
Dua hari berlalu hari ini Vee dan Adelle memutuskan untuk berjalan-jalan ke mall, kedua emak-emak itu merasa bosan berada di rumah terus karena suami mereka yang sibuk bekerja.
"Sayang kamu jadi pergi dengan Adelle?" Tanya Aiden.
"Jadi sayang, nanti Adelle akan kesini jadi kita berangkat nya barengan." Ucap Vee, wanita itu menyiapkan perlengkapan baby nya.
"Perlu aku antar?" Tanya Aiden, menatap istrinya yang kini berdiri di depan Aiden.
"Enggak usah sayang kan nanti aku sama mbak, sama supir juga jadi kamu gak perlu khawatir." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan mengecup kening Vee dengan lembut.
"Yasudah kita turun sekarang kaya Arka dia yang akan antar Adelle kesini." Ucap Aiden, Vee mengangguk sementara Aiden lelaki itu mengambil alih tubuh mungil Varo dan menggendong nya.
"Ayok." Ajak Vee.
"Sudah?" Tanya Aiden.
"Sudah sayang." Jawab Vee.
"Perlengkapan Varo sudah?" Tanya nya, Vee mengangguk dan tersenyum manis.
"Sudah kok, ayok turun Adelle sudah sampai katanya." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan menggandeng tangan Vee.
Saat Aiden dan Vee menuruni anak tangga, bertepatan dengan Azka dan Adelle yang berjalan masuk kedalam rumah.
Alexi mengernyit heran melihat dua pasang suami istri yang terlihat rapi, tunggu kalau Aiden akan pergi dengan Vee itu tidak mungkin karena Aiden sedang ada pekerjaan di kantor nya.
"Ada apa nih kompak amat." Ucap Alexi.
"Aku mau jalan-jalan keluar." Jawab Vee, Alexi mengernyit heran.
"Sama Adelle?" Tanya Alexi.
"Hmmm, sama Adelle." Jawab Vee.
"Woow rame sekali." Ucap Axel yang tiba-tiba muncul, hal itu membuat Aiden dan Arka merasakan aura tidak baik.
Perasaan mereka menjadi tidak enak karena Axel adalah orang yang ceplas-ceplos, tapi mereka tidak pernah mengambil hati perkataan dan candaan dari keluarga nya atau saudara-saudaranya.
"Ngapain kamu kesini?" Tanya Arka.
"Yee suka-suka lah memang nya kenapa kalau aku kesini." Ucap Axel.
"Ya gak apa-apa si." Ucap Arka
"Yasudah no comen kalau begitu." Ucap Axel, lelaki itu menatap Adelle dan Vee yang terlihat sudah rapi.
"Kamu mau kemana Vee?" Tanya Axel, kan tukang kepo mulai nanya-nanya.
"Katanya Vee dan Adelle akan pergi jalan-jalan El." Ucap Alexi, Axel menatap kedua wanita itu.
"Apakah ini yang dinamakan mantan dan istriku baik-baik saja bang." Ucap Axel kepada Aiden, Alexi dan Arka tertawa sementara Vee dan Adelle malah terlihat bangga karena bisa dekat dan saling menyayangi.
__ADS_1
"Salah judul El." Ucap Alexi, Axel mengernyit heran.
"Apa dong harusnya." Ucap Axel.
Ini harusnya pemeran utama Arka dan Adelle si." Ucap Alexi.
"Nah benar jadi gini kan, istriku bersahabat dengan istri dari mantan selingkuhan nya. Duaaarrr langsung melonjak dah ranting nya." Ucap Axel, semua orang tertawa termasuk Vee dan Adelle.
"Bisa diam tidak disini yang ternistakan itu saya yang menjadi selingkuhan nya." Ucap Aiden, Adelle dan Arka tertawa.
"Bisa aja tukiem nyari selingkuhan gak kaleng-kaleng, pacar anak sultan lah selingkuhan nya kaga kalah sultan mana serbuk berlian semua." Ucap Axel, Adelle mengibaskan rambutnya dengan bangga.
"Ye kan ngimbang aku dulu model." Ucap Adelle, Vee tertawa dan menepuk pundak Adelle.
"Tetap saja kalah saing ya kan, kamu mah di pacarin doang dinikahin kaga." Ceplos Vee, Axel tertawa terbahak-bahak.
"Siapa yang ngajarin Vee pake kata-kata mutiara woy." Ucap Axel.
"Noh." Tunjuk Aiden kepada Adelle.
"Kok aku?" Tanya Adelle.
"Siapa lagi kalau bukan kamu, Anes dan Aleta." Ucap Aiden, merekapun tertawa.
"Jadi khawatir saya." Ucap Alexi.
"Kenapa?" Tanya Axel.
"Nular si kaya nya." Ucap Aiden.
"Ayok ah kita pergi keburu siang nanti." Ucap Vee, akhirnya merekapun pergi dan tidak sarapan pagi dulu.
Karena mom Dea sedang tidak ada di rumah, dalam perjalanan Adelle menatap Vee wanita yang duduk di sampingnya itu benar-benar tulus berteman dengan Adelle.
"Kira-kira Anes lagi sibuk gak ya." Ucap Adelle.
"Kaya nya sibuk deh, soalnya yang aku dengar Anes sedang pergi ke luar pulau." Ucap Vee.
"Hmmm, lama banget gak ketemu dia." Ucap Adelle.
"Iya si, kangen banget pokoknya kalau Anes pulang kita harus kumpul-kumpul." Ucap Vee.
"Harus banget si, oiya Vee nikahan Alexi kapan ya." Ucap Adelle.
"Gak tau si aku dell soalnya Alexi masih ngurus semua persiapan nya." Ucap Vee, Adelle mengangguk.
"Kemarin ada berita katanya Alea bertengger dengan Alia." Ucap Adelle, Vee menoleh dan menatap Adelle.
"Iya sampai masuk berita ya." Ucap Vee.
"Gimana gak masuk berita si Vee orang si Alia nyerang Alea, yang notabene nya anak bungsu tuan Xavier." Ucap Adelle
__ADS_1
"Kesel gak si Delle yaampun rasa ingin aku tenggelamkan ibu hamil yang satu itu." Ucap Vee.
"Aku kalau jadi Alea ya sudah aku dorong itu Alia, lagian dia kan lagi hamil tuh sekali dorongan aja pasti udah gelinding Vee." Ucap Adelle, Vee tertawa gelinding gak tuh.
"Heh, dikira bola kali main gelinding aja." Uco Vee, Delle tertawa kecil mendengar perkataan Vee.
Di tempat lain terlihat Haris yang duduk di hadapan tuan Xavier, papa kandung dari Alea itu menatap Haris dengan kecewa.
"Disini papa mau berbicara to the point saja dengan kamu Haris, apa maksud kamu meminta Alexi untuk membatalkan pernikahan nya dengan Naura?" Tanya tuan Xavier, Naura adalah panggilan keluarga untuk Alea.
"Pa aku hanya ingin yang terbaik untuk Naura pa." Ucap Haris, tuan Xavier menggelengkan kepalanya.
"Yang terbaik untuk Naura itu menurut kamu seperti apa? Menjadikan Naura istri kedua kamu begitu?" Ucap tuan Xavier, Haris menatap tuan Xavier dengan rasa percaya dirinya.
"Pa aku menyayangi Naura pa, aku bisa menjaga Naura melebihi dari Alexi menjaga dia pa." Ucap Haris, tuan Xavier tersenyum sinis menatap Haris.
"Kamu meninggalkan Naura karena Alia kan, kamu memilih menikahi Alia karena Alia menjanjikan jika dia akan membantu perusahaan orang tua kamu. Dan saya menyetujui itu karena pada saat itu Alia mencoba untuk bun*h diri, kamu tidak percaya jika Naura putri saya bisa melakukan hal yang lebih dari pada yang dilakukan oleh Alia." Ucap tuan Xavier, Haris menunduk dalam.
"Maafkan saya pa saya menyesal." Lirih nya.
"Menyesal kata kamu? Setelah kamu mengh*ncurkan kebahagiaan Naura kamu bilang menyesal, dan kamu ingin melakukan itu dua kali dengan meminta Alexi membatalkan pernikahan nya dengan Naura. Kamu pikir bagaimana jika Alia tahu semua ini, dia sedang hamil anak kamu haris." Ucap Tian Xavier.
"Pa." Panggil Haris.
"Kamu sudah membuat kedua putri saya saling memb*nci, kamu tahu ini berat untuk saya. Kamu tahu saya sayang Alia dan saya sangat menyayangi Naura, kamu tahu posisi saya dan mama berat saat ini. Jika saya mengetahui kamu menyakiti kedua putri saya, maka saya tidak akan segan-segan melempar orang tua kamu untuk menjadi gel*ndng*n!" Tegas tuan Xavier, membuat Haris tercengang ia tidak bisa membayangkan bagaimana orang tuanya.
Kemewahan yang saat ini dimiliki oleh Haris memang dari perusahaan yang ia miliki, namun dibalik itu pemilik saham terbesar di perusahaan itu adalah tuan Xavier.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Axel dan Vee ngomong nya gak pake filter 🤣*
A: Trobos aeee lah 😭
N: Untung gak ada yg baperan 😂
A: Gak ada dong 😂
__ADS_1
N: Mantap 😂😂😂