
Hari ini Vee memutuskan untuk ikut dengan Aiden ke kantor, Aiden sudah waspada takut jika istrinya akan membuat heboh.
Vee duduk dengan tenang di sofa ruang kerja Aiden, ia menunggu suaminya yang sedang bekerja. Tadinya Aiden berfikir jika Vee tidak seperti Adelle, namun ternyata Vee juga terkadang sama seperti Adelle.
"Permisi tuan, hari ini kita ada pertemuan dengan klien dari perusahaan Xx." Ucap seorang sekretaris, sekretaris Aiden seorang wanita dan ia sudah tahu mengenai Vee.
"Baiklah." Jawab Aiden, Vee menatap Aiden yang berdiri dari duduk nya.
"Aku ikut." Ucap Vee, Aiden mengernyit heran.
"Sayang kamu tunggu disini saja aku tidak akan lama." Ucap Aiden.
"Tidak mau aku ingin ikut." Ujar nya.
"Sayang nanti kamu lelah, kamu tunggu disini saja ya." Ucap Aiden.
"Tidak aku ingin ikut." Rengek nya, sudahlah Aiden jangan membuat ibu hamil marah. Turuti saja lagipula tidak tiap hari Vee seperti ini.
"Baiklah sayang kamu ikut, ayok." Ucap Aiden, ia merangkul pinggang Vee membuat sekretaris nya tersenyum.
Sekretaris Aiden tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk melihat tuan nya bersikap manis, baru kali ini ia melihat Aiden begitu manis dan itu hanya kepada Vee.
Setibanya di sebuah restoran mewah Aiden meminta Vee untuk duduk di meja yang berbeda, ya karena memang Vee juga tidak ingin mengganggu suaminya yang sedang bekerja.
Kini Aiden dan kliennya sedang berbincang dan sekretaris klien Aiden terlihat mencari perhatian Aiden, Vee yang melihat itu merasa geram.
Apalagi saat wanita itu dengan sengaja menjatuhkan garpu nya di dekat kaki Aiden, hal itu membuat Vee emosi tingkat tinggi.
Aiden belum menyadari jika istrinya sedang kepanasan, dengan tidak sadar Aiden mengambilkan garpu baru untuk sekretaris kliennya itu.
"Ah, terimakasih tuan." Ucap nya dengan manja.
"Ya, sama-sama." Ucap Aiden, ia kembali meneruskan perbicangan nya dengan sang klien.
Sementara Vee ia menusuk-nusuk daging dengan pisaunya, Vee merasa emosi melihat wanita yang gatal terhadap suaminya.
Kreeeettttt.... Suara pisau yang beradu dengan piring, sekretaris Aiden menelan saliva nya ia merasa ngeri kepada Vee.
"Nona ada yang bisa saya bantu?" Tanya sekretaris Aiden.
"Tidak ada." Jawab Vee, tatapan nya masih menatap Aiden disana.
Saat wanita itu berbicara kepada Aiden saat itulah Vee mulai lepas kontrol, ia tidak terima ada wanita lain yang tersenyum manis kepada suaminya.
Braaaaaaaaakkkkk.... Vee menggebrak meja, membuat sekretaris Aiden tersentak kaget dan Aiden menoleh ke meja istrinya.
"Maaf tuan saya permisi sebentar." Ucap Aiden kepada klien nya.
"Tentu saja tuan muda Abrisham." Ujar klien Aiden.
__ADS_1
"Sayang kamu tidak apa-apa?" Tanya Aiden.
"Aku terluka kenapa." Ucap Vee sedikit sinis.
"Apanya yang luka hmmmmmm, mana yang sakit?" Tanya Aiden lagi.
"Ini yang sakit kamu tahu." Ucap Vee memegang dada nya, sekretaris Aiden sontak mengulum bibir nya menahan tawa.
Aiden tercengang mendengar perkataan Vee, kenapa istrinya jadi mudah terbawa perasaan seperti ini.
"Apa yang membuat kamu sakit hmmmmmm." Ucap Aiden, lelaki itu meminta sekretaris nya untuk menangani klien nya.
"Tolong kamu tangani dulu mereka." Ucap Aiden.
"Baik tuan muda." Jawab nya.
"Ada apa kenapa kamu memukul meja?" Tanya Aiden lembut, bersyukur mereka sudah menandatangani kontrak kerja.
"Aku kesal aku marah." Ucap Vee berapi-api, ia masih menatap tak suka kepada wanita itu.
"Hmmmmmm, apa yang membuat istri aku marah." Tanya nya lagi.
"Aku tidak suka melihat dia yang selalu mencari perhatian kamu." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil mencubit hidung Vee dengan gemas.
"CK, tapi aku tidak memperhatikan nya." Ucap Aiden.
"Biarkan saja aku tidak peduli dengan itu, sekarang ayok ikut aku kesana." Ucap Aiden, ia menggandeng tangan Vee dengan lembut untuk menemui klien nya.
"Maaf aku membuat kalian menunggu." Ucap Aiden, klien Aiden tersenyum dan menatap Vee yang digandeng oleh Aiden.
"Tidak masalah tuan." Balas nya, wanita itu menatap Vee dengan sedikit sinis ia mengira jika Vee adalah kekasih Aiden.
"Apakah ini kekasih anda?" Tanya nya, lelaki itu menatap Vee yang berdiri di samping Aiden.
"Ah, iya perkenalkan ini istri saya tuan." Ucap Aiden, semua orang terlihat terkejut mendengar pengakuan Aiden.
"Benarkah?" Tanya mereka.
"Tentu saja ini istri saya." Jawab Aiden tertawa kecil, Vee tersenyum senang mendengar pengakuan suaminya.
"Wooowww, kalian pasangan yang sangat serasi. Semoga tuhan segera memberikan keturunan untuk kalian." Ucap klien Aiden dengan ramah.
"Terimakasih, tapi memang istriku sedang mengandung." Ucap Aiden, ia sengaja mengatakan hal itu untuk memperingatkan jika Aiden hanya milik Vee seorang.
"Benarkah?" Tanya wanita itu.
"Tentu saja, aku memang sedang mengandung saat ini." Ucap Vee, ia mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit.
"Kalian benar-benar beruntung." Ucap klien Aiden, Aiden dan Vee pun tersenyum senang.
__ADS_1
Setelah selesai Vee dan Aiden pun pamit untuk pulang, dalam perjalanan Aiden menatap Vee yang sejak tadi hanya diam saja.
"Sayang kenapa, kamu masih marah hmmmmmm?" Tanya nya.
"Aku tidak suka kepada wanita itu, aku tidak suka jika ada klien kamu yang memiliki sekretaris gatal seperti dia." Ucap Vee.
"Sayang tenanglah aku tidak akan tergoda oleh mereka." Ucap Aiden.
"Tentu saja tidak boleh tergoda, jika kamu tergoda aku tidak akan membiarkan kamu melihat anak kamu." Ucap nya, Aiden tersenyum lalu memeluk Vee dengan lembut.
"Aku hanya mencintai kamu tidak ada yang lain, sudah ya jangan memikirkan hal yang membuat kamu pusing oke." Ucap Aiden, Vee menatap suaminya yang sedang tersenyum manis.
"Hmmmmmm, baiklah." Ucap Vee, Aiden tersenyum dan memeluk Vee.
Ia merasa senang karena Vee memperlihatkan kecemburuan nya, selama ini Vee selalu pintar menyembunyikan perasaan nya apalagi jika dihadapan Aiden.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Jangankan Vee gue aja kalo punya suami kaya Aiden gabakal rela di lirik cewe lain 😂*
A: Pakein helm dah tuh suami biar ga dilirik orang 🤣
N: Karungin si kalo bisa 😂
A: Ngadi-ngadi 😭
N: 🤣🤣🤣
__ADS_1