
Sesampainya di rumah mom Dea terlihat bingung melihat Vee yang pulang di antar oleh Alea, mom berjalan menghampiri Vee dan Alea kekasih dari putra bungsu nya itu.
"Loh loh ada apa ini, kamu kenapa sayang kok pulang-pulang wajah nya sembab seperti ini." Ucap mom Dea, namun Vee hanya menitihkan air matanya saja.
"Ada apa ini Al?" Tanya mom Dea.
"Alea juga gak tau mom tadi saat ke kantor kak Aiden, aku dan Alexi melihat kak Vee yang berlari keluar sambil menangis." Ucap Alea.
"Ayok sayang kita duduk dulu, setelah itu kamu ceritakan apa yang sebenarnya terjadi." Ucap mom Dea.
"Aku melihat Aiden berpelukan dengan wanita mom." Lirih Vee.
"Alexi berpelukan dengan wanita?" Tanya mom Dea, sontak saja membuat Alea menoleh.
"Hey Aiden mom Aiden kenapa jadi Alexi, Alexi itu calon nya saya Mon maap." Ucap Alea, mom Dea tertawa kecil melihat tingkah Alea. Begitupun dengan Vee yang mencoba menahan tawa nya, Vee tidak menyangka Alea yang terlihat kalem ternyata konyol juga.
"Haha maaf-maaf sayang, mom agak-agak oleng ini." Ucap mom Dea.
"Rada-rada terkejut ya mom." Kekeh Alea, mom Dea mengangguk dan tertawa.
"Benar sekali, Vee kamu tidak salah sayang mom bukan ingin membela Abang. Tapi mom rasa gak tidak mungkin kalau Abang sengaja melakukan itu, mom kenal siapa Abang dan bagaimana Abang nak." Ucap mom Dea.
"Tapi aku melihatnya secara langsung mom." Ucap Vee menatap mata sang mommy.
"Kamu sudah tanya kepada Aiden siapa perempuan itu? Saran mom kamu tanya terlebih dahulu sebelum berasumsi yang tidak-tidak." Ucap mom Dea.
"Apa yang dikatakan oleh mommy ada benarnya kak, ya bukan aku membela si tapi yang namanya wanita kan kebanyakan selalu berpikir negatifnya dulu dari pada positif nya. Jadi lebih baik kakak tanya dan bicarakan dulu dengan kak ai." Ucap Alea, Vee terdiam ia berpikir mungkin saja dugaan nya salah.
"Jadi aku harus bertanya dulu kepada Aiden?" Tanya Vee.
"Engga sayang kamu tanya Mbak aja si dapur, pake nanya lagi ini anak haduh untuk menantu mommy kamu." Ucap mom Dea, Alea tertawa renyah mendengar perkataan mommy dari kekasihnya itu.
...
Malam hari Aiden pulang dari kantor ia langsung mencari keberadaan Vee, Aiden berlari menuju kamar nya. Ia terlihat lega saat membuka pintu dan yang ia lihat adalah Vee yang sedang duduk dengan mengajak Varo bercanda.
"Jagoan nya mommy ganteng banget ini." Ucap Vee.
"Sayang." Panggil Aiden, Vee menoleh menatap suaminya dengan wajah datar.
"Ada apa?" Tanya Vee.
"Aku mau bicara." Ucap Aiden, Vee mencoba menguatkan hatinya semoga yang dikatakan Aiden tidak seperti apa yang ia pikirkan.
Vee bangun dari duduknya dan berjalan menuju tempat tidur, Vee meletakkan tubuh mungil Varo disana. Sementara Aiden lelaki itu menutup pintu kamar dengan rapat.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Vee, dengan mata merah dan berkaca-kaca.
__ADS_1
Lihatlah wanita itu bahkan tidak bisa menahan tangis nya, Aiden mencoba untuk memegang tangan Vee namun Vee menepis nya.
"Jangan pegang-pegang aku." Ucap Vee.
"Sayang jangan seperti ini." Ucap Aiden.
"Lalu aku harus seperti apa? Apa aku harus berbahagia melihat suamiku di peluk-peluk wanita lain." Ucap Vee.
"Itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan sayang." Ucap Aiden, Vee menatap Aiden dengan tajam.
"Lalu seperti apa itu semua jika tidak seperti apa yang aku pikirkan hah?" Ucap Vee, Aiden mengusap wajah nya dengan kasar.
"Sayang ayolah." Ucap Aiden.
"Katakan atau tidak sama sekali." Ucap Vee, Aiden mendekati Vee dan memeluk Vee.
"Lepasin aku gak mau parfum wanita yang menempel di baju kamu, ikut menempel di bajuku juga." Ucap Vee, Aiden merasa jengah ia ingin sekali berteriak tapi Aiden sadar jika istrinya sedang marah.
"Oke maaf." Ucap Aiden, lelaki itu membuka jas dan kemeja nya membuat Vee tercengang karena kini suaminya telanjang dada.
"Sudah." Ucap Aiden, ia langsung menarik Vee kedalam pelukannya.
Vee tertegun karena Aiden memeluk nya dengan erat, seperti orang yang tidak ingin kehilangan.
"Aku dan dia tidak ada hubungan apa-apa sayang, dia teman kuliah aku dulu dan aku tidak tahu bagaimana dia bisa menjadi rekan bisnis aku." Ucap Aiden.
"Enggak Vee bagaimanapun kamu tetap yang terbaik, hanya kamu wanita yang sedang aku perjuangkan saat ini. Jika kamu keberatan dengan dia maka aku akan membatalkan kerja sama nya." Ucap Aiden, Vee membalikan tubuhnya menatap manik mata Aiden.
"Tidak perlu aku tidak ingin membuat kamu kecewa, hanya karena aku kamu sampai membatalkan kerja sama kamu dengan dia." Ucap Vee, Aiden menggelengkan kepalanya.
"Enggak kamu segalanya untuk aku, aku akan melakukan apapun untuk kamu dan Varo." Ucap Aiden.
Vee menatap Aiden kini keduanya saling bertatapan dengan intens, Vee mencari kebenaran dalam tatapan Aiden.
(Apa aku sudah salah paham, jika Aiden dan wanita itu memang ada hubungan Aiden tidak mungkin mau membatalkan kerja sama di antara keduanya. Aiden maafkan aku, aku sudah kehilangan opa, aku juga kehilangan papi kali ini aku takut, takut jika aku harus kehilangan kamu. Hanya kamu dan Varo yang aku miliki sekarang, aku terlalu mencintai kamu.) Batin Vee, Aiden tersenyum dan mengecup kening Vee dengan lembut.
"Maafkan aku karena aku sudah membuat istri cantik aku menangis, nanti aku akan mengajak kamu untuk bertemu dengan nya." Ucap Aiden.
"Untuk apa?" Tanya Vee.
"Agar dia tahu setelah Adelle ada bidadari cantik dan baik hati, yang menemani aku dalam segala keadaan." Ucap Aiden.
"Itu terlalu berlebihan." Ucap Vee.
Cup... Aiden mengecup b*b*r Vee sekilas.
"Itu tidak berlebihan sama sekali, aku ingin mengenalkan istriku apa aku salah?" Tanya Aiden.
__ADS_1
"Tidak kamu tidak salah." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan merengkuh tubuh mungil Vee kedalam pelukannya.
(Maafkan aku yang mengulang keadaan membuat kamu menangis, padahal aku sudah berjanji kepada diriku sendiri tidak akan membuat kamu menangis lagi.) Batin Aiden.
"Tadi wanita nya bilang aku sangat merindukan kamu ai." Ejek Vee, kan benar kan apa yang di khawatirkan oleh Aiden.
"Tidak ada seperti itu." Ucap Aiden.
"Tadi juga aku dengar dia berkata aduh sakit ai kepalaku sakit." Ledek Vee.
"Ya karena itu orang yang mengantarkan makanan untuk aku pergi gitu saja kan." Ucap Aiden, Vee tersenyum tipis.
"Lebih baik pergi si daripada lihat suami di templokin ulat bulu." Ucap Vee, Aiden tertawa gemas kepada istrinya.
Vee dan Aiden saling berpelukan, Vee berharap suaminya tidak akan tergoda oleh wanita manapun Vee tidak ingin melepaskan Aiden untuk saat ini.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Tenang Vee Aiden kaga bakal doyan sama ulat bulu, gatel Vee 😂*
A: Geli ga si 😂
N: Geli ya tinggal di garuk Thor 😂
A: Sini gue garuk pake garpu mau 😂
__ADS_1
N: Kaga Thor maaciw 😂😂😂