Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 193


__ADS_3

Anes yang sudah tahu rencana ibu tiri Vee pun merasa murka, Anes memutuskan untuk pergi menemui ibu tiri Vee.


Namun sebelum itu Anes pergi ke rumah sakit terlebih dahulu, hari sudah sangat larut dan Anes mengemudikan mobil nya dengan kecepatan tinggi.


Aleta merasa kepalanya pusing karena sejak tadi siang dibawa kebut-kebutan oleh Arka lalu oleh Anes, ia merasa kedua saudara itu memiliki dendam pribadi karena suka sekali membuat Aleta pusing.


Aleta melirik sekilas wajah Anes yang terlihat lelah dan datar, Aleta ingin mengajak Anes makan karena sejak siang Anes belum memakan apapun.


"Nes kamu belum makan, kita makan dulu yuk." Ajak Aleta.


"Gak deh ta, kalau kamu mau makan aku antar kamu ke restoran tapi setelah itu aku langsung pergi ke rumah sakit." Ucap Anes, Aleta mana tega makan sendirian tanpa Anes.


Dalam keadaan seperti ini Aleta merasa bersyukur karena menikah dengan Azka yang tak lain adalah adik sepupu Anes, jadi Aleta bisa menemani Anes seharian karena Azka juga sedang menjalankan misi dari Anes untuk mencari tau tentang mantan kekasih Axel.


"Yasudah kita ke rumah sakit dulu, tapi setelah itu kamu janji harus makan. Nes kamu belum makan apapun sejak siang, kalau seperti ini nanti kamu sakit." Ucap Aleta.


"Kamu tenang saja aku tidak akan sakit Aleta, kamu kan tau aku kuat." Ucap Anes tersenyum tipis.


(Bisa-bisanya kamu tersenyum disaat kamu tidak baik-baik saja nes, aku tau kamu khawatir dengan keadaan Vee. Aku tau kamu str*ss dengan semua yang terjadi, dan disini selalu kamu yang maju paling depan. Masalah matan kekasih Axel yang mencoba mendekati Deandra saja belum selesai, sekarang di tambah masalah ibu tiri Vee yang tega ingin berbuat j*h*t kepada Vee. Kamu kuat Anes, kamu wanita baik aku yakin semua yang smu rencanakan akan berjalan dengan baik.) Batin Aleta.


Kini Aleta dan Anes sudah tiba di rumah sakit milik keluarga nya, Anes turun dari mobil dan langsung berlari kedalam rumah sakit.


Dari kejauhan Anes melihat para keluarga yang masih setia menemani Aiden, lelaki itu menunduk di depan kamar rawat Vee.


Aiden merasa tidak tega melihat Vee yang terbaring tak berdaya, bisanya Vee selalu menemani Aiden di kamar. Bahkan Vee selalu memeluk Aiden saat tidur.


"Mom." Lirih Anes, mom Dea dan semua keluarga menoleh menatap kedatangan Anes dan Aleta.


"Sayang." Ucap mom Dea, merentangkan tangannya agar Anes masuk kedalam pelukannya.


"Kamu lelah nak, kamu pasti lelah." Ucap mom Dea, membuat Anes menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak apa-apa, bagaimana dengan Vee? Bagaimana keadaan nya?" Tanya Anes, mom Dea dan dad Justin saling pandang.


"Vee dan baby nya selamat sayang, hanya saja_" Ucap mom Dea, membuat Anes menatap mommy nya.


"Hanya saja?" Tanya Anes.


"Vee koma dek, keadaan nya sangat lemah." Kali ini Aiden yang bersuara, suara Aiden bergetar membuat hati Anes sakit.


Baru kali ini Anes melihat sisi lemah kakak nya, Anes berjongkok di hadapan Aiden dan menatap wajah sembab kakak nya.


"Kau menangis?" Tanya Anes, wanita itu selalu tidak rela jika ada yang menyakiti kakak nya.


Begitupun dengan Aiden yang tidak akan pernah rela jika ada yang menyakiti Anes, bagi Aiden hanya dirinya yang berhak membuat Anes menangis. Tapi jika orang lain yang membuat Anes menangi, maka Aiden tidak akan pernah menerima semua itu.

__ADS_1


"Tidak." Jawab nya.


"Katakan jika kau marah." Ucap Anes, Aiden menatap Anes dengan heran.


"Ada apa?" Tanya Aiden.


"Katakan jika kejadian ini tidak seharusnya terjadi." Ucap Anes, mommy dan Daddy mengernyit heran.


Apakah Anes sudah menemukan penyebab nya? Apa secepat itu putri tunggal Justin menemukan kebenaran atas kejadian ini.


"Katakan siapa?" Tanya Aiden, yang sudah mengerti apa maksud Anes.


"Katakan kau ingin memb*n*hnya." Ucap Anes, membuat Mae dan Mei terbelalak.


"Siapa?" Teriak Aiden, membuat dad Justin menenangkan putranya.


"Sayang." Ucap mom Dea, wanita itu ikut menenangkan Aiden.


"Anes ada apa nak, apa kamu sudah menemukan penyebab nya?" Tanya Mae lembut.


"Katakan jika kau ingin aku melakukan hal yang sama kak, katakan jika kau ingin orang yang menjadi penyebab dari semua ini merasakan hal yang sama." Teriak Anes, Aiden menatap Anes berapi-api.


Kenapa menjadi Aiden dan Anes yang saling menatap dengan tajam? Bahkan Mae takut jika Aiden dan Anes bertengkar, meskipun itu tidak mungkin tapi Mae dan Mei merasa was-was.


"Katakan Anes." Ucap Aiden, Anes menggelengkan kepalanya.


"Tidak, jangan kotori tanganmu hanya untuk membela aku dan Vee." Ucap Aiden, Aiden menatap Aleta.


"Dimana kedua pelayan Vee?" Tanya nya.


"Mereke berdua berada di rumah sakit bang." Jawab Aleta.


"Dirumah sakit?" Tanya Mae.


"Iya mi, jadi_" Ucap Aleta menjelaskan semuanya, membuat semua keluarga terkejut.


Aiden menatap Anes apakah ini alasan Anes tidak ingin menceritakan semuanya, karena yang menjadi penyebab adalah mertua Aiden yang tak lain ibu tiri Vee.


Aiden berjalan mendekati Anes dan memeluk Anes dengan erat, membuat mommy dan Daddy tersenyum tipis.


"Kamu ingin melakukan semuanya?" Tanya Aiden, Anes mengangguk dalam pelukan kakak nya.


"Bolehkah?" Tanya nya, Aiden tersenyum dan mengecup kening Anes.


"Lakukanlah, apapun yang terjadi nanti percaya aku akan selalu mendukung kamu." Ucap Aiden, Anes mengangguk dan menitihkan air matanya.

__ADS_1


"Hiks... Kau kakak terbaik yang aku miliki." Ucap Anes, Aiden tersenyum tipis.


Meskipun Vee sedang berjuang untuk bangun, tapi Aiden tidak bisa lemah ada anak dan adik-adiknya yang masih membutuhkan Aiden.


"Kau juga adik terbaik setelah Alexi." Goda Aiden.


"Maksudmu Alexi lebih baik dariku begitu." Ucap Anes kesal.


"CK, kalian berdua sama-sama yang terbaik untukku." Ujar nya, semua keluarga tersenyum manis.


"Bolehkah aku melihat Vee?" Tanya Anes, semuanya mengangguk mengijinkan Anes untuk melihat Vee.


Anes berjalan masuk kedalam kamar rawat Vee, Anes berjalan mendekati Vee yang masih memejamkan matanya dengan tenang.


"Hai, tenang sekali tidur kamu Vee." Ucap Anes, ia menggenggam tangan Vee dan mengelus nya.


"Cepat bangun ya, jangan terlalu lama tidur nya. Vee aku menjenguk kamu terlebih dahulu, setelah itu aku akan melihat anak kamu dan bang ai." Ucap Anes.


"Kamu tidak perlu khawatir aku dan keluarga akan menjaga kamu dan baby dengan baik, Vee bangun ya. Kamu kuat kamu tidak lemah aku tahu itu, sekali lagi kita semua sayang kamu dan kita semua ingin kamu bangun Vee." Ucap Anes, setelah itu Anes memutuskan untuk segera keluar.


Mae dan Mei mendekati Anes, karena mom dan Daddy tidak ingin meninggalkan Aiden itu artinya di rumah tidak ada siapa-siapa karena Alexi sudah pasti bersama dengan Axel.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Gue mah ke Anes udah lope-lope dah cius😁*

__ADS_1


A: Kaga nanya guemah 😌


N: Hish, sueee 😂


__ADS_2