marah-marah?" Tanya Aleta.


"Karena dia yang sudah membasahi sepatuku." Kesal Axel, Aleta dan Anes saling pandang.


"Tinggal mengganti nya atau kau meminta orang untuk membeli sepatu baru, tidak perlu ribut Axel." Ucap Anes, wanita itu tertegun melihat kecantikan Anes dan Aleta.


"Maaf nona saya yang tidak berhati-hati, tapi tuan ini juga tidak hati-hati." Ujar nya, Axel menatap wanita itu dengan tajam.


"Jelas-jelas kau berjalan terburu-buru hingga menabrak ku." Ucap Axel.

__ADS_1


"Axel cukup, dan untuk kamu lain kali hati-hati." Ucap Anes, wanita itu mengangguk membuat Axel kesal karena Anes dan Aleta menghalangi nya.


"Sudah ayok kau ada meeting." Ucap Aleta, menarik tangan Axel.


Kini mereka semua sudah berada di ruang kerja Axel, Anes dan Aleta menatap Axel dengan tajam. Bukan apa-apa karena ini adalah kali pertama Axel marah-marah di kantor, hal itu cukup menarik perhatian para karyawan nya.


"Ada apa dengan kamu Axel, kamu tidak biasanya seperti ini." Ucap Anes.


"Benar, kau lihat jika saat kau marah-marah semua karyawan melihatnya. Jangan membuat mereka takut dan tidak nyaman Axel, jika kamu memiliki masalah dengan wanita itu maka selesaikan di luar kantor." Ucap Aleta.


"Aku tidak tahu, akhir-akhir ini hati dan pikiran ku sedang tidak baik-baik saja." Ucap Axel, mendongakkan kepalanya.


"Karena mantan pacar kamu itu?" Tanya Anes.


"Entahlah." Ucap Axel, Aleta tersenyum tipis.


"Sudahlah Axel jika memang dia menyayangi kamu, dia tidak akan membiarkan kamu seperti ini." Ucap Aleta.


"Bukan itu yang aku pikirkan ta, aku hanya heran hubungan kami sebelumnya baik-baik saja. Tapi kenapa dia tiba-tiba berubah dan mamintaku untuk mengakhiri semuanya." Ucap Axel.


"Tenang saja Axel aku akan mencari tahu semuanya." Ucap Anes, Axel mengangguk mengiyakan perkataan Anes.


...


Siang hari di sebuah restoran terlihat Anes dan Alexi yang sedang duduk, keduanya memutuskan untuk makan siang bersama.


"Hmmm, akhir-akhir ini dia lebih sensitif dan pemarah." Ucap Alexi, Anes mengangguk karena Anes juga sudah menyaksikan semuanya.


"Benar sekali, bahkan pagi ini dia marah-marah kepada cleaning servis yang baru saja bekerja di kantor hanya karena sepatu nya yang terkena air." Ucap Anes.


"Hah? Bukankah Axel tidak pernah mempermasalahkan hal itu sebelumnya?" Ucap Alexi, Anes mengangkat bahu nya saja.


"Kau sudah mencari tahu kenapa kekasih Axel meninggalkan nya?" Tanya Anes.


"Yang aku dengar kekasih Axel sedang mengincar seseorang, tapi entahlah siapa aku tidak mencari tahu nya lagi." Ucap Alexi.


"Mengincar seseorang? Maksudmu dia menyukai orang baru yang kemungkinan lebih dari Axel?" Tanya Anes, Alexi mengangguk membenarkan perkataan Anes.


"Memangnya ada orang yang melebihi keluarga kita?" Tanya Anes.


"Kalau yang asli tanah air seperti nya tidak ada, tapi entah jika dia seorang pendatang atau mungkin memiliki usaha di negara lain." Ucap Alexi, Anes menatap Alexi.


"Bisa jadi, tapi_" Ucap Anes terhenti.


"Kenapa?" Tanya Alexi, Anes menggelengkan kepalanya semoga apa yang dia pikirkan itu salah.


Tapi jika benar apa yang harus Anes lakukan? Atau Anes harus melakukan sesuatu agar tujuan mantan kekasih Axel tidak berhasil.

__ADS_1


Entahlah Anes dia selalu bersikap mengejutkan para keluarga nya, Alexi menatap Anes yang sedang melamun.


"Apa yang sedang kamu fikirkan?" Tanya Alexi.


"Tidak ada." Jawab Anes.


"Yasudah sebaiknya kita ke kantor saja." Ucap Alexi.


"Hmmm, aku ke toilet sebentar." Ucap Anes, Alexi mengangguk.


Anes berjalan menuju toilet saat berada di sana ia mendengar suara seseorang yang sedang berbicara, tadinya Anes tidak peduli namun saat nama Axel disebut Anes menjadi tiba-tiba kepo.


(Kamu tenang saja aku sudah memutuskan Axel, selama beberapa tahun menjalin hubungan dengan nya cukup membuat aku kaya. Sebenarnya Axel baik dan tak kalah kaya, hanya saja jika bersama dengan Axel aku harus selalu berhati-hati karena apa? Axel memiliki saudara yang sama-sama berkuasa dan sil nya mereka selalu saling melindungi.


Setelah kasus Lolita yang berhasil di bongkar oleh Anes aku semakin khawatir jika Anes akan melakukan hal yang sama, jadi aku memutuskan untuk meninggalkan Axel dan mendekati pengusaha muda yang beberapa bulan lalu datang ke tanah air. Tak kalah tampan dari Axel, dan karena dari berita yang aku dapat dia seorang anak tunggal jadi aku akan berusaha keras untuk mendapatkan nya*.)


Begitulah perkataan yang Anes dengar dibalik pintu kamar mandi, Anes sedikit berfikir sebenarnya siapa lelaki yang dimaksud oleh wanita itu.


Tapi Anes yakin ia bisa mendapatkan informasi yang sesungguhnya, lihat saja tidak akan lama lagi Anes akan menggagalkan rencana busuk wanita itu.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Itu si cwe cari mati apa begimana? 🙄*


A: Bosen hidup si kaya nya 😂


N: Mengadi-ngadi sekali si 😂


A: Mungkin dia lelah 😂😂


N: Sepertinya iya 🤣🤣🤣

__ADS_1


__ADS_2