Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 238


__ADS_3

Karena waktu sudah cukup malam Aiden memutuskan untuk pergi ke kamar terlebih dahulu, karena lelaki itu tidak tega melihat putranya yang terlihat mengantuk.


Usia Varo saat ini baru berusia 5 bulan, Aiden meminta ijin kepada para keluarga nya untuk pergi terlebih dahulu.


"Dad, mom, aunty aku ke kamar lebih dulu tidak apa-apa kan?" Tanya nya.


"Tidak apa-apa sayang kasihan Varo juga, kamu ajak dia ke kamar saja." Ucap Dena.


"Benar itu, seklian dell Rava juga di ajak ke kamar saja. Kasihan pasti capek kan." Ucap Mei, Adelle mengangguk dan bangun dari duduknya.


"Aku dan Anes gak di suruh ke kamar juga nih, kita juga kan punya bayi." Ucap Aleta.


"CK, bayi kalian itu bayi besar masih tahan meskipun di ajak berbincang sampai besok." Ucap Dena, Aleta tertawa kecil mendengar perkataan Dena.


"Bayi nya Aleta dan Anes keren mi, devinisi bayi bisa buat bayi kan." Ceplos Axel, Azka tertawa kecil mendengar perkataan konyol Axel.


"El mimpi apa saya bisa punya adik ipar seperti kamu." Ucap Azka.


"Lah saya mimpi apa punya kakak ipar yang seusia dengan saya." Ujar nya, merekapun tertawa renyah.


Tamu yang datang masih banyak dan semakin malam malah makin terlihat ramai, sementara itu Haris, Alia dan mama Haris memperhatikan Alea dan Alexi yang sejak tadi tersenyum manis.


Mama tahu hati putranya sedang tidak baik-baik saja, apalagi saat tahu mahar yang diberikan oleh Alexi yang beberapa kali lipat dari mahar yang diberikan Haris untuk Alia.


Sementara itu Alia menatap Alea dengan tatapan sirik nya, wanita itu terlihat semakin membenci Alea yang berstatus sebagai adik nya.


(Kenapa kamu selalu mendapat apa yang kamu mau Naura, kamu memang merelakan Haris untuk aku. Tapi kenapa tuhan begitu baik kepada kamu, tuhan memberi pengganti harus dari versi yang jauh lebih baik.) Batin Alia, sementara itu Alea menatap Alia yang berkumpul dengan para keluarga nya.


"Papa sangat bahagia sekarang karena akhirnya Naura menikah dengan laki-laki yang tepat." Ucap tuan Xavier.


"Anggap saja ini hadiah dari kesabaran Naura selama ini pa, sebelum mengenal Alexi Naura selalu bersedih. Dia juga selalu mengorbankan kebahagiaan nya untuk orang lain." Ucap nyonya Xavier.


Perkataan orang tua kandung Alea itu membuat Alia tersinggung, dan menatap papa juga mama nya.


"Maksud mama aku tidak pernah mengorbankan kebahagiaan aku untuk orang lain?" Ucap Alia.


"Tidak sayang tidak seperti itu." Ucap mama.


"Ma asal mama tahu hati aku pbih sakit dari apa yang dirasakan oleh Naura, mama tahu rasanya saat suami mama masih memikirkan wanita lain? Padahal dia tahu aku sedang mengandung anak nya." Ucap Alia, Haris menatap Alia ia tak menyangka jika Alia mengetahui jika Haris masih memikirkan Alea.

__ADS_1


"Alia jaga sikap kamu." Ucap tuan Xavier.


"Kenapa papa malu? Papa malu karena kalian bersikap tidak adil, papa selalu mengutamakan Naura daripada aku." Ucap Alia.


"Jaga ucapan kamu Alia, jika papa selalu mengutamakan Naura kamu tidak akan menjadi istri Haris sekarang!" Tegas tuan Xavier, Alia terdiam ia menatap Haris yang terduduk di tempat nya.


"Cih, aku bahkan rela mengembalikan Haris kepada Naura." Ucap Alia.


"Itu karena kamu tidak menyangka jika adik kamu bisa mendapatkan laki-laki yang lebih baik dari suami kamu, kamu merasa iri kepada adik kamu kan." Ucap tuan Xavier.


Alia terdiam mendengar perkataan papa nya yang memang benar seperti itu, Alia bangun dari duduknya dan pergi dari sana.


Tuan Xavier menatap kepergian putri sulungnya, ia menghela nafas lelah dengan sikap Alia. Sementara Alea menatap kasihan kepada kedua orangtuanya, Alea merasa ia ingin segera keluar dari rumah agar Alia tidak berpikiran jelek terhadap mama dan papa nya.


"Haris kejar istri kamu dan tenangkan dia, satu lagi jangan pernah mengungkit Naura di hadapan Alia. Jaga perasaan istri kamu, jika sampai kamu menyakiti nya ingat saya tidak akan tinggal diam!" Tegas tuan Xavier, Haris hanya bisa mengangguk saja.


"Tuan Xavier anda terlalu berlebihan, Haris tidak akan menyakiti Alia." Ucap mama Haris.


"Saya hanya berjaga-jaga saja, anda tidak tahu bagaimana Haris memohon untuk menjadikan Naura istri kedua nya." Ucap tuan Xavier, mama Haris terdiam bisa-bisanya Haris malah mengatakan itu kepada tuan Xavier.


"Maaf tuan maafkan Haris, saya tahu dia salah tapi saya mohon maafkan putra saya." Ujar nya, tuan dan nyonya Xavier hanya terdiam saja.


Ia melihat kedekatan dad Justin dengan tuan Gavriel besannya, sebenarnya dad Justin juga dekat dengan tuan Xavier. Hanya saja tuan Xavier sengaja sedikit menjaga jarak, takut Alia mengatakan sesuatu yang akan membuat keluarga Abrisham tersinggung.


"Sayang kenapa Alea harus mengundang kakak nya si, bukankah Alia itu selalu jahat kepada Alea." Ucap Vee.


"CK, sayang bagaimanapun Alia itu kakak dari Alea yang termasuk sebagai keluarga juga." Ucap Aiden.


"Tapi sangat terlihat jelas jika Alia tidak menyukai pernikahan Alea dan Alexi." Ucap Vee lagi.


"Memang benar, tapi kamu harus tahu semua ini tidak akan terjadi jika Haris tidak plin-plan." Ucap Aiden.


"Aku juga tidak habis pikir dengan Haris, Alia juga cantik dan sekarang Alia sedang mengandung anak nya, bisa-bisanya dia bersikap seperti itu." Ucap Vee.


"Biarkan saja itu kehidupan mereka, Haris belum tahu rasanya kehilangan. Dulu juga dia berpisah dengan Alea kan karena dia yang meninggalkan Alea untuk Alia." Ucap Aiden.


"Daddy Varo jangan seperti itu ya, aku slepet kalau kamu seperti itu." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.


"Enggak lah, sudah ada mommy Varo yang cantik dan baik hati." Ucap Aiden.

__ADS_1


"Cih dasar, yasudah aku siapkan air hangat untuk kamu mandi dulu." Ujar nya.


"Mandi bersama ayok, masa mau kalah sama pengantin baru." Ucap Aiden.


"Sayang jangan aneh-aneh deh nanti anak nya nangis kalau di tinggal." Ucap Vee.


"Anak nya kan tidur sayang, tidak apa-apa ayok." Ucap Aiden.


"Enggak." Pekik Vee, Aiden malah mengangkat tubuh istrinya dan membawa nya ke kamar mandi.


"Sayang jangan aneh-aneh deh, nanti Varo bangun pas kita lagi mandi ribet." Ucap Vee.


"Gak akan, Varo ngerti dia kalau mommy dan Daddy nya sedang adu kekuatan." Ucap Aiden, Vee hanya bisa menhela nafasnya dengan pasrah.


Vee tidak bisa menolak keinginan suaminya, dan akhirnya Vee dan Aiden mandi bersama dengan kegiatan olah raga malam nya tidak terlupakan.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Alia gue kilo juga Lo lama-lama 😒*


A: Lo kira botol bekas di kilo 😂


N: Ngeselin abis sumpah 😭

__ADS_1


A: Slepet aja gak apa-apa 😂


N: Otw dah buat slepet si Alia 😂


__ADS_2