Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 197


__ADS_3

Anes kembali ke rumah dan melihat mommy yang sedang menenangkan anak Aiden, Anes berjalan cepat dan langsung duduk di samping mommy nya.


Mommy menatap penampilan Anes dari atas sampai bawah, ini adalah kejadian menyedihkan yang terjadi dalam keluarga Abrisham pertama kalinya.


"Kamu habis darimana sayang?" Tanya mommy.


"Aku habis keluar sebentar mom, ada apa dengan baby?" Tanya Anes.


"Dia terus menangis nes, mommy tidak tega ini kali pertama mommy melihat baby yang jauh dari orang tua nya." Ucap mom Dea.


"Kemari biar aku yang menggendong nya mom." Ucap Anes.


Ia menggendong bayi laki-laki yang berstatus sebagai putra dari Aiden, Anes bangun dari duduknya dan membawa bayi itu keluar.


"Anes kamu mau ajak baby kemana?" Teriak mommy.


"Aku mau ajak baby ke rumah sakit." Jawab Anes, mom Dea menatap nanar kepergian Anes.


Anes meminta supir untuk mengantar nya ke rumah sakit, ia berharap Vee akan bangun dan bisa berkumpul bersama lagi.


"Pak tolong cepat ya pak." Ucap Anes.


"Baik nona, Anes terus berusaha menenangkan baby dan memberikan nya susu formula." Anes menatap keponakan nya dengan hati yang tidak karuan.


"Kamu harus bahagia, mommy janji akan membahagiakan kamu." Ucap Anes, sengaja menyebut dirinya mommy selama Vee dirumah sakit.


Setibanya di rumah sakit Anes langsung berjalan menuju kamar rawat Vee, disana Anes melihat Aiden yang masih setia menemani istrinya.


"Kak ai." Panggil Anes, Aiden menoleh terkejut karena Anes membawa putranya.


Bukan apa-apa Aiden takut orang mengira jika Anes sudah memiliki anak, apalagi Anes pergi ke rumah sakit sendiri.


"Anes kamu kesini sama siapa?" Tanya Aiden.


"Aku kesini sendiri, bagaimana keadaan Vee." Ucap Anes.


"Kenapa kamu kesini sendiri Anes, bagaimana jika orang mengira baby adalah anak kamu." Ucap Aiden lagi.


"Kak aku gak peduli apa kata orang, aku tidak peduli bagaimana pemikiran orang terhadap aku. Tapi untuk saat ini aku mohon biarkan aku dan baby berada disini, kakak tidak kasihan kepada baby dia bahkan belum memiliki nama." Ucap Anes, Aiden menitihkan air matanya.


Terlalu fokus kepada Vee membuat Aiden sampai melupakan jika ia belum memberikan nama untuk putranya, Aiden mengecup kening putranya yang berada di gendongan Anes.


"Giovaro Abrisham." Ucap Aiden, Anes mengernyit heran.


"Maksudnya?" Tanya Anes.


"Aku beri nama dia Giovaro Abrisham." Jawab Aiden, Anes tersenyum akhirnya keponakan nya itu memiliki nama.

__ADS_1


"Baby Varo?" Tanya Anes, Aiden mengangguk dan tersenyum.


Anes berjalan mendekati Vee, sementara Aiden lelaki itu ijin untuk membersihkan tubuhnya sebentar kepada Anes.


"Vee lihatlah aku kesini bersama dengan anak kamu, bangun lah Vee. Kamu tahu jika aku akan segera mengambil keputusan untuk menikahi Deandra, jika kamu masih enggan untuk bangun. Maka jangan salahkan aku jika kamu tidak bisa bertemu dengan anak kamu, karena aku akan mengajaknya tinggal bersama dengan ku." Ucap Anes.


"Kau tahu selain kamu akan jauh dari anak kamu yang tampan ini, mungkin kamu juga akan kehilangan kak Aiden. Kamu tahu kondisinya sekarang, dia bahkan kurus dan terlihat pucat. Dia hanya memikirkan kamu dan tidak memikirkan baby juga dirinya sendiri." Ucap Anes lagi.


"Kamu tega Vee membuat Kakak aku menderita lalu sakit hmm, kenapa kamu sajahat ini Vee. Jika hari ini kamu masih tidak ingin bangun juga, maka aku akan mengajak baby pergi dan tidak akan bertemu lagi dengan kamu. Aku tidak akan membiarkan kamu untuk menemui anak kamu bahkan dari kejauhan." Tambah Anes lagi, membuat tubuh Vee bereaksi dan kejang-kejang.


Anes berjalan keluar dan memanggil dokter juga para perawat, dokter datang dan langsung memeriksa keadaan Vee. setelah selesai dokter tersenyum manis kepada Anes.


"Bagaimana keadaan Vee dok?" Tanya Anes.


"Nona Vee sudah berhasil melewati masa kritis nya nona, mungkin tidak akan lama lagi nona Vee akan sadar." Ucap dokter itu membuat Anes tersenyum, dokter terpesona dengan senyuman Anes.


Ia merasa kagum kepada Anes apalagi saat ini Anes sedang menggendong baby, wanita itu terlihat semakin cantik.


Anes mendekati Vee setelah kepergian dokter, Anes menggenggam tangan Vee dan tersenyum manis kepada Vee.


"Sembuh ya Vee agar kita bisa berkumpul lagi, kamu tidak perlu khawatir karena orang yang sudah membuat kamu seperti ini sudah mendapatkan hukumannya." Ucap Anes.


"A_iden." Gumam Vee dalam tidur nya, Anes menatap Vee apakah itu benar suara kakak ipar nya.


"Vee itu suara kamu Vee." Ucap Anes.


"Vee bangun Vee ini aku." Ucap Anes.


"A_nes dima_na ai_den?" Tanya Vee, wanita itu membuka matanya perlahan.


"Kamu sadar Vee, kamu sudah bangun. Syukurlah Vee aku senang karena kamu sudah bangun." Ucap Anes, wanita itu memeluk Vee membuat Vee menitihkan air matanya.


"An_nes." Lirih Vee.


"Kak Aiden sedang mandi kamu tunggu dulu ya." Ucap Anes, Vee menatap bayi mungil yang berada di gendongan Anes.


"Itu anakku?" Tanya nya, suara Vee masih sangat lemah.


"Iya ini anak kamu dan kak ai, kamu jangan banyak berbicara dulu Vee." Ucap Anes, Aiden keluar dari kamar mandi dan belum menyadari jika Vee sudah sadar.


Vee menatap tubuh kurus Aiden yang membelakangi nya, Vee merindukan Aiden sangat merindukan suaminya itu.


"Sayang." Panggil Vee.


"Ngarang kamu nes manggil kakak sayang, ke Dean lah manggil sayang nya berani gak." Ucap Aiden.


"Dihh pede g*la, siapa yang manggil kakak sayang." Ucap Anes.

__ADS_1


"Sayang." Panggil Vee lagi.


"Tuh kan manggil say_" Ucap Aiden terhenti, saat ia melihat mata istrinya berkedip.


"Sayang." Ucap Aiden, lelaki itu langsung memeluk tubuh Vee.


"Hiks... aku kangen kamu hiks, jangan pergi lagi." Lirih Vee, Anes mengernyit kenapa jadi seakan Aiden yang meninggalkan Vee.


"Aku gak akan ninggalin kamu sayang tidak akan." Ucap Aiden.


"Mon maap Wak kenapa keadaan jadi kebalik seperti ini, hello yang sakit Vee, yang koma Vee, kenapa malah Vee yang bilang kak ai jangan pergi lagi?" Ucap Anes, Aiden menoleh kesal kepada adik nya.


"Bisa diam ga lagi momen haru ini, yeee jamileh." Ucap Aiden, Anes menganga bukannya terimakasih malah ngatain Anes.


"Maafin aku karena aku ceroboh, hiks." Lirih Vee.


"Gak apa-apa sayang, yang penting kamu sekarang sudah sadar dan kita akan berkumpul lagi." Ucap Aiden, lelaki itu mengecupi wajah pucat Vee.


"Iya gak apa-apa kok, kalian kan punya baby sitter yang handal seperti aku dan mommy. Gak apa-apa cius dah gak apa-apa." Ucap Anes Vee dan Aiden tertawa, Vee menatap Aiden ada rasa bersalah di hati nya.


Vee merasa sedih karena membuat suami dan keluarga nya khawatir, selain itu Vee juga merasa bersalah kepada Anes karena Vee Anes harus merawat anak nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Kenapa gak di ancam dari kemarin si nes, biar cepat sadar si Vee nya 😌*


A: Maklum Wak Anes nya baru kepikiran dia 😂


N: Sekali ngancam langsung bikin si Vee sadar ya wak 😂


A: Aslinya 😂😂

__ADS_1


N: 😂😂😂


__ADS_2