
Setelah dari rumah orang tuanya Vee pergi ke kantor Aiden, ia melihat para karyawan yang berlalu lalang di perusahaan milik suaminya.
Karena memang saat Vee sampai ini masih jam kerja, beberapa karyawan menatap kagum kepada wanita cantik yang terlihat mungil itu.
"Permisi." Ucap Vee, resepsionis menatap Vee dengan sedikit bingung.
"Ya, ada yang bisa saya bantu nona?" Tanya nya sopan.
"Saya ingin bertemu dengan tuan Aiden." Ucap Vee.
"Maaf nona apa anda sudah memiliki janji sebelumnya?" Tanya nya lagi, Vee tersenyum kaku ia belum memiliki janji. Hanya saja Aiden yang meminta nya datang ke kantor.
"Belum." Ucap Vee, resepsionis itu tersenyum tipis.
"Maaf untuk sebelumnya nona, anda bisa kembali saat anda sudah membuat janji dengan tuan muda." Ucap nya lagi,Vee merasa senang karena resepsionis di kantor suaminya terlihat baik dan sopan.
"Hmmmmm, begi_" Ucap Vee terhenti saat tiba-tiba seseorang memeluk pinggang nya.
"Kau sudah datang rupanya." Ucap Aiden, membuat Vee dan resepsionis itu terkejut.
"Kamu, kok ada disini?" Tanya Vee.
"Gadis nakal, ini kantorku sayang kau melupakan nya." Ucap Aiden, Vee tersenyum.
"Bukan itu maksud ku, kenapa kamu tidak berada di ruang kerja kamu." Ucap Vee.
"Aku habis melakukan pertemuan dengan klien." Ucap Aiden, Vee hanya mengangguk saja.
Sebelum pergi Aiden menatap resepsionis nya dan mengatakan, lain kali langsung persilahkan saja Vee untuk ke ruang kerja nya.
Aiden juga tidak lupa mengatakan jika Vee itu adalah istrinya, pengakuan Aiden hari ini membuat para karyawan wanita di kantor nya patah hati.
"Devinisi patah hati satu perusahaan." Ucap resepsionis itu, membuat yang lain tertawa.
__ADS_1
"CK, bener banget. Aku kira tuan muda gak akan ngenalin istrinya." Ucap karyawan A.
"Lah gimana gak di kenalin si orang istrinya lucu gitu, mungil, sopan dan gak sombong." Ucap karyawan B.
"Asli si untuk para model yang berusaha ngejar tuan muda, lebih baik mundur alon-alon aja lah. Percuma aku yang makeup cantik tiap hari aja kaga di lirik." Ucap yang lainnya, karyawan di perusahaan Aiden terkenal baik dan sopan.
Karena mereka tahu untuk masuk ke perusahaan keluarga Abrisham itu tidak mudah, jadi mereka selalu berusaha sekeras mungkin agar bisa bertahan di perusahaan milik Aiden.
Di ruang kerja nya Aiden terlihat sedang duduk dan menyandarkan kepalanya di pundak Vee, Aiden akan selalu manja jika sudah berdekatan dengan istrinya.
"Aiden selesaikan dulu pekerjaan kamu, nanti baru santai-santai." Ucap Vee.
"Aku malas sayang, aku hanya ingin bermanja kepadamu." Ucap Aiden, Vee menghela nafasnya.
"Kalau kamu malas nanti yang kasi aku uang buat belanja siapa, dan nanti kalau punya anak nih ya anak nya minta jajan gimana." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mendengar celotehan istrinya.
"Hei, tidak bekerja sehari tidak akan membuat suami tampan kamu bangkrut sayang. Tenanglah aku sudah mempersiapkan semuanya untuk anak dan istriku." Ucap Aiden, Vee tersenyum lalu mengusap kepala Aiden lembut.
"Bagaimana tadi di rumah papi?" Tanya Aiden, yang tahu jika mami dan saudara tiri istrinya itu tidak pernah menyukai Vee.
"Mereka gak nyakitin kamu kan." Ucap Aiden khawatir.
"Enggak kok, lagian kalau mereka macam-macam kan bisa aku lawan juga." Ucap Vee, Aiden mengangguk ia mempercayai jika Vee bisa menjaga dirinya sendiri.
"Baguslah, awas saja jika mereka berani menyentuh istri aku." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil ia merasa gemas kepada suaminya.
Sambil menunggu waktu makan siang Aiden memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan nya terlebih dahulu, karena ia juga tidak ingin membuat Vee merasa tidak enak. Karena takut jika Vee berfikir kehadiran nya malah membuat Aiden malas bekerja.
Sementara Vee memperhatikan Aiden yang sedang sibuk bekerja, setelah menunggu cukup lama akhirnya jam makan siang pun tiba.
Aiden memutuskan untuk mengajak Vee pergi makan siang di restoran tempat biasa dirinya makan, ia menggandeng tangan Vee seakan menunjukkan kepada dunia bahwa Vee adalah istrinya. Dan Aiden adalah milik Vee, beberapa karyawan ingin sekali berteriak histeris melihat bos nya yang bucin akut itu.
"Gak deh gak salah pilih emang tuan muda mah." Ucap karyawan A.
__ADS_1
"Enggak lah, kalau tuan muda milih gue anggap saja lagi kelilipan." Kekeh karyawan B, percakapan mereka terdengar oleh Vee hingga membuat Vee sedikit malu.
Kini Aiden dan Vee pun sudah berada di restoran, sambil menunggu pesanan datang Aiden meminta Vee untuk menunggu nya sampai pulang kerja. Tentu saja sebagai istri yang baik Vee menuruti keinginan Aiden.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading ππ€ jangan lupa like komen dan vote nya ππ
N**: Aiden mah ah, kan gue jadi bapeureuπ
A: Uun mah ah bapeureu Mulu π
N: Gak apa-apa lah suka-suka gue π
A: Serah Lo dah serah Marni π
__ADS_1
N: πππ*