Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 243


__ADS_3

Setelah selesai mandi ponsel Alea berdering menandakan panggilan masuk, Alea meraih ponselnya dan melihat nama si penelepon.


Tanpa menunggu lama Alea menjawab panggilan telepon dari suaminya, prasaan Alea juga mulai merasa tidak enak.


***Panggilan telepon


Alexi**: Hallo sayang*.


Alea: Iya ada apa?


Alexi: Kamu sedang dimana?


Alea: Aku sedang di kamar baru selesai mandi.


Alexi: *Sayang papi nya Vee meninggal.


Alea tercengang mendengar kabar tidak baik dari suaminya, Alea berpikir bagaimana Vee jika tahu tentang ini*.


Alea: Kamu serius?


Alexi: *Serius sayang, aku sudah menghubungi mommy, Daddy dan keluarga yang lainnya.


Saat Alea akan membalas perkataan suaminya tiba-tiba saja Alea mendengar suara seseorang menjerit keras, Alea menatap pintu kamar nya*.


Alea: Al sepertinya kak Vee sudah tahu itu, aku mendengar dia menjerit.


Alexi: Kamu temui Vee dan tenangkan dia ya, semua orang akan datang kesini.


Alea: Iya-iya, aku matikan telepon nya ya.


Setelah panggilan telepon terputus Alea langsung berlari keluar dari kamarnya wanita itu berdiri di ambang pintu kamar Vee, Alea melihat mommy yang sedang memeluk Vee.


"Mom." Panggil Alea, mom Dea menoleh menatap Alea yang berjalan mendekati nya.


"Sayang." Ucap mom Dea.


"Kak." Panggil Alea,Vee menangis histeris dalam pelukan mommy nya.


"Papi hiks... Papi kenapa pergi Vee sudah tidak punya siapa-siapa lagi." Jerit nya, mom Dea menangis dan memeluk erat tubuh Vee.


"Sayang kamu tidak sendirian nak ada mommy, Daddy, Alea, Alexi, Aiden, Anes kamu tidak sendiri Vee." Ucap mom Dea.


"Mom kenapa papi jahat, dulu saat mami masih ada papi selalu bilang tidak akan meninggalkan aku. Tapi kenyataannya papi sering meninggalkan aku, bahkan sekarang papi pergi untuk selamanya." Ucap Vee, mom Dea dan Alea meneteskan air matanya.


"Vee tenang ya sayang, Vee harus kuat kita kerumah papi sekarang ya nak." Ucap mom Dea, Vee terdiam air matanya terus menetes.


"Mom bagaimana dengan Varo?" Tanya Alea.

__ADS_1


"Varo kita ajak saja sayang, kamu gak apa-apa kan kalau gendong Varo." Ucap mom Dea, Alea mengangguk.


"Mom ayok." Ajak dad Justin.


"Iya dad, ayok sayang yok pelan-pelan." Ucap mom Dea, Vee berjalan dengan di tuntun oleh mommy nya.


Selama perjalanan Vee terus saja menangis, ia tidak perduli bagaimana perlakuan papi nya dulu. Mom Dea duduk di samping dad Justin yang sedang mengemudi, dengan memangku tubuh mungil Varo. Sementara Alea duduk di kursi belakang bersama dengan Vee.


"Kak." Panggil Alea,Vee mengusap air matanya dan menatap Alea dengan tersenyum manis.


Melihat Vee yang berusaha untuk tersenyum, membuat Alea tidak tega. Alea tahu ada rasa sakit yang sangat besar.


"Sini aku peluk." Ucap Alea, Vee memeluk Alea dengan terisak.


"Hiks...hiks..." Isak tangis Vee, dad Justin mengingat dulu saat ia menikahkan Vee dan Aiden.


Semua orang sangat bersedih karena kejadian ini, sesampainya di rumah keluarga Vee wanita itu melihat bendera kuning yang terpasang di depan gerbang rumah nya.


Hati Vee semakin hancur saat mengingat jika di rumah itu juga mami nya merenggut nyawa, kini papi nya yang pergi.


Vee keluar dari mobil dan berlari sementara Aiden yang melihat Vee, ia mencoba untuk memeluk Vee.


"Papi." Teriak Vee, di depan pintu utama Aiden berdiri dan berhasil memeluk tubuh istrinya.


"Sayang hey." Lirih Aiden, suara laki-laki itu juga terdengar sedikit lirih.


"Papi jangan tinggalin Vee, Vee dan Varo masih butuh papi." Ucap Vee meraung, beberapa orang yang melayat meneteskan air matanya saat melihat Vee yang meraung dalam pelukan Aiden suaminya.


"Lepas aku ingin memeluk papi, aku tahu papi hanya tidur kan. Pi Vee disini Vee datang untuk papi." Histeris nya, melihat Vee yang seperti itu siapa yang bisa tahan.


"Vee tenangkan diri kamu nak." Ucap mom Dea.


"Papi jahat, kenapa papi selalu ninggalin Vee." Lirih Vee, tubuh Vee mulai melemas dan terduduk di lantai.


Vee menatap papi nya yang terbaring kaku disana, air matanya terus mengalir deras di pipinya.


"Sayang sabar ya istri aku kan wanita yang kuat, papi juga pasti bangga punya anak seperti kamu." Ucap Aiden, Vee menatap Aiden dan Aiden juga menatap Vee.


"Kenapa?" Tanya Vee, Aiden sedikit mengernyit heran.


"Apa." Balas Aiden.


"Kenapa semua orang yang aku sayang pergi meninggalkan aku Ai kenapa." Lirih Vee, Aiden menangkup wajah cantik Vee.


"Sayang mereka tidak pergi meninggalkan kamu, mereka masih tetap ada di samping kamu." Ucap Aiden.


"Tapi aku tidak akan bisa melihat mereka lagi Aiden, apa kamu juga akan seperti mereka yang meninggalkan aku?" Lirih Vee, Aiden menggelengkan kepalanya dan menempelkan kening nya dengan kening Vee.

__ADS_1


"Aku sayang kamu, aku cinta kamu Vee. Aku tidak akan meninggalkan kamu, aku akan selalu ada untuk kamu." Ucap Aiden, air mata Vee semakin deras.


"Hiks.... Tapi papi meninggalkan aku." Lirih Vee.


"Kamu tahu cepat atau lambat setiap orang pasti akan kembali kepada penciptanya, sekarang papi kembali lebih dulu." Ucap Aiden, Vee menunduk dan Aiden memeluk tubuh istrinya.


"Jangan tinggalkan aku Aiden." Lirih Vee, saat Aiden sedang memeluk Vee masuk beberapa mobil lagi ke pekarangan rumah Vee.


Semua orang menatap siapa yang datang, mereka tertegun saat melihat keluaga Aiden yang datang. Dan yang semakin membuat mereka tertegun saat melihat Dean keluar dari mobil, dan membuka pintu mobil untuk istrinya.


"Vee." Panggil Mae dan Mei.


"Aunty, aunty maafin papi ya kalau papi punya salah. mommy dan Daddy juga aku mohon maafin papi nya Vee." Lirih wanita itu.


"Vee papi kamu tidak ada salah kepada kami, papi kamu orang yang baik." Ucap Mei dan Mae.


Saat sudah tiba waktunya kini papi Vee pun akan di makamkan di samping makam mami Vee, Vee menatap makam mami dan papi nya.


"Mi, Pi selamat akhirnya kalian bisa bersama lagi, aku harap kalian bahagia. Jangan khawatirkan aku, aku janji aku akan selalu baik-baik saja." Lirih Vee, setelah dari pemakaman Vee dan keluarga Aiden kembali ke kediaman Vee.


Mereka akan menemani Vee beberapa hari di rumah itu, namun tidak dengan Anes ia akan pulang nanti sore.


"Kamu kuat ya Vee, aku tahu kamu wanita yang kuat. Ingat jangan larut dalam kesedihan, karena itu akan membuat papi kamu ikut bersedih." Ucap Anes, Vee memeluk Anes karena wanita itulah yang selalu memberikan semangat kepada Vee dari pertama kali Vee datang kerumah Abrisham.


"Ya, aku janji aku akan baik-baik saja." Ucap Vee, Anes tersenyum dan mengusap punggung Vee.


"Aku tahu itu." Ucap Anes, Vee ikut tersenyum mungkin apa yang dikatakan Anes benar Vee tidak boleh larut dalam kesedihan nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Semangat Vee, banyak orang yang sayang sama kamu. Kamu tidak sendirian kok 🤗*

__ADS_1


A: True keluarga Abrisham dan Artadinata bejibun Vee, jadi jangan takut kesepian ,😁


N: Nah kan bejibun Vee tenang 😂


__ADS_2