
Keesokan harinya Vee terbangun lebih dulu, ia merasa panas karena Aiden tidur dengan memeluk nya. Jika malam Vee tidak bisa tidur jika tidak di peluk oleh Aiden, dipagi harinya ia akan merasa kepanasan.
Vee melepaskan pelukan Aiden dengan hati-hati karena takut mengganggu tidur suaminya, Vee berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Waaaah, perut mommy semakin buncit." Ucap Vee terkekeh kecil.
Ia berendam di bathtub untuk menyegarkan tubuhnya, setelah itu Vee keluar untuk memakai pakaian nya. Saat berjalan Vee melihat Aiden yang sudah terbangun, namun sepertinya Aiden enggan untuk beranjak dari tempat tidur.
"Sudah bangun sayang." Sapa Vee, Aiden mengangguk lemas membuat Vee tertawa kecil.
"Kemari." Ucap Aiden merentangkan kedua tangannya, membuat Vee berjalan mendekati Aiden.
"Hmmmmmm, ada apa Daddy nya baby." Ucap Vee, Aiden memeluk pinggang Vee lalu menelusup kan wajah nya keperut buncit Vee.
"Kesayangan Daddy yang lagi ngontrak di dalam sudah bangun kah?" Tanya nya, Vee tertawa mendengar kata ngontrak.
"Daddy nya kaya doang tapi gabisa beliin tempat tinggal, sampai baby nya harus ngontrak." Goda Vee, Aiden tertawa kecil mendengar perkataan istrinya.
"Baby ngontrak dulu di dalam tapi jangan meresahkan ya, nanti Daddy beliin rumah besar saat baby keluar." Ujar nya, Vee mengelus kepala Aiden lembut.
"Daddy menunggu baby lahir kah?" Ucap Vee, menirukan suara anak kecil.
"Tentu saja, meskipun kamu selalu mengerjai Daddy. Tapi tenang saja, Daddy akan selalu menunggu kamu oke." Ucap Aiden, Vee semakin dibuat gemas oleh kelakuan suaminya.
"Aaaa, baiklah tunggu baby lahir ya Daddy." Ucap Vee, Aiden mengangguk lalu mengecupi perut Vee penuh sayang.
Sementara itu Alexi baru saja keluar dari kamar nya, ia melihat Anes yang juga baru keluar dari kamar nya.
"Al." Panggil Anes, Alexi menoleh menatap Anes.
"Ada apa?" Tanya Alexi, Anes menatap adik kembarnya dengan intens.
"Kamu tahu tidak jika Azka mengakhiri hubungan nya dengan Lolita." Ucap Anes, Alexi mengernyit heran darimana Anes tahu tentang hal itu.
"Tidak, darimana kamu bisa tahu jika Azka mengakhiri hubungan nya dengan Lolita." Ucap Alexi, Anes menghela nafasnya lalu kembali menatap Alexi.
__ADS_1
"Semalam Lolita menelpon Aleta menangis meraung-raung." Ucap Anes.
"Yang di telpon kan Aleta, kenapa kamu juga ikut mengetahui hal ini." Ucap Alexi, Anes kesal lalu memukul tangan adik kembarnya.
"Ish, Aleta ada disini dia menginap disini." Kesal Anes, Alexi hanya ber oo ria tapi seketika ia mengingat kedekatan Azka dan Aleta.
"Kenapa Lolita harus menghubungi Aleta, tidak tahukah dia jika Aleta dan Azka dekat." Ucap Alexi, Anes diam mencerna setiap perkataan Alexi.
"Eh, benar juga kenapa Lolita menghubungi Aleta." Ucap Anes, Alexi memukul tangan Anes.
"Kenapa kamu malah mengulang perkataan aku." Kesal nya, Anes tertawa ia tidak sadar jika dirinya mengulang perkataan Alexi.
"Maaf-maaf, aku tidak tahu." Kekeh Anes.
"Sudahlah lagian kedekatan Azka dan Aleta wajar, kita masih memiliki ikatan saudara." Ucap Alexi santai, Anes mengangguk keduanya tidak ingat jika Aleta dan Azka tidak memiliki ikatan darah.
Setelah selesai sarapan Aleta dan Anes memutuskan untuk langsung pergi ke kantor, dalam perjalanan Anes menatap Aleta.
"Kamu kenapa ta?" Tanya Anes, Aleta menoleh menatap Anes.
"Mana aku tahu, kamu kan tahu ta dari awal aku kurang respect sama Lolita meskipun dia baik." Ucap Anes, benar juga dari awal hanya Anes yang selalu bersikap dingin kepada Aleta.
Ralat bukan hanya Anes tapi ketiga anak mom Dea memang kurang respect kepada wanita itu, Aleta menatap Anes dengan dalam.
"Kamu kenapa gak respect kepada Lolita?" Tanya Aleta, Anes menghela nafasnya.
"Entahlah, aku merasa Lolita terlalu berlebihan. Dia terlalu merasa jika Azka adalah miliknya, padahal dia tahu aku dan Azka saudara." Ucap Anes, Aleta mengangguk mengerti memang hanya Aleta yang dekat dengan Lolita.
"Hmmmmmm, aku hanya tidak percaya ternyata lelaki yang terlihat sangat mencintai bisa menyakiti." Ucap Aleta, Anes tersenyum tipis lalu menoleh.
"Lelaki tidak akan meninggalkan tanpa sebab ta, mungkin ada masalah di antara mereka yang sudah tidak bisa di perbaiki." Ucap Anes.
"Contohnya?" Tanya Aleta, Anes tertawa kecil.
"Contohnya suatu kebohongan atau penghianatan, atau mungkin Lolita melakukan kesalahan yang membuat Azka kecewa. Kamu tahu kan Azka bukan tipe lelaki yang mudah mengambil keputusan, dia selalu memikirkan keputusan nya dengan baik." Ucap Anes, Aleta mengangguk.
__ADS_1
"Benar juga, apalagi selama ini Azka terlihat begitu mencintai Lolita." Balas Aleta, Anes mengangguk.
"Hmmmmmm, setiap masalah dalam hubungan bisa di selesaikan terkecuali penghianatan. Karena itu sudah melibatkan orang lain di dalam nya." Ucap Anes, Aleta mengangguk dan bertanya kepada Anes.
"Jika nanti pasangan kamu berbohong atau berkhianat mana yang akan kamu maafkan, kebohongan atau penghianatan?" Tanya Aleta.
"Tentu saja kebohongan, aku akan memaafkan kalau dia berbohong asal untuk kebaikan. Aku tidak bisa memaafkan orang yang sudah berkhianat ta, karena aku tidak ingin ada orang lain dalam hubungan ku." Ucap Anes, Aleta mengangguk pantas saja Anes selalu menjaga jarak dengan setiap orang.
Aleta juga salut karena Anes selalu memiliki prinsip dalam hidup nya, Aleta akan mencontoh Anes. Ingat Aleta jangan mudah terpengaruh oleh orang, karena itu hanya akan menjerumuskan kamu.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Oke hari ini tema nya Anes lagi bijak 😂*
A: Solimi nya ketinggalan di rumah Uun 😂
N: Bisa-bisanya Thor 😒
A: 😂😂😂 ambil sisi positif nya oke 😊
N: Ngokhey 😁
__ADS_1