
"Aku akan menunggu kamu disini." Ucap Alea, kedua orang tuanya terdiam dan berpikir apakah mereka salah sudah menikahkan putrinya dengan Alexi? Tapi mereka merasa Alexi adalah laki-laki yang tepat untuk putrinya.
Selama ini mereka tak pernah mendengar Alea mengeluhkan sikap Alexi yang tidak baik, justru yang mereka dengar adalah putrinya begitu bahagia bersama dengan Alexi.
Berbeda dengan Alia yang selalu mengeluh dan menangis karena sikap Haris yang selalu menyakiti nya, setelah kepergian Alexi mama dan papa mengajak Alea masuk kedalam rumah nya.
"Bagaimana kabar kamu sayang? Kamu baik-baik saja kan Alexi tidak menyakiti kamu kan." Ucap mama, kini Alea duduk di sofa di tengah-tengah mama dan papa nya.
"Apakah orang seperti Alexi akan tega menyakiti istrinya? Ma aku baik-baik saja bukankah mama melihat bagaimana dia mengkhawatirkan aku." Ucap Alea, mama dan papa pun mengangguk membenarkan perkataan Alea.
"Maafkan mama dan papa yang membuat kamu tidak nyaman, maaf juga karena Alia selalu menyakiti kamu dengan semua perkataan nya." Ucap mama.
"Ma bisakah mama jangan terus meminta maaf atas namanya, aku tidak butuh maaf yang keluar dari mulut mama. Jika dia ingin minta maaf maka biarkan saja dia sendiri yang minta maaf, mama gak salah apa-apa sama aku ma." Ucap Alea.
"Naura tapi mama gagal mendidik Alia sampai dia bersikap seenaknya kepada kamu." Ucap mama.
"Aku tidak peduli itu karena aku sudah bahagia dengan kehidupan ku sekarang, aku bahagia dengan suamiku jadi biarkan dia seperti itu. Jangan buat dia semakin membenci aku ma, aku_aku sedang mengandung sekarang." Ucap Alea, mama terdiam dan menatap perut Alea yang sudah membuncit.
"Kamu sedang mengandung cucu kami nak?" Tanya papa, Alea mengangguk dan memegang tangan mama dan papanya lalu meletakkan tangan itu di atas perut nya.
"Iya opa Oma aku ada disini sekarang." Ucap Alea menirukan suara anak kecil, mama dan papa semakin sedih mereka bahkan tidak bisa menemani Alea dimasa-masa tersulit putrinya.
"Siapa yang selalu menemani kamu jika Alexi sedang di kantor?" Tanya mama dengan mata berkaca-kaca.
"Kak Vee dan mommy mereka selalu menemani aku, jika kedua orang itu ada urusan maka mommy akan meminta kak Aleta atau kak Adelle yang menemani aku ma. Meskipun banyak pelayan dirumah mommt tetap ingin aku ada teman untuk berbincang." Ucap Alea, mama menunduk bahkan kini putrinya di bahagiakan oleh mertuanya.
"Maafkan mama." Lirih mama.
"Mama tidak perlu khawatir aku akan selalu baik-baik saja, aku akan bahagia bersama suami dan keluargaku." Ucap Alea, perkataan itu seakan membuktikan jika Alea tidak mendapatkan kebahagiaan bersama keluarga nya.
"Mama senang kalau mereka begitu menyayangi kamu nak, kemari mama rindu kamu." Ucap mama, Alea pun kian berada di tengah-tengah pelukan mama dan papa nya.
...
Di sebuah perusahaan besar terlihat Aiden yang sedang berkutat dengan pekerjaan nya, dan tiba-tiba saja Vee masuk dengan membawa makan siang untuk suaminya.
"Honey." Teriak Vee, Aiden mendongak dan tertawa kecil dengan meletakkan pulpen yang di pegang nya.
"Apa ini babyh hmmm, kenapa tidak mengatakan jika kamu akan kesini." Ucap Aiden.
"Ini adalah kejutan." Ucap Vee, wanita itu duduk di atas pangkuan suaminya.
"Khemmm, berasa belum punya anak gak si." Goda Aiden.
__ADS_1
"Apakah memiliki satu anak membuat aku terlihat tua?" Ucap Vee, Aiden tertawa kecil dan melingkarkan tangannya di pinggang ramping Vee.
"Tentu saja tidak istriku ini sudah paling cantik, tidak ada yang bisa mengalahkan kamu." Ucap Aiden memgecup b*b*r Vee.
"Kamu gombal kan." Ucap Vee.
"Tidak untuk apa aku menggombal hmmm." Balas Aiden, Vee tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
"Ya baiklah kalau begitu ayok kita makan siang bersama, aku sudah memasak makanan kesukaan kamu." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan menurunkan Vee dari pangkuan nya.
Mereka berjalan dan duduk di sofa, Vee membuka kotak makan dan menyusun nya di atas meja lalu merekapun mulai memakan makanan yang di bawa oleh Vee.
Dan saat itu kebetulan sekali Alexi datang ke ruang kerja Aiden, Alexi terkejut saat melihat Vee yang sedang duduk di samping kakak nya.
"Vee kau mengejutkan aku." Ucap Alexi, Vee menoleh dan tertawa kecil.
"Al ayok kita makan bersama aku membawa banyak makanan." Ucap Vee.
"Tidak aku sudah makan tadi." Balas Alexi.
"Dimana Alea?" Tanya Aiden, Vee mengangguk ia tak melihat keberadaan adik ipar nya.
"Alea aku tinggalkan di rumah orang tuanya." Ucap Alexi.
"Waktu kami sampai aku tidak melihat kehadiran Alia, mungkin wanita itu sedang dirumah suaminya." Ucap Alexi, Vee dan Aiden mengangguk semoga saja Alia tidak menggangu Alea yang ingin melepaskan rindu dengan orang tuanya.
"Sepertinya aku harus segera kembali ke kantor." Ucap Alexi.
"Kenapa cepat sekali?" Tanya Vee.
"Aku ada meeting penting hari ini, jadi nikmati saja makan siang kalian." Ucap Alexi, Vee dan Aiden mengangguk dan menatap kepergian Alexi.
"Kamu mau langsung pulang atau menunggu aku menyelesaikan pekerjaan dulu hmmm." Ucap Aiden menoleh menatap Vee.
"Menunggu kamu juga tidak apa-apa." Balas Vee.
"Tolong kondisikan wajah kamu honey kau membuatku g*la." Desisi Aiden, Vee tertawa kecil mendengar perkataan suaminya.
Jika dilihat Aiden ini benar-benar mirip dengan Daddy nya, ya Daddy yang tidak bisa berjauhan dengan mommy nya bahkan sampai saat inipun Daddy dan mommy malah terlihat lebih romantis.
"Kamu dan Alexi ini benar-benar seperti Daddy." Cibir Vee.
"Ya karena kami adalah putranya kalau kamu lupa." Ucap Aiden, Vee mengangguk-anggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Ya ya baiklah tuan muda Aiden segera selesaikan makan mu dan lanjutkan pekerjaan kamu, aku akan menunggumu disini." Ucap Vee, merapikan kembali kotak makan yang terletak di atas meja.
"Hmmm, baiklah. Kamu mu minum apa sayang?" Tanya Aiden berjalan menuju kulkas yang ada di ruang kerja nya.
"Air mineral saja." Ucap Vee, Aiden mengangguk dan membukakan tutup botol nya lalu memberikan nya kepada Vee.
"Ini." Ucap Aiden.
"Hmmm, terimakasih sayang." Balas Vee, Aiden mengangguk dan berjalan menuju kursi kebesaran nya.
Aiden mulai fokus lagi dengan pekerjaan nya, sementara Vee sibuk dengan ponselnya bukan sengaja bermain ponsel tapi Vee mengecek beberapa laporan yang masuk melalui ponsel nya.
Ya Vee adalah pemimpin di perusahaan kakek nya yang meninggal, saat Vee tidak ingin turun langsung ke perusahaan jadi hal itu membuat beberapa orang kepercayaan Vee selalu mengirimkan laporan perusahaan kepadanya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N: Mon maap part ini gue Bapeureu Thor 😂
A: Bapeureu terooos 😌
N: 😂😂😂 ya gimana ya Aiden nya si ah elah 😂
A: Yaampun Uun 😒
N: 😂😂😂
__ADS_1