
Keesokan harinya Alexi memutuskan untuk pergi ke kantor Alea, mom Dea meminta Alexi untuk mengajak Aleta pergi ke butik.
Namun saat di perjalanan menuju kantor mobil Alexi di cegat oleh Haris, Alexi mengernyit heran ia tahu jika itu adalah mobil milik Haris.
Alexi tersenyum tipis dan keluar dari mobil begitupun dengan Haris yang juga keluar dari mobil nya, kedua lelaki itu berjalan dan kini berdiri saling berhadapan.
"Batalkan rencana pernikahan kamu dengan Naura." Ucap Haris, Alexi mengangkat sebelah alisnya.
"Urusannya dengan anda apa?" Tanya Alexi.
"Alea itu mantan kekasih saya dan dia adik ipar saya, saya berhak tidaj merestui pernikahan kalian." Ucap Haris, Alexi mendecih dan tersenyum sinis.
"Kamu hanya mantan kekasih dan tadi apa kata kamu kakak ipar? Apakah Alea menganggap kamu sebagai kakak ipar nya?" Ucap Alexi, Haris mengeraskan rahangnya.
"Cukup." Teriak Haris.
"Kenapa saya merasa anda masih mencintai Alea." Ucap Alexi, Haris tertegun ia tidak bisa menjawab perkataan Alexi dan itu membuat Alexi tersenyum sinis.
"Meskipun jawabannya memang kamu masih mencintai Alea, aku tetap tidak akan membatalkan pernikahan aku dan Alea." Ucap Alexi, Haris menatap Alexi dengan tajam.
"Kamu ingin memanfaatkan Naura kan." Ujar nya, Alexi tertawa mengejek kepada Haris.
"Saya bukan kamu yang rela menikah dengan wanita yang tidak saya cintai hanya untuk uang dan harta, saya ingin menikahi Alea karena memang keluarga saya termasuk orang tua saya sudah sangat menyayangi Alea." Ucap Alexi, Haris terdiam ia mengingat kejadian dimana saat itu Alea sedang berbincang dengan mama nya.
Flashback on...
*Malam itu Alea dan mama sedang duduk di ruang tengah, Alea bersandar di dada mama nya dan mama mengusap kepala Alea dengan lembut.
"Saya mama mau tanya boleh?" Tanya mama.
"Boleh mama mau tanya apa." Balas Alea.
"Mama mau tahu apakah mommy dan Daddy nya Alexi baik kepada kamu hmmm, apakah mereka menyayangi kamu?" Tanya mama, Alea tersenyum manis kepada mama.
"Ma selama aku menjalin hubungan dengan Haris aku tidak pernah di perlakukan seperti keluarga Alexi memperlakukan aku, mommy dan Daddy Alexi begitu baik. Tidak hanya itu ma kakak dan kakak ipar Alexi juga sudah sangat baik kepada aku, karena ini aku yakin bahagiaku ada bersama Alexi." Ucap Alea, wanita itu sangat membanggakan Alexi yang begitu menyayangi nya.
"Benarkah begitu?" Tanya mama.
"Tentu saja, setiap aku main kerumah Alexi mommy pasti akan menyambut kedatangan aku dengan mengatakan *Alea aduh mommy kangen banget sama kamu hmmm." Ucap Alea menjelaskan, mama tertawa ia senang ternyata orang tua Alexi benar-benar menyayangi putrinya.
__ADS_1
"Laku bagaimana dengan Alexi?" Tanya mama.
"Alexi? Dia baik dia mengatakan jika aku ini seperti gadis kecil nya." Ucap Alea.
"Waaah, itu artinya Alexi sangat memanjakan kamu." Ucap mama.
"Hu'um." Jawab Alea, mama tertawa mendengar perkataan Alea yang sangat terlihat bahagia*.
Flashback off....
"Kamu menghina saya?" Tanya Haris.
"Saya bukan menghina kamu, tapi kamu sudah melakukan kesalahan yang sangat besar karena meninggalkan Alea." Ucap Alexi, Haris tertegun apa maksud Alexi mengatakan jika Haris sudah melakukan kesalahan yang besar.
"Saya tidak pernah melakukan kesalahan besar, dan keputusan saya menikahi alia itu sudah benar." Ucap Haris, Alexi mengangguk dan tersenyum sinis.
"Bagus kalau begitu kamu jaga Alia istri kamu, saya tidak ingin Alia mendekati Alea ataupun menyakiti Alea calon istri saya." Ucap Alexi.
"Ingat Alexi saya tidak akan pernah membiarkan pernikahan kalian berdua terjadi." Ucap Haris.
"Haris, Haris harusnya kamu berpikir kamu mengatakan ini kepada saya apa itu tidak salah? Apa kamu tidak takut jika saya mengatakan ini kepada orangtua Alea dan Alia, atau jika saya mengatakan kepada Alia jika kamu masih mencintai Alea." Ucap Alexi, membuat Haris tertegun.
"Ingat saya bisa melakukan apapun untuk mengh*ncurkan kamu dan Alia istri kamu atau mungkin keluarga kamu." Ucap Alexi, setelah mengatakan itu Alexi kembali masuk ke dalam mobilnya dan pergi dari tempat itu.
Alexi kembali melajukan mobilnya menuju kantor Alea, Haris menatap kepergian mobil Alexi dan berteriak.
"Si*l, Naura aku tidak akan melepaskan kamu Naura." Teriak Haris, lelaki itu menendang ban mobil nya.
Haris tahu setelah Alexi dan Alea menikah itu akan membuat dirinya sulit untuk bertemu dengan Alea, hal yang paling di takutkan oleh Haris adalah takut jika Alexi melarang Alea pergi ke kantor dan itu akan membuat Haris sulit untuk melihat Alea meskipun dari kejauhan.
Sementara itu di perusahaan Alea wanita itu sedang berjalan, namun tiba-tiba seseorang menarik tangan nya dan men*mp*r pipi Alea.
Plaaakkk.... Alia men*mp*r pipi Alea, hal itu membuat para karyawan terkejut.
"Nona Alea." Jerit semua karyawan, mereka berlari dan memeluk Alea.
"Kamu apa-apaan si Alia kenapa kamu tiba-tiba namp*r aku." Ucap Alea.
"Kamu yang apa-apaan hah, apa maksud kamu berbicara kepada Haris meminta Haris untuk membatalkan pernikahan kamu dan Alexi." Teriak Alia.
__ADS_1
"Apa? Aku gak pernah bilang seperti itu kepada Haris Alia. Jangankan berbicara dengan dia melihat wajahnya saja aku tidak s*di." Ucap Alea, tiba-tiba saja air mata wanita itu menetes karena mengingat hanya rasa sakit uang Haris berikan untuk nya.
"Bohong kamu bohong." Teriak Alia.
"Aku gak pernah bohong, aku bukan kamu yang rela berbohong hanya untuk mendapatkan cinta Haris." Ucap Alea.
"Nona Alia cukup jangan menyakiti nona Alea." Ucap para karyawan.
"Lihat Alea mereka semua bahkan membela kamu, kamu benar-benar tidak punya hati kamu tahu aku sedang mengandung kan." Teriak Alia.
"Kamu g*la Alia kamu sudah terg*la-g*la oleh lelaki itu." Sinis Alea.
"Kamu yang g*la." Teriak Alia, Alea sudah tidak bisa menahan kesabaran nya lagi.
Alea melepaskan pelukan para karyawan dan berjalan mendekati Alia, Alea menatap Alia dari atas sampai bawah.
"Jangan memancing emosi aku Alia, jika aku lepas kendali aku tidak akan peduli kamu sedang mengandung atau tidak. Yang jelas aku benci kamu, kamu sudah merebut semuanya dari aku. Selain mama dan papa kamu juga merebut Haris, dan sekarang kamu menuduh aku jika aku ingin merebut kembali Haris dari kamu." Ucap Alea penuh penekanan, perkataan Alea membuat Alia bingung apa maksud Alea yang mengatakan jika Alia merebut semuanya.
Setahu Alia dia hanya merebut Haris saja, justru kehadiran Alea lah yang membuat Alia kekurangan kasi sayang dari mama dan papa nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
__ADS_1