Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 34


__ADS_3

Pagi hari Anes bangun terlebih dahulu mata nya langsung terbuka sempurna saat mengingat misi yang mereka jalankan, Anes menoleh kesamping menatap Aleta yang masih terlelap.


"Ta bangun ta." Ucap Anes mengguncang tubuh Aleta.


"Hmmmmm, mami ini Masi pagi." Racau Aleta.


"Yeeee, mami udelmu. Ta ayok bangun ta itu Vee sama kak ai gimana lancar gak ya." Ucap Anes, sontak membuat Aleta langsung membuka matanya.


"Hah, iya nes gimana kamu sudah cek belum? Berhasil gak?" Cerocos Aleta.


"Ish, mana aku tahu aku kan juga baru bangun." Cebik Anes, Aleta tertawa kecil.


"Berhasil lah nes mereka kan semalam udah ngomongin bayi." Kekeh Aleta, Anes terdiam.


"Ta berarti kalau sudah seperti ini Vee jadi milik Aiden sepenuhnya kan." Ucap Anes, Aleta mengernyit.


"Anes ishhh, baru kemarin kamu bersikap bar-bar bin solimi sekarang loading lagi." Cebik Aleta, Anes tertawa kecil melihat kekesalan Aleta.


Sementara di kamar lain tepatnya di kamar sepasang suami istri yang begitu kelelahan akibat kegiatan nya semalam, kini keduanya masih terlelap saling berpelukan dengan tubuh polos yang hanya dibalut dengan selimut.


Vee yang merasa seseorang memeluk nya menggeliat dan mencoba untuk membuka matanya, Vee mengerjapkan matanya dan merasa tubuhnya seperti remuk.


"Eunggghhh." Lenguh Vee, wanita itu terbelalak saat melihat Aiden yang sedang memeluknya tidak memakai baju.


Dengan cepat Vee melihat tubuhnya sedikit dan, ia begitu terkejut saat melihat banyak stempel kepemilikan di tubuh nya.


"A_apa yang terjadi, aaaawww." Gumam Vee, ia memegang kepalanya yang sedikit pusing.


"Aiden apa yang kamu lakukan." Teriak Vee, Aiden yang masih mengantuk tidak menghiraukan teriakan Vee dan malah mempererat pelukannya.


"Lepas!" Pekik Vee, wanita itu menghempaskan tangan Aiden dari tubuhnya. Merasa seseorang menghempaskan tangan nya Aiden pun membuka mata.


"Vee." Ucap Aiden terkejut melihat Vee yang menangis, dengan keadaan tubuh polos dan banyak stempel yang ia berikan.


"Jahat." Teriak Vee.


"Awww." Lirih Aiden memegang kepalanya.


"Kamu jahat Aiden, mana janji kamu yang bilang gak bakal sentuh aku sebelum kamu meyakinkan hati kamu." Ujar Vee.


"Aaaakkhhh." Pekik nya saat merasakan sakit di area tertentu, Vee memeluk selimut dengan erat.


"Vee aku gak tau sungguh." Ucap Aiden.


"Setelah 365 hari kalau kamu masih belum bisa terima aku, apakah aku akan menjadi janda yang sudah kehilangan keper*wananku." Lirih Vee, Aiden yang merasa bersalah merengkuh tubuh Vee.

__ADS_1


"Aku tidak akan melepaskan kamu sungguh, aku tidak akan meninggalkan kamu Vee. Aku akan bertanggung jawab atas semuanya, percayalah aku tidak aka pergi." Ucap Aiden.


"Hiks, aku takut." Lirih Vee yang berada dalam pelukan Aiden.


"Takut, apa yang kamu takutkan?" Tanya Aiden penasaran.


"Bagaimana kalau aku hamil Aiden." Jawab nya jujur.


"Kenapa kamu takut hmmmmm, aku suami kamu dan harusnya kamu bersyukur karena hamil anak aku." Ucap Aiden nyeleneh, mencoba membuat Vee tertawa.


"Aku takut, aku_aku bingung nanti gimana cara keluarin anak nya." Ucap Vee polos membuat Aiden terbahak, rasa menyesal yang sempat melekat di hati nya perlahan hilang melihat kepolosan sang istri.


"Yaampun Vee banyak dokter yang akan membantu kamu melahirkan, aku kira yang kamu takutkan itu apa." Kekeh Aiden.


"Nyebelin." Cebik Vee, Aiden dan merasa gemas mengecup kening Vee sekilas.


"Seperti nya aku ingat bagaimana kau mengikuti permainan ku." Goda Aiden, Vee tercengang tidak percaya.


"Jangan katakan apapun aku mau mandi." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil.


"Awwwwh." Lirih nya, meskipun begitu Vee tetap berusaha untuk berjalan sendiri meskipun Aiden meminta untuk menggendong nya.


Setelah Vee masuk kedalam kamar mandi Aiden melihat bercak darah di sprai yang mereka pakai, Aiden tersenyum senang akhirnya dialah orang pertama yang menyentuh sang istri.


"Mengganti sprai." Jawab Aiden, Vee menatap Aiden sendu.


"Maaf." Lirihnya, Aiden menoleh menatap Vee.


"Maaf untuk apa?" Tanya Aiden.


"Maaf karena aku selalu ragu kepadamu, maaf karena aku berfikir buruk tentangmu. Maaf karena aku memarahimu setelah kau melakukan nya, padahal itu hak mu dan itu kewajiban ku sebagai seorang istri." Lirih Vee, Aiden tersenyum dan mengelus kepala Vee lembut.


"Tidak masalah kau bisa belajar menjadi istri yang baik mulai dari sekarang, kita mulai semuanya dari awal. Percayalah selama apapun itu kita bisa memiliki perasaan seperti apa yang kita harapkan." Ucap Aiden, Vee mengangguk senang.


Setelah Aiden dan Vee selesai bersiap-siap untuk pergi berbelanja beberapa camilan, di tempat lain ada dua wanita yang memperhatikan mereka.


"Nes kaya nya berhasil deh." Ucap Aleta.


"Iya ta kaya nya misi kita berhasil, tapi itu jalan nya si Vee kenapa malah jadi kaya pinguin." Ucap Anes, membuat Aleta memukul kepala sepupunya itu.


"Anes aku khawatir ya nanti kalau aku nikah kamu bakal meresahkan kaya gini juga." Ucap Aleta, Anes pun menoleh dan tersenyum.


"Enggak tenang aja, paling aku akan pasang kamera tersembunyi di kamar kamu." Goda Anes, membuat Aleta tercengang.


"Ngada-ngada ini anak, aku berharap ya nes meskipun aku lebih tua tapi kamu yang nikah duluan." Ucap Aleta, Anes menoleh.

__ADS_1


"Kayaknya enggak deh ta aku yakin kamu dulu yang nikah, aku belum ada kefikiran kesana." Ucap Anes, Aleta mendengus.


"Itu si Vee kenapa make shall." Gumam Aleta.


"Kepo ish, udah karena misi kita udah berhasil lebih baik kita balik ke tanah air." Ucap Anes, Aleta pun mengerucutkan bibirnya.


"Kita jalan-jalan dulu apa nes, keliatan banget niat nya kalau kita kesini cuma mau bikin mereka kheemmmm." Ucap Aleta, Anes tertawa.


"Yasudah ayok kita jalan-jalan." Ucap Anes, akhirnya Anes dan Aleta pun pergi menuju tempat yang mereka inginkan.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ˜ŠπŸ€— jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜‰


A**: Maaf baru up author juga kan manusia ya bukan robot, jadi author butuh istirahat buat nyari pencerahan biar cerita nya kaga mentok πŸ˜‚


N: Gue nungguin lah 😌


A: Mon maap 😁 oiya buat yang nanya kenapa Aiden dan Vee pake alk*hol gak pake obat perangsang kaya Dena dan Keanu. Kalau di samain nanti gak ada bedanya dan pemikiran orang kan beda-beda, Anes solimi kaya Oma tapi tidak dengan pemikiran yang sama. obat perangs*ng dan Alk*hol sama-sama berbahaya ini kan novel ya bukan nyata 😁


N: Bener banget jadi gak usah diambil hati ye kan, kalo di samain nanti Thor cerita nya datar mana sama kaya cerita Dena lagi🀣


A: Heran gue salah Mulu, padahal pengen bikin yang beda 😌 Oma kan gaul nya sama Nathan si Casanova, Anes dan Aleta kan taunya itu bikin mabuk biar khemmm 😁


N: Dah lah yang penting berhasil πŸ˜‚


A: Kau solimi πŸ˜‚


N: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚*

__ADS_1


__ADS_2