Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 33


__ADS_3

Keesokan harinya pagi-pagi sekali Aiden terbangun dari tidurnya ia melihat Vee yang sudah tidak ada di sampingnya, Aiden menggeliat dan duduk bersandar di atas tempat tidur.


"Kau sudah bangun." Tanya Vee, gadis itu membawa teh hijau untuk Aiden.


"Hmmmmm, kau masih memakai pakaian yang kemarin." Ucap Aiden.


"Enak saja aku sudah ganti baju." Dengus Vee, Aiden tertawa kecil.


"Aku mau mandi dulu." Ucap Aiden, Vee pun mengangguk.


Setelah selesai mandi dan sarapan keduanya memutuskan untuk pergi jalan-jalan, karena waktu honeymoon keduanya tidak lama. Itu pula yang membuat Anes sampai turun tangan.


"Kita akan kemana?" Tanya Vee.


"Seperti nya kita akan ke pantai, kau suka pantai bukan." Ucap Aiden, Vee mengangguk dan tersenyum.


Tanpa mereka sadari ada dua orang gadis yang mengintip keduanya di villa lain, Aiden memasuki mobilnya begitupun dengan Vee.


"Kita jalan sekarang." Ucap Aiden.


"Hmmmmm." Balas Vee, setelah mobil yang ditumpangi Aiden menjauh Anes dan Aleta buru-buru menarik koper yang mereka bawa kemarin.


"Anes mereka pasti mengunci pintunya." Ucap Aleta


"Benar sekali, kemana orang itu." Ucap Anes mencari orang kepercayaan Dena.


"Nona apa anda membutuhkan sesuatu?" tanya seseorang membuat Anes dan Aleta terlonjak kaget.


"Buka kan pintu villa Aiden." Ucap Anes.


"Tapi untuk apa?" Tanya nya.


"Kau itu bisa buka saja tidak, ini demi penerus keluarga Abrisham." Ucap Anes, memakai marga sang Daddy.


"Ba_baiklah nona." Jawab nya, setelah pintu berhasil terbuka Anes dan Aleta buru-buru masuk ke kamar Aiden.


Mereka menukar isi koper milik Vee, Aleta dengan cekatan merapikan baju yang dipilihnya kedalam koper milik Vee. Tidak lupa Anes memasukan kedalam lemari yang berisi kaos dan jeans milik Vee.


"Sudah belum ta?" Tanya Anes.


"Sudah nes, tapi ada satu lagi nes gawang harus di bobol malam ini juga." Ucap Aleta, Anes mengernyit heran.


"Benar juga tapi bagaimana caranya?" Tanya Anes.


"Kita buat mereka_" Jawab Aleta.


Di tempat lain Aiden dan Vee terlihat bermain di pantai, Vee begitu cantik saat berdiri di pantai.


Waktu begitu cepat berlalu kini hari sudah mulai gelap, Vee dan Aiden memutuskan untuk kembali ke villa.


Saat keduanya kembali sudah ada makan malam di meja lengkap dengan minuman nya juga, Aiden melewati meja itu begitu saja karena ia ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Setelah Aiden kini Vee yang membersihkan diri, namun ia terlihat begitu terkejut dengan isi lemari dan isi koper nya.


"Apa aku salah membawa koper." Gumam Vee.

__ADS_1


"Rasanya tidak tapi kemana pakaian yang aku bawa kemarin." Gumam nya, Aiden yang merasa sudah lapar masuk untuk memanggil Vee.


"Kamu kenapa lama sekali." Ucap Aiden.


"Pakaian ku hilang." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil.


"Itu apa yang di lemari daun." Ucap Aiden.


"Tidak ini bukan pakaian ku." Ucap Vee.


"Pakai saja apa yang ada jangan ribet." Ucap Aiden, lelaki itu kembali keluar.


Dengan bingung Vee menggunakan salah satu dress, keduanya terlihat seperti sedang makan malam romantis.


"Ayok makan." Ucap Aiden, kini keduanya makan dengan tenang.


Setelah makan Aiden dan Vee memutuskan untuk menikmati suasana malam, dari kejauhan Anes dan Aleta tersenyum penuh kemenangan.


Vee meminum minuman yang disediakan oleh Anes dan Aleta, minuman yang mengandung kadar alk*hol tinggi.


"Kau tahu aku ingin sekali menikah dan memiliki anak." Racau Vee.


"Kau ingin memiliki anak?" Tanya Aiden, lelaki itupun sudah setengah sadar.


"Hmmmmm, aku ingin memiliki anak agar aku memiliki teman jika kau berada di luar rumah." Racau Vee.


"Ah kau benar, kau harus memiliki anak agar tidak kesepian saat aku ada urusan bisnis keluar." Racau Aiden, lagi-lagi keduanya meminum minuman itu.


"Tapi aku belum hamil." Racau Vee, Aiden mendongak menatap Vee.


"Benar kau harus hamil terlebih dahulu, agar kau bisa melahirkan malaikat kecil." Balas Aiden, Vee mendengus dan menatap Aiden dengan kesal.


"Cih, bagaimana aku bisa menyentuhmu jika kau saja tidur menggunakan celana jeans!" Cebik Aiden, keduanya tertawa dengan kekonyolan mereka.


Dari kejauhan Anes dan Aleta masuk kedalam villa yang di tempati nya, karena mereka sudah tidak bisa menahan tawa nya lagi.


"Malam ini aku tidak akan tidur menggunakan celana jeans." Ucap Vee, wanita itu merebahkan kepalanya di atas meja.


"Hmmmmm, benarkah?" Tanya Aiden.


"Ya, karena celanaku hilang semua hilang." Ujar Vee, Aiden bangun dari duduk nya dan mendekati Vee dengan sempoyongan.


"Ayok kita tidur, dan membuat malaikat kecil agar kau memiliki teman." Ucap Aiden, Vee pun mengangguk antusias.


"Aiden, kau yakin ingin memiliki anak?" Racau Vee.


"Tentu saja aku yakin, apalagi anak itu adalah anak dari kamu." Ucap Aiden, lelaki itu melempar tubuh Vee ka atas tempat tidur.


Aiden menatap Vee yang berbaring dengan memejamkan matanya, dengan cepat Aiden men*ndih tubuh Vee dan mel*mat bibir mungil milik istrinya.


Vee yang terbawa suasana membalas setiap perlakuan Aiden, dengan air mata yang mengalir karena ini yang Vee harapkan dari sebuah pernikahan.


Aiden menyentuh b*k*t kembar milik Vee hingga membuat vee melenguh, mendengar suara Vee yang begitu merdu di telinganya tidak menunggu lama Aiden berhasil membuat tubuh Vee polos tanpa benang.


Saat melihat tatapan Vee yang penuh harapan Aiden pun melakukannya, hingga membuat Vee menjerit keras karena sakit yang ia rasakan.

__ADS_1


"Aaaaaaaaaaaa, hiks...hikss.... Sak_it." Lirih Vee, ia mencakar punggung Aiden.


"Tahan sayang ini demi bayi." Racau Aiden.


"Bayi." Racau Vee.


"Hmmmmm." Balas Aiden ia melakukan nya dengan hati-hati dan lembut, Aiden tidak ingin Vee merasa tidak nyaman.


Setelah dua jam bertempur akhirnya Aiden ambruk di atas tubuh polos sang istri, Aiden mengecup kening Vee dengan lembut.


"Terimakasih sayang." Ucap Aiden, keduanya terlelap karena merasa lelah dengan olah raga yang mereka lakukan.


Di kamar lain dua gadis sedang dilema memikirkan kakak dan ipar nya, Anes sampai berkeringat dingin.


"Yang itu Vee kenapa kamu yang keringetan Anes." Kekeh Aleta.


"Ya mereka udah belum ya." Ucap Anes.


"Lah mana aku tahu, dikira aku jadi wasit kali ya." Ucap Aleta.


"Aduh semoga udah deh." Ucap Anes, Aleta bangun dan merangkul pundak Anes.


"Semoga sudah ya nes, ini akan menjadi awal baru dari pernikahan mereka." Ucap Aleta Anes pun mengangguk, kini Anes dan Aleta memutuskan untuk tidur karena sudah merasa mengantuk.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Aaaaaaaaa gue yang baca girang Thor 😂


A: Berhasil Uun🤣


N: Anes dan Aleta aku padamu 🤣🤣🤣


A: Solimi 🤣🤣🤣

__ADS_1


N: Gue tunggu Aiden junior 🤣


A: 😂😂😂*


__ADS_2