
Keesokan harinya semua orang bangun kesiangan, mereka yang semalam mengejek Alexi dan Anes memutuskan untuk buru-buru membersihkan tubuhnya.
Tidak terkecuali Aiden, Azka dan Arka ketiga pasangan itu juga buru-buru mandi agar tidak di dahului oleh Alexi, Anes, Deandra dan Alea.
Hanya Axel yang terlihat santai meskipun bangun kesiangan, karena lelaki itu memang belum menikah dan tidak ikut adu kekuatan semalam.
Sementara itu Alexi, Alea, Anes dan Deandra sudah ada di restoran. Dua pasang suami istri itu sudah bersiap untuk makan.
"Kamu mau makan apa?" Tanya Alea.
"Apa saja." Jawab Alexi, Alea mengangguk dan mengajak Anes untuk mengambil makanan.
"Kamu makan apa?" Tanya Anes kepada suaminya.
"Apa saja." Jawab Dean, Anes mengangguk dan berjalan mengambil makanan bersama Alea.
Setelah mengambil makanan Anes dan Alea pun kembali ke meja yang mereka tempati, mereka menyantap makanan nya dengan tenang.
Dan para keluarga yang melihat mereka cukup terkejut, mereka merasa malu kepada Alexi yang menjadi pengantin baru dan malah bangun terlebih dulu.
"Kalian sudah ada disini?" Tanya Adelle.
"Hmmm." Jawab Alexi, Alea tersenyum manis kepada para keluarga.
"Maaf kami terlambat." Ucap Aiden, Alexi menatap para keluarga yang terlihat malu.
"Iya aku tahu, kalian kan ikut malam pertama semalam." Ceplos Alexi, Axel tersenyum mengejek kepada para keluarga nya.
"Lagian si yang pengantin baru siapa, yang heboh malam pertama siapa." Ledek nya, para orang tua tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"Jangan gitu kamu El, nanti kamu nikah di pasang cctv di kamar baru nyahok." Ucap Adelle.
"Ya g*la kali sampai pasang cctv." Ucap Axel, mereka kembali tertawa kecil.
"Kalian kok bisa bangun pagi?" Tanya Aleta, wanita itu menatap Alea yang terlihat biasa saja.
Padahal Alea juga menahan rasa sakit, namun karena Alexi memberitahu jika para keluarga pasti menggoda nya Alea berniat bangun pagi sebelum para keluarga bangun.
"Tentu saja bisa." Ucap Alexi, Aleta menatap Anes yang menyantap makanan nya dengan tenang.
"Anes." Panggil nya.
"Hmmm." Sahut Anes menatap Aleta.
"Kamu juga bangun pagi kok bisa?" Ucap Aleta.
"Aku sudah terbiasa bangun pagi." Jawab Anes, Deandra mengulum bibir mendengar perkataan Anes.
"Sayang kamu sih kita jadi telat kan." Bisik Adelle kepada Arka.
"Gak apa-apa sayang, maklum kita kecapekan." Ucap Arka, Adelle tertawa kecil mendengar perkataan Arka.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan pagi Alea menghampiri mama dan papa nya, kedua orang tua Alea menatap putri kecil mereka yang kini sudah menjadi istri dari Alexi.
"Ma, pa maafin Naura ya kalau selama ini Naura selalu merepotkan papa dan selalu membuat papa dan mama kesulitan. Tapi hari ini Naura mau meminta ijin kepada papa dan mama, Naura akan tinggal bersama dengan suami Naura dalam keadaan apapun Naura tidak akan meninggalkan suami Naura." Ujar nya, nyonya Xavier tersentuh dengan perkataan putrinya.
"Naura sayang mama dan papa mengijinkan kamu untuk tinggal bersama dengan suami kamu, tapi mama minta kamu tetap mengunjungi mama dan papa ya nak. Kamu adalah putri kesayangan papa dan mama." Ucap nyonya Xavier.
"Naura akan selalu mengunjungi mama dan papa, kalian sehat-sehat ya kabari Naura selalu ya. Kalau ada apa-apa kasih tahu Naura." Ujar nya.
"Iya sayang mama akan selalu menghubungi kamu, Alexi mama titip Naura ya tolong jaga putri mama." Ucap nyonya Xavier.
"Iya ma, mama tenang saja aku akan menjaga Naura dengan baik." Ucap Alexi, nyonya dan tuan Xavier tersenyum manis.
"Tuan Xavier terimakasih karena sudah merestui hubungan Alexi dan Alea, terimakasih juga karena sudah mempercayakan putra kami untuk menjaga putri anda." Ucap dad Justin.
"Harusnya saya yang berterima kasih kepada anda tuan Justin, karena anda dan keluarga mau menerima putri kami dan menyayangi putri kami." Ucap tuan Xavier, dad Justin tersenyum mendengar perkataan tuan Xavier.
"Alea itu sama seperti Vee dan Anes, ia juga putri kami sekarang." Ucap dad Justin, setelah berbincang Alea memeluk kedua orang tuanya dan pergi bersama Alexi dan keluarga Alexi.
Vee memeluk Alea karena sekarang ia memiliki teman di rumah, Vee sudah tidak kesepian lagi. Begitupun dengan mom Dea ia merasa bahagia karena Alea bisa menjadi teman Vee di rumah.
"Mom aku tidak bisa ikut pulang karena aku harus kembali ke rumah." Ucap Anes, lihatlah mom Dea memang sudah mendapatkan satu menantu wanita. Tapi ia juga harus merelakan putrinya pulang kerumah suaminya.
"Anes tidak ikut pulang?" Tanya Mae.
"Tidak aunty, kita berpisah disini saja." Ucap Anes.
"Sayang." Lirih mom Dea.
"Jangan bersedih, kita tidak tinggal berjauhan." Ucap Anes.
"Baiklah." Ucap mom Dea, Anes juga memeluk Dena aunty kesayangan nya.
Setelah itu merekapun memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing, Alea dan Alexi di mobil yang berbeda dengan keluarga nya.
Dalam perjalanan pulang Alexi menggenggam tangan Alea, dan itu membuat Alea menatap suaminya dengan lembut.
"Ada apa?" Tanya Alea.
"Apa masih sakit." Ucap Alexi.
"Sedikit, nanti juga sembuh." Ujar nya, Alexi mengelus kepala Alea dengan lembut.
"Maafkan aku." Ucap Alexi.
"Tidak apa-apa, kamu tidak perlu minta maaf." Ucap Alea, Alexi mengangguk dan tersenyum manis.
Sementara itu di mobil Aiden lelaki itu tertawa mendengar ocehan Varo yang belum jelas, Vee juga ikut tertawa kecil.
"Baby bawel ish." Ucap Vee.
"Baby bawel kan kaya mommy nya." Ucap Aiden.
__ADS_1
"Mana ada, aku gak bawel ya sayang." Ucap Vee.
"Gak bawel apanya, kalau dia seperti aku sudah pasti dia cool sayang." Ucap Aiden, Vee terdiam dan tersenyum.
"Yasudah Varo nanti kalau sudah besar harus cool seperti Daddy ya." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar itu.
"Sayang Axel tadi nganter Tatiana kan?" Tanya Aiden.
"Sepertinya ia, tadi uncle Julian yang minta Axel untuk antar Tatiana." Ucap Vee.
"Axel itu bukan tidak suka Tiana, tapi dia takut kalau Tiana sama seperti mantan nya." Ucap Aiden.
"Hmmm, kamu tahu dari mana?" Tanya Vee.
"Yaelah, mereka kan suka bertengkar sayang." Ucap Aiden.
"Memang kenapa kalau sering bertengkar?" Ucap Vee.
"Itu artinya Axel sedang mencoba untuk membentengi hatinya, agar tidak jatuh cinta kepada Tatiana. Kalau mereka di paksa untuk menikah, nanti seperti kita yang awal menolak namun berakhir dengan memiliki Varo." Ucap Aiden tertawa kecil.
"Ini kan karena kamu yang ngajak makan malam." Ucap Vee.
"Yasudah tidak apa-apa, makan malam yang membuahkan hasil itu namanya." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N***: Hallu gue lancar bener 😌
A: Kok gue enggak ya, kadang suka mogok 😂
N: Udah kek mobil abis bensin mogok segala 😂
A: Nah iya bener, kurang refreshing ini gawe Mulu kaya nya 😂
N: Kasian 🤗
__ADS_1