Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 54


__ADS_3

Jam makan siang pun tiba kini Vee dan Anes juga Aleta sedang berada di kantin kantor, banyak orang yang menatap Vee Anes tersenyum.


"Sepertinya istri tuan muda sedang menjadi pusat perhatian." Goda Anes membuat Aleta tertawa, tolong kepada siapapun jangan satukan Anes dan Aleta karena keduanya sama-sama receh dan solimi.


"CK, kalau mereka tahu dijamin besok trending topik." Kekeh Aleta.


Waktu makan siang pun selesai kini Anes dan Vee kembali ke kantor, saat akan masuk ke kantor Vee dan Anes melihat Adelle yang sedang berdiri di hadapan Adelle.


"Bisa-bisa nya dia yang nikah nya udah di publikasikan malah ngobrol sama mantan nya, kerasuk*n apa si ini anak." Grutu Anes.


"Bang aku ingin bicara." Ucap Adelle.


"Aku tidak ada waktu untuk bicara." Ucap Aiden.


"Bang ayolah setelah ini aku tidak akan pernah mengganggu Abang lagi." Ucap Adelle.


"Apa aku bisa memegang ucapan mu." Tanya Aiden, Adelle sedikit terdiam.


"Kheemmmm, tempat umum ye kan banyak yang liat. Gak baik kalau ngobrol sama laki-laki beristri." Ucap Anes, membuat beberapa karyawan melirik ke arah mereka.


Aiden menghela nafasnya lalu menatap Anes datar, wajah datar nya berubah saat melihat Vee yang berdiri di belakang Anes.


"Kau sudah makan siang?" Tanya Aiden, Vee mendongak menatap Aiden.


"Kau berbicara denganku." Jawab Vee, sambil menoleh ke kiri dan kanan.


"CK, memangnya siapa istriku apa ada yang lain." Kekeh Aiden, Vee tersenyum dan mengangguk.


"Sudah." Jawab nya, Adelle menatap Aiden.


"Aku ada meeting dulu kamu tunggu aku oke, kita pulang bersama." Ucap Aiden, membuat Anes tercengang.


"Apa-apaan nih gak bisa gitu lah, kakak kebiasaan setiap Vee pergi sama aku pasti pulang nya sama kakak." Protes Anes.


"Jangan membuat dia lelah Anes." Ucap Aiden.

__ADS_1


"Siapa? Aku tidak membuat nya lelah, aku hanya mengajak nya berjalan untuk makan siang." Ucap Anes tidak terima, jelas-jelas Anes menjaga Vee tanpa lecet.


"Vee pulang sama kakak." Ucap Aiden.


"Gak ya gak bisa, Vee pulang sama aku dia kakak aku!" Cebik Anes.


"Tapi dia istri kakak!" Tegas Aiden membuat Anes menelan Saliva nya, sementara para karyawan terkejut mendengar ucapan Aiden begitupun dengan Adelle.


"Yasudah begini saja kita tanya Vee nya mau ikut sama siapa." Ucap Anes, menatap Vee.


Vee yang merasa kasihan kepada Anes pun tersenyum lalu menatap Aiden, Aiden sudah mengerti arti tatapan Vee.


"Jangan sampai lecet!" Ucap Aiden, lalu pergi saat melihat Axel yang sudah keluar dari ruang kerja nya.


"Ish, kakak macam apa itu ingin aku lempar ke Pluto." Dengus Anes, kini wanita itu menatap Adelle yang sedang terdiam.


"Mantan kekasih mu itu begitu posesif kepada istrinya, ayok Vee jangan kebanyakan berdiri nanti kamu lelah." Ucap Anes mengajak Vee, untuk kembali ke ruang pemotretan.


Adelle tersenyum miris kenapa ia bisa memiliki pemikiran untuk bertanya kepada Aiden, tapi sungguh ia belum tenang jika belum tahu Jawabannya dari mulut Aiden.


"Kakak." Ucap Anes.


"Aku ada pertemuan dengan klien kamu baik-baik bersama Anes oke, jika lelah pulang saja." Ucap Aiden mengelus kepala Vee.


"Hmmmmm, baiklah." Jawab Vee.


"Ai ayok." Ajak Axel, Aiden pun pergi dengan senyuman di wajah nya sementara Vee terdiam menatap kepergian Aiden.


"Vee kau tidak lelah kan?" Tanya Anes.


"CK, tentu saja tidak. Aiden itu terlalu berlebihan Anes, biarkan saja jangan pedulikan perkataan nya." Ucap Vee.


"Benar sekali, tapi dia berlebihan karena tidak ingin istrinya kelelahan." Ucap Anes, tak lama Aleta masuk dengan membawa tiga cup jus strawberry.


"Ini kau pasti haus." Ucap Aleta, Vee pun menerima nya.

__ADS_1


"Untung kau peka Aleta." Ucap Anes, Aleta tertawa kecil.


Dulu mungkin Aleta dan Anes pernah berselisih paham, sampai menyebabkan Anes harus pergi dan bersekolah di di negara lain.


Namun sekarang Aleta sadar keberadaan Anes lah yang sangat ia butuhkan, Anes selalu siap untuk membantu nya dan juga selalu menemani Aleta dimasa sulit nya.


Karena itu Aleta menganggap Anes seperti kesayangan nya, ia tidak bisa kerja jika tidak ada Anes yang merecokinya.


Saat tahu Anes dilarang bekerja Aleta begitu bahagia, itu artinya Anes bisa pergi menemaninya kemanapun Aleta pergi sampai keduanya dianggap anak kembar.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Anes Aiden Alexi, Aleta yok balik yok gue nunggu dirumah yok 😂


A: Devinisi orang hallu gapeduli sama waktu 😌


N: Gue hallu gara-gara elo 😂


A: Iya juga 😂😂

__ADS_1


N: 😂😂😂*


__ADS_2