Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 180


__ADS_3

Setelah selesai berbincang Vee dan Aiden pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya, saat keluar dari ruang kerja Aiden keduanya kembali bertemu dengan Anes.


Wanita itu mengernyit heran melihat rambut Vee dan Aiden yang basah, Vee dan Aiden memang belum sempat mengeringkan rambutnya karena di ruang kerja Aiden tidak ada pengering rambut.


"Kalian habis darimana?" Tanya Anes, membuat Alexi yang kebetulan lewat ikut berhenti.


"Dari_" Ucapan Aiden terhenti, saat melihat tatapan adik bungsu nya.


Alexi menatap Aiden dan Vee dari atas sampai bawah, setelah itu dengan polos nya Alexi mendekati jendela rumah melihat apakah diluar turun hujan? Tapi tidak langit malam ini terlihat begitu terang dan indah.


"Prasaan saat dikamar tadi rambut Vee kering, kenapa tiba-tiba basah." Ucap Anes, Alexi mengulum bibir nya menahan tawa.


"Mungkin atap rumah bocor." Ceplos Alexi, membuat Aiden dan Vee kelabakan.


"Hah, tapi ini tidak hujan memang bisa bocor." Balas Anes, Alexi menunduk menahan tawa.


"Sudah aku katakan cepatlah menikah agar kamu mengerti." Ucap Aiden, Anes mengernyit heran.


"Kenapa harus selalu membahas menikah, memangnya kenapa jika aku belum menikah. Kalau kakak menjelaskan juga aku akan mengerti." Ucap Anes, Aiden mengangkat bahunya membuat Anes menatap Alexi.


"Aku tidak tega untuk menjelaskannya kepada kamu yang jomblo." Ucap Aiden, setelah mengatakan itu Aiden merangkul pundak Vee dan mengajak nya kembali ke kamar.


"Kamu mengerti apa yang dikatakan oleh kak Aiden?" Tanya Anes kepada Alexi.


"Hmmm." Jawab Alexi lalu pergi ke kamarnya, Anes menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Kenapa ia terlihat begitu menyedihkan jika sedang berbincang dengan Aiden, kakak nya itu selalu saja membahas tentang status.


...


Keesokan harinya Anes bangun pagi-pagi sekali, ia berjalan ke dapur dan melihat para pelayan yang sedang bekerja. Disana juga Anes melihat mommy nya, Anes memeluk sang mommy dari belakang.


"Morning girls." Ucap mom Dea, membuat Anes tersenyum manis karena mommy nya itu selalu tahu kebiasaan Anes yang suka memeluk nya.


"Morning mom." Balas Anes.


"Tumben anak gadis sudah bangun, ada meeting pagi lagi hari ini?" Tanya mom Dea.


"Tidak ada, hanya saja aku akan pergi ke luar kota beberapa hari." Jawab nya, mom Dea menghentikan kegiatan nya dan menatap Anes.


"Apakah harus sekali untuk pergi?" Tanya mom Dea.


"CK, tentu saja ini pekerjaan ku. Bukankah aku harus profesional." Ucap Anes.


"Sudah ijin kepada Daddy?" Tanya mom Dea, Anes mengangguk Daddy nya itu sempat menolak keras untuk mengijinkan Anes pergi.


Namun Anes yang memohon kepada sang Daddy hingga selalu berakhir Daddy yang menyerah, Daddy mengijinkan Anes pergi dengan syarat Anes harus selalu mengabarinya.


Ya Daddy selalu seperti itu, ia sangat posesif mengenai Anes. Bukan apa-apa Daddy tidak ingin hal buruk terjadi kepada putrinya.


"Tentu saja sudah, aku selalu ijin ke Daddy lebih dulu." Ucap Anes.

__ADS_1


"CK, baiklah jika Daddy sudah memberikan ijin maka mommy juga akan mengijinkan kamu untuk pergi." Ucao mom Dea, Anes mengangguk dan tersenyum manis.


Hingga tiba-tiba suara teriakan seseorang membuyarkan suasana penuh sayang antara ibu dan anak itu, Aleta ya wanita itu sengaja datang pagi-pagi sekali kerumah mom Dea.


"Selamat pagi semuanya." Ucap Aleta, Anes dan mom Dea menghela nafasnya.


"Kamu kenapa kesini pagi-pagi sekali?" Tanya Anes.


"Memangnya kenapa?" Tanya Aleta, Anes menghela nafasnya.


"Aku yakin kamu mau numpang makan kan." Ucap Anes bercanda.


"Tentu saja aku mau numpang makan, aku bosan makan di rumah jadi aku datang kesini saja." Ujar nya tertawa kecil.


"Cih, memalukan." Ucap Anes, Aleta hanya tersenyum tipis mendengar perkataan Anes.


Tak lama kemudian para keluarga pun berkumpul di ruang makan, dad Justin menatap Anes yang sedang menyantap makanan nya dengan tenang.


Anes adalah anak perempuan satu-satunya yang berhasil ia besarkan dengan baik, suatu kebanggaan tersendiri bagi dad Justin karena Anes tumbuh dewasa di tengah-tengah saudaranya yang kebanyakan laki-laki.


"Kapan kamu akan berangkat?" Tanya dad Justin.


"Jam 10han kenapa." Ucap Anes, Aiden menoleh menatap adik nya.


"Berangkat? Memangnya Anes mau kemana?" Tanya Aiden.


"Aku akan pergi ke luar kota beberapa hari." Jawab nya.


"Memangnya kenapa aku hanya pergi ke luar kota." Ucap Anes.


"Sama saja kamu harus ijin dulu kepada kakak." Ucap Aiden.


"Ya ini Anes sudah bilang, diijinin atau enggak itu tidak penting orang Anes sudah mendapat ijin dari Daddy." Ujar nya, Aiden menatap dad Justin.


"Biarkan saja adik kamu pergi, toh biasanya juga memang dia suka ke luar kota bahkan keluar negeri hanya untuk urusan pekerjaan." Ucap dad Justin, sudahlah Aiden sudah tidak bisa untuk melarang adik nya lagi.


"Baiklah hati-hati, kalau ada apa-apa nanti hubungi kakak atau Alexi." Ucap Aiden.


"Siaaap." Balas Anes, merekapun kembali sarapan dengan tenang.


Setelah sarapan para lelaki di keluarga Abrisham pergi ke kantor nya masing-masing, Vee mengantarkan Aiden ke teras rumah.


Sementara mom Dea mengantar Alexi dan dad Justin, dan Anes juga Aleta dua gadis cantik itu pergi ke kamar Anes.


Aleta akan membantu Anes untuk bersiap-siap, ia tahu semalam Anes tidak sempat menyiapkan semua perlengkapan nya untuk pergi.


"Nes." Panggil Aleta.


"Ada apa ta?" Tanya Anes.


"Gimana hubungan kamu dengan Deandra?" Tanya Aleta, Anes tersenyum tipis.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa di harapkan." Ucap Anes, Aleta menatap Anes yang sedang duduk di atas tempat tidur.


"Bukan tidak ada yang bisa di harapkan, kalian itu terlalu keras kepala dan gengsian, lagian kalau dua-duanya keras yang mau ngalah siapa Aneska." Ucap Aleta.


"Ta kalau emang dia ingin perjodohan ini, dia tidak akan selalu membuat masalah dengan aku." Ucap Anes, Aleta tertawa Deandra memang suka sekali membuat Anes emosi begitupun sebaliknya.


"Padahal kamu juga suka sekali membuat Deandra emosi." Ucap Aleta tertawa kecil, Anes hanya mengangkat bahu nya saja.


Ia merasa malas untuk membahas tentang Deandra dan dirinya, Anes merasa ia ingin sekali menenangkan diri dan memikirkan semuanya.


Anes tidak ingin gagal dalam sebuah pernikahan, maka dari itu ia ingin mempertimbangkan banyak hal dalam perjodohan nya dengan Deandra.


"Sudah selesai nih, kamu mandi sana." Ucap Aleta, wanita itu meletakkan koper milik Anes di dekat pintu kamar.


"Aku sudah mandi kali ta." Ucap Anes.


"Oh kirain belum." Kekeh Aleta, Anes mencebikan bibirnya membuat Aleta tertawa kecil.


"Ngarang kamu ya, aku tuh bangun tidur langsung mandi dan langsung ke dapur untuk melihat mommy." Ucap Anes, Aleta mengangguk-anggukkan kepalanya dan tersenyum.


Anes turun dari tempat tidur nya dan berjalan menuju ruang ganti baju, ia bersiap-siap karena sebentar lagi sudah harus pergi keluar kota.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N***: Bener tuh kata Aleta, Anes dan Deandra mah sama-sama gengsi 😂


A: Emang,kudu gue siram satu-satu biar sadar kaya nya 😂


N: Sadar kaga, yang ada elu di selepet iya Thor 😂


A: mengsedih 😩

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2