
Pagi hari Vee terbangun dan merasakan sesuatu menimpa perutnya, Vee yang masih mengumpulkan kesadaran nya berbalik dan melihat wajah tampan Aiden yang masih terlelap.
"Aaaaaaaaaaa." Teriak Vee terkejut, Aiden yang juga terkejut sontak membuka matanya.
"Ish, apa kau tidak bisa sehari saja tidak mengganggu tidur ku." Ucap Aiden.
"Sejak kapan kau tidur disini Aiden, bukan kah kita sudah sepakat tidak akan tidur berdekatan." Pekik Vee, Aiden pun tersadar bahwa tangan nya memeluk pinggang Vee.
"Sorry." Ucap Aiden, lelaki itu bangkit dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi.
Setelah Aiden selesai begitupun dengan Vee, keduanya memutuskan untuk keluar kamar. Kebetulan hari ini Aiden tidak pergi ke kantor, dan Vee gadis itu hanya akan ke kampus untuk menyerahkan tugas nya saja.
Dan disinilah mereka berada di ruang makan, Vee menyantap makanan nya dengan tenang. Begitupun dengan Aiden dan Anes juga Alexi.
Setelah selesai sarapan Vee di antar oleh Aiden menuju kampus nya, sebenarnya Vee sudah menolak namun apalah daya jika Aiden sudah ngotot ingin ikut ke kampus.
Skip sampai!!!
"Kau tunggu disini saja aku hanya akan menyerahkan ini." Ucap Vee, Aiden mengangguk tanpa menatap Vee.
Saat Aiden berada di dalam mobil ia melihat Adelle dan Arka di cafe sebrang kampus Vee, Aiden tersenyum miris karena itu juga caffe tempat dirinya dan Adelle menghabiskan waktu.
Terlihat di sebrang sana Adelle sedikit menatap mobil milik Aiden, namun Aiden tidak menghiraukan nya saat Vee sudah kembali.
"Kau sudah selesai?" Tanya Aiden.
"Hmmmmm." Balas Vee yang sedang memasang seat belt.
"Kalau orang bertanya itu dijawab." Ucap Aiden, mengambil alih seat belt yang di pegang oleh Vee.
"Iya aku sudah selesai." Ucap Vee, kini posisi keduanya begitu dekat hingga seseorang mengetuk kaca mobil milik Aiden. Ketukan itu membuat Aiden dan Vee terkejut hingga kening Vee membentur kening Aiden.
"Asssshhhh." Pekik Vee, karena keningnya beradu dengan kening Aiden.
__ADS_1
"Kepalamu itu keras sekali." Protes Aiden.
"Sudah jelas kepalamu yang lebih keras." Ucap Vee tidak terima, Aiden pun memutuskan untuk membuka kaca mobil nya.
"Arka." Ucap Aiden.
"Ah ternyata benar kau." Kekeh Arka, Adelle yang berada di samping Arka menatap wanita yang duduk di samping Aiden.
"Hmmmmm, memangnya kenapa?" Tanya Aiden.
"Tidak, hanya saja tadi Adelle memberi tahu jika kau berada disini." Ucap Arka.
"Ya, karena sekarang kau sudah tahu jika aku disini maka biarkan aku pergi." Ucap Aiden, membuat Arka tersenyum.
"Apa tidak sebaiknya kau ikut bergabung bersama kami bang." Ucap Adelle, wanita itu mencoba untuk melihat wajah Vee. Namun karena Vee sedang menunduk dan Aiden tidak memberikan celah cukup membuat Adelle kesulitan.
Aiden tidak ingin memperlihatkan wajah cantik Vee kepada Adelle untuk sekarang, cukup saat di apartemen saja Adelle melihat wajah Vee.
"Ah maaf Adelle sepertinya aku tidak bisa ikut bersama kalian, lain kali saja karena untuk hari ini aku harus menemani wanitaku." Ucap Aiden, membuat Adelle semakin penasaran.
"Hmmmmm, seperti yang kamu lihat." Ucap Aiden, Arka tersenyum ia tahu tidak mudah bagi Adelle untuk melupakan kenangan nya bersama Aiden.
Apalagi dibalik itu tidak ada kenangan buruk yang diberikan oleh Aiden, Adelle dan Aiden tidak memiliki kenangan yang mengecewakan selain perpisahan nya.
"Apa kita bisa pergi sekarang?" Tanya Vee tanpa menoleh.
"Tentu, Adelle Arka kami duluan." Ucap Aiden, Adelle dan Arka pun mengangguk.
Vee terdiam saat Aiden melajukan mobilnya, ia bingung harus bersikap bagaimana. Di sisi lain Vee belum meyakinkan hatinya, dan di satu sisi Vee tidak ingin jika suaminya memberikan sikap lembut kepada wanita lain.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Maaf aku telat up 😌
N: Sibuk kah Thor?
A: Bisa dibilang seperti itu Uun 😔
N: Oke semangat Thor 🤗
A: Makasih 🤗
__ADS_1
N: 🤗🤗🤗*