Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 259


__ADS_3

Sebelum acara selesai Vee dan Aiden lebih dulu pergi ke kamar nya, untuk menemani Varo yang terlihat lelah. Aiden tersenyum manis dan ikut berbaring di samping Vee, lelaki itu memeluk Vee dengan lembut.


"Apakah lelah?" Tanya Aiden.


"Sedikit." Jawab Vee, Aiden tertawa kecil mendengar jawaban istrinya.


"Tidak mau ikut lomba malam pertama?" Goda Aiden, Vee tertawa ia mengingat kejadian saat Alexi menikah.


"Apakah Axel juga akan langsung melakukan malam pertama." Ucap Vee.


"Menurut kamu gimana?" Tanya Aiden.


"Apakah kita juga dulu langsung melakukan nya." Ucap Vee.


"Ah tidak kita tidak langsung melakukan nya." Jawab Aiden.


"Itu dia mungkin Axel dan Tiana juga butuh waktu untuk memulai semuanya." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan mengusap kepala Vee dengan lembut.


"Bagaimana menurut kamu?" Tanya Aiden tiba-tiba.


"Apa?" Jawab Vee bingung.


"Tatian." Ucap Aiden.


"Dia cantik, baik lembut dia lebih seperti_" Ucapan Vee terhenti karena Aiden memotong nya.


"Seperti kamu terlihat lugu namun mematikan." Sahut Aiden, Vee tertawa karena memang Tiana seperti Vee dulu yang diam-diam menyebalkan.


"CK, tapi aku berhasil kan." Ucap Vee.


"Apa." Ucap Aiden.


"Berhasil membuat kamu jatuh cinta sampai kita memiliki Varo." Ucap Vee.


"Tentu saja berhasil karena aku tidak mau menjadi duda dan membuat kamu menjadi janda muda, karena jika itu terjadi anak kita tidak mungkin setampan Varo." Balas Aiden, Vee tertawa dan mengangguk membenarkan perkataan suaminya.


Sementara itu di kamar lain terlihat Alea yang sedang menyiapkan pakaian tidur untuk Alexi, ya semenjak menikah dengan Alea Alexi semakin disiplin.


"Sayang mandi dulu." Ucap Alea.


"Iya sayang." Balas Alexi, lelaki itu membuka jas dan pakaian nya lalu pergi ke kamar mandi.


Alea juga mengganti pakaian nya dengan pakaian tidur, setelah itu Alea naik ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuhnya disana.


"Ahh ini sangat nyaman sekali." Gumam wanita itu, Alea memejamkan matanya sampai tidak menyadari jika Alexi sudah selesai membersihkan tubuhnya.


Alexi memakai pakaian nya dan menindih tubuh Alea yang sedang tengkurap, Alea terkejut dengan kejahilan suaminya.


"Aaa gak bisa nafas aku." Pekik wanita itu.


"Kaya kuda-kuda gini kan kalau kamu ngajakin Varo main." Ucap Alexi, Alea tertawa renyah dengan kelakuan suaminya.

__ADS_1


"Hei Varo masih kecil tentu saja tubuh nya masih enteng, sementara kamu yaampun Alexi butuh kamu berat sekali berasa di tiban kudan*l aku." Teriak Alea, lihat Alea bahkan sudah mulai bar-bar seperti Adelle dan Aleta.


"Hei aku berat karena kamu selalu memintaku untuk makan." Ucap Alexi, kini lelaki itu berbaring di samping istrinya.


"Ya karena aku tidak mau gemuk sendirian." Ucap Alea, Alexi menyentil kening istrinya.


"Nakal." Ucap Alexi, Alea tertawa dan mengecupi kedua pipi Alexi.


"Sayang kita harus mengembang bersama." Ucap Alea, Alexi menggelengkan kepalanya dengan kelakuan Alea.


"Sayang." Panggil Aleta kepada Azka yang sedang duduk di kamarnya.


"Ada apa sayang hmmm." Ucap Azka.


"Aku lapar." Ucap Aleta, Azka mengernyit bukankah tadi Aleta sudah makan.


"Lapar? Bukankah kamu baru saja makan." Ucap Azka.


"Azka itu anak kamu yang makan bukan aku." Ucap Aleta.


"Tapi kan yang memakan nya kamu." Ucap Azka.


"No itu anak kamu buktinya sekarang aku lapar lagi." Ucap Aleta, baiklah Azka sebaiknya kamu segera mengalah sebelum Aleta ngamuk.


"Oke-oke kamu mau makan apa biar aku ambilkan." Ucap Azka.


"Aku mau makan mie ayam." Jawab Aleta dengan mata yang berbinar, Azka tercengang tengah malam seperti ini dimana penjual mie ayam yang masih buka.


"Tapi aku ingin itu Azka anak kamu juga ingin itu." Ucap Aleta.


"Sebenarnya yang ingin mie ayam kamu atau anak aku si ta?" Tanya Azka, lelaki itu bingung bukankah tadi Aleta mengatakan jika yang baru saja makan itu anak nya. Bagaimana bisa janin yang masih di dalam perut makan begitu banyak.


"Aku dan anak kamu." Ucap Aleta.


(Anak Azka dan Aleta be like: Aku Mulu yang di bawa-bawa, lahir aja belum sudah di fitnah sama mami sendiri mensedih.)


"Yang lain saja aku tidak bisa mencari mie ayam malam-malam seperti ini." Ucap Azka, Aleta mengerucutkan bibirnya membuat Azka menghela nafasnya dan mengangguk pasrah.


"Baiklah aku akan keluar untuk mencari mie ayam seperti yang kamu inginkan." Ucap Azka.


Aleta mengangguk dan tersenyum manis, ia menatap Azka yang memakai jaket dan keluar dari kamar nya. Itu bertepatan dengan Arka yang juga berada di luar.


"Kamu mau kemana?" Tanya Arka.


"Mau nyari mie ayam Aleta sedang ingin makan mie ayam." Jawab nya, Arka tertawa melihat nasib adiknya.


"CK, ternyata anak kamu lebih meresahkan dari pada Revan ya ka." Ucap Arka.


"Gak usah ngeledek bisa gak, lebih baik temani aku mencari mie ayam." Ucap Azka menarik tangan kakak kembarnya.


"Hei aku tidak mau kau pergi saja sendiri." Ucap Arka.

__ADS_1


"Tidak bisa kamu harus ikut bersamaku anakku itu keponakan kamu bang, nanti kalau gak di turutin ileran memangnya kamu mau punya keponakan ileran." Ucap Azka, Azka menoyor kepala adik kembarnya.


"Kamu jangan menjadikan calon keponakan aku yang belum lahir itu sebagai alat ya, bisa-bisanya itu anak punya bapak kaya kamu." Ucap Arka.


"Sttt jangan banyak protes masuk." Ucap Azka mendorong Arka agar masuk kedalam mobil.


"Bingung saya sebenarnya yang Abang nya itu saya atau kamu, kenapa kamu suka sekali bertindak semaunya." Ucap Arka menggelengkan kepalanya.


"Anak bungsu ni bos gausah macem-macem." Ucap Azka, Arka mendecih mendengar perkataan Azka.


"Anak bungsu palamu pitak, kita lahir saja barengan kok bisa-bisanya ngaku anak bungsu." Ucap Arka, Arka sebenarnya tidak percaya jika Azka adalah adik kembarnya nya.


Apalagi melihat kelakuan Azka tapi Arka tidak bisa memungkiri jika kelakuan Azka ini sama seperti kelakuan papi nya, sudahlah Arka kamu terima saja karena memang kenyataannya Azka ini adik kembar kamu.


"Bang mana gak ada yang jual mie ayam." Ucap Azka.


"Ribet amat si hidup kamu tinggal telpon chef restoran Daddy dan minta di buatkan mie ayam sekarang selesai." Ucap Arka, Azka memberhentikan mobilnya tiba-tiba membuat Arka terkejut.


"Ashhh, ini anak kalau bukan adik sudah saya tendang kamu ka." Ucap Arka.


"Lagian kenapa gak ngomong dari tadi si, ngapain harus muter-muter." Ucap Azka, Arka menggelengkan kepalanya ia lelah jika berdebat dengan Azka.


"Bodoamat mangkanya punya ot*k tuh di pake, pinter nya tentang bisnis doang si heran." Cibir Arka, Azka mendengus mendengar perkataan kakak nya.


Sementara Arka tertawa kecil melihat wajah kesal Azka, ya seperti itulah mereka yang selalu berdebat dan meramaikan suasana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Happy reading ๐Ÿค—๐Ÿ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya ๐Ÿ™๐Ÿ˜Š


N: Author Lo kemana aja sampe baru nongol, keburu lumutan gue nunggu elo๐Ÿ˜ฉ


A: Mon maap kemarin-kemarin ada beberapa kendala yang bikin aku ga up, doain ya biar kedepan nya lancar jaya ๐Ÿ˜


N: Oke-oke semangat ya ๐Ÿค—

__ADS_1


A: Maaciw Uun ๐Ÿค—


__ADS_2