Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 216


__ADS_3

Di ruang kerja nya Axel duduk di hadapan Julian dan Alexi, Alexi masih menahan tawa melihat Axel yang terpergok oleh papi nya.


"Mesra-mesraan kok di ruangan terbuka, bisa di ruang kerja kan." Ucap Julian, membuat mata Axel membulat sempurna.


"Siapa yang mesra-mesraan si Pi?" Tanya Axel.


"Ya kamu memang nya siapa lagi, papi? Papi kalau mesra-mesraan di kamar sama mami mu." Ucap Julian, Axel menggelengkan kepalanya sementara Alexi tertawa kecil.


"Tertawa saja terus tertawa bukannya nolongin malah ngetawain." Kesal Axel.


"Lah aku kan tahu situasi dan kondisi, takutnya kamu sedang ingin berdekatan dengan Tiana kan." Ucap Alexi.


"Ini apa si kenapa semua orang jadi gak jelas gini." Sengit Axel.


"Jangan judes-judes xel jatuh cinta baru nyahok kamu." Ucap Julian, Julian mengingat kisahnya dulu dengan Mae mami nya Axel.


Dulu Julian dan Mae selalu bertengkar meskipun hanya karena hal kecil, sampai pada akhirnya Julian berhasil di taklukkan oleh Mae.


"Yasudah apa yang sebenarnya ingin papi katakan, dan kenapa harus bersama dengan Alexi?" Tanya Axel.


"Jadi begini mami kamu sepertinya sangat menyukai gadis itu, lagian dari kalian di rumah sakit juga dekat-dekat mulu apa salahnya jika kamu mencoba untuk bersama dia." Ucap Julian membuat Axel terkejut.


"Papi bercanda nih pasti." Ucap Axel.


"Enggak untuk apa papi bercanda, lagipula satu Minggu lagi itu acara lamaran nya Alexi dan Alea nah bisa kan setelah Alexi kamu yang menikah." Ucap Julian.


"Pi ini apa si gak aku gak mau." Ucap Axel.


"Harus mau." Ucap Julian.


"Kalau begitu papi saja yang menikahi dia." Ceplos Axel.


"Hei kamu mau mami di rebus mami mu, bisa-bisanya nyuruh papi nikah lagi. Ingat mami mu aunty kesayangan Anes, menyakiti mami kamu sama saja menyerahkan diri kepada Anes." Ucap Julian, saat Anes takut kepada sosok Julian ternyata lelaki itu juga takut kepada Anes yang berstatus sebagai keponakan perempuan satu-satunya untuk Julian.


"Ya bagus dong bila perlu papi di sandra saja sama Anes gak apa-apa aku ikhlas kok." Ucap Axel, membuat Alexi sakit perut melihat perdebatan anak dan papi ini.


"Anak kurang asem, papi laporin Aleta kamu ya nyuruh papi nikah lagi." Ucap Julian.


"Salah siapa nyuruh aku menikahi Tiana, ingat Pi Tiana itu berbeda jauh dengan aku." Ucap Axel, Julian menatap Axel begitupun dengan Alexi.


"Apa maksud kamu berbeda jauh? Maksudnya Tiana hanya seorang cleaning servis dan kamu CEO gitu?" Ucap Julian, Axel diam kini Julian tahu apa yang dimaksud oleh putranya.


"Aku tidak perlu menjelaskan kan Pi." Ucap Axel.


"Sudah papi duga menjalin hubungan beberapa tahun dengan wanita itu membuat sikap kamu banyak berubah, siapa yang mengatakan jika kalian berbeda? Tidak ada yang membedakan antara kalian hanya kamu laki-laki dan dia perempuan." Ucap Julian, Axel bungkam memang mantan kekasih Axel itu selalu membawa Axel ke lingkungan atas . Sebut saja lingkungan orang berada.

__ADS_1


"Axel Tiana itu sama seperti kita manusia tidak ada yang membedakan, dia makan nasi dan kita juga makan nasi. Kalau kamu memandang Tiana dari status sosial, harusnya kita malu kepada Tiana dia wanita yang lahir dari keluarga sederhana tapi bisa bertahan hidup dan bekerja keras untuk membiayai mama nya. Sementara kita yang sudah terlahir seperti ini sejak dulu, kita tidak merasakan apa yang Tiana rasakan." Ucap Alexi, meskipun Alexi suka mengejek Tiana tapi ia tidak pernah berpikir jika Tiana berbeda jauh dengan nya.


"Papi tidak ingin kamu memiliki pemikiran seperti ini lagi, di keluarga kita tidak ada orang yang merendahkan pekerjaan atau kehidupan orang lain." Ucap Julian.


"Maafkan aku pi." Ucap Axel.


"Papi jadi semakin yakin jika kamu memang harus mendapatkan wanita seperti Tiana, wanita yang bisa mengajarkan kamu hidup sederhana." Ucap Julian.


"Pi enggak gitu maksudnya." Ucap Axel.


"Kamu selesaikan tugas ini, nanti kita bicarakan lagi tentang Tiana dengan mami dan dad Justin." Ucap Julian, ia memberikan sebuah berkas kepada Axel.


Setelah itu Julian pergi dari kantor putranya, sementara Alexi lelaki itu duduk bersandar di sofa.


"Kenapa harus Tiana si." Kesal Axel.


"Hati-hati El nanti malah kaya bang ai, niat hati menolak pernikahan lah ujungnya bucin juga." Goda Alexi.


"Kamu juga sama menyebalkan nya dengan papi." Kesal Axel, Alexi tertawa lalu bangun dari duduknya.


"Siap-siap di sidang Daddy dan mommy." Ucap Alexi menepuk pundak Axel, Axel menatap kesal Alexi yang pergi begitu saja.


...


Di perusahaan milik Aiden terlihat seorang wanita yang berjalan menuju meja resepsionis, resepsionis Aiden menatap wanita yang pernah dilihatnya saat itu.


"Saya mau bertemu dengan Aiden apakah dia ada di kantor." Ujar nya.


"Mohon maaf sekali nona tuan Aiden sedang keluar dari kantor." Jawab resepsionis itu.


"Apa sudah lama pergi nya?" Tanya nya.


"Tidak nona mungkin batu lima belas menit yang lalu." Jawab nya lagi, wanita itu terdiam membuat resepsionis menatap nya heran.


"Apa ada pesan yang ingin disampaikan untuk beliau?" Tanya resepsionis itu.


"Ah tidak terimakasih, kalau begitu saya permisi dulu." Ucap nya, resepsionis itu mengangguk dan wanita itupun langsung pergi dari kantor Aiden.


"Dia siapa?" Tanya Arka menghampiri resepsionis.


"Oh itu tamu nya tuan Aiden." Jawab nya.


"Aiden punya tamu cewek?" Tanya nya.


"Kurang tahu saya, tapi yang saya tahu nona itu rekan bisnis tuan Aiden." Jawab nya.

__ADS_1


"Oh, sekarang Aiden nya mana?" Tanya Arka lagi.


"Sedang pergi katanya si mau bertemu dengan nona Anes." Jawab nya, Arka berpikir dan menatap resepsionis itu.


"Kenapa tidak kamu katakan saja ke wanita itu jika Aiden sedang menemui seorang wanita." Ucap Arka, resepsionis itu tertawa kecil Arka memang suka sekali bercanda.


"Mana berani saya tuan." Ujar nya tertawa kecil.


"Gak usah takut Aiden tidak akan pecat kamu, kalau dia marah sama kamu bilang saja kepada Vee yakin Aiden tidak akan marah lagi." Ucap Arka tertawa kecil.


"Ngarang tuan ini." Ucap resepsionis itu.


"Yasudah saya pergi ya Aiden nya saja tidak ada." Ucap Arka.


"Iya tuan." Jawab nya sopan.


Arka pergi dari kantor Aiden ia berjalan ke parkiran dan melihat wanita itu masih ada di parkiran, Azka mengernyit heran kenapa wanita itu seperti ingin sekali bertemu dengan Aiden.


Dan Aiden tumben sekali dia menemui Anes ada apa sebenarnya, ah Arka lupa apapun yang terjadi kepada Aiden Anes pasti sudah mengetahui nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Axel benar-benar duplikatan Julian gak si 😂*


A: Iya kayak nya selain muka yang sama, kelakuan juga beda-beda tipis 😂


N: Lucu tapi 😂

__ADS_1


A: Semua aja lucu 😌


N: 😂😂😂


__ADS_2