Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 249


__ADS_3

Keesokan harinya di kediaman Justin terlihat Vee dan Alea yang keluar dari kamar mereka secara bersamaan, Alea tersenyum manis kepada kakak iparnya.


"Selamat pagi." Ucap Alea.


"Pagi, kenapa bangun pagi-pagi si Al." Ucap Vee.


"Sengaja dong mau bantuin kakak masak." Ucap Alea, Vee tertawa kecil dan berjalan menuju dapur.


"Kak aku dengar semalam Azka menelpon Alexi katanya kak Aleta sedang hamil." Ucap Alea, wanita itu selalu mendapatkan informasi terbaru.


"Oiya? Waaahh, punya keponakan baru kita." Ucap Vee.


"Iya pasti rame kan nanti kalau kumpul keluarga, Varo, Rava dan anak kak Aleta." Ucap Alea.


"Lebih rame lagi kalau ada anak kamu, anak Axel dan anak Anes dijamin udah kaya pasar rumah kita." Ucap Vee, Alea tertawa mendengar perkataan dari Kakak ipar nya.


"Selamat pagi nona." Sapa para pelayan, saat melihat kedua nona mudanya berada di dapur.


"Pagi." Balas Vee dan Alea.


"Mau masak apa hari ini nona?" Tanya pelayan, yang sudah biasa melihat Vee dan Alea turun ke dapur.


"Aku ingin memasak nasi goreng dan ayam goreng saja." Ucap Vee, pelayan pun mengangguk dan membantu Vee mempersiapkan bahan-bahan untuk memasak.


Alea pun membantu Vee untuk memasak, selain itu juga Alea memasak ayam goreng mentega untuk Alexi karena memang Alexi sangat menyukai itu.


Setelah selesai memasak Alea dan Vee kembali ke kamar nya untuk membangunkan para suami mereka, Alea berjalan membuka pintu kamar nya dan melihat Alexi sudah tidak ada disana.


"Sayang sudah bangun?" Tanya Alea.


"Sudah sayang." Jawab Alexi, Alea tersenyum dan langsung merapikan tempat tidurnya.


"Aku siapin bau kerja kamu dan menaruhnya di atas tempat tidur ya." Ucap Alea lagi.


"Iya honey." Balas Alexi, setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya Alea kembali keluar kamar.


Ia akan membuat teh untuk kakak ipar, mommy dan Daddy juga untuk Alexi suaminya. Sementara itu di kamar lain Vee sedang berusaha keras untuk membangunkan suaminya yang lebih manja daripada Varo, Vee bahkan sampai kehabisan akal untuk membangunkan Aiden.


"Sayang ayo dong bangun, kamu gak kasian sama aku. Aku sudah bangun pagi-pagi terus masak, selesai memasak suami juga susah untuk dibangunkan." Ucap Vee mulai mendramatisir keadaan, Aiden menatap Vee yang selalu seperti itu tiap pagi.


"Kenapa selalu ada drama pagi di kamar ini." Ucap Aiden, Vee mencebikan bibirnya tidak tahukan Aiden drama pagi berasal dari dirinya yang sulit bangun.


"Suamiku yang tampan tiada tara, mohon untuk berkaca drama ini selau ada karena kamu yang sulit untuk dibangunkan. Haruskah aku menjadi istri yang bar-bar agar mudah membangunkan kamu, hanya dengan cara menyiram kamu dengan segayung air saja pasti langsung terbangun." Ucap Vee, Aiden tertawa kecil dan menarik tubuh Vee kedalam pelukannya.


"Beraninya kau." Ucap Aiden.


"Belum berani padahal baru ngomong doang." Ujar nya, Aiden pun mengecup pipi Vee dengan gemas.


"Iya aku mandi oke, jangan membuat drama pagi lagi." Ucap Aiden, Vee mengangguk dan tersenyum manis.

__ADS_1


"Oke." Ucap Vee, setelah Aiden menghilang dibalik pintu kamar mandi Vee langsung merapikan tempat tidurnya dan menyiapkan pakaian untuk suaminya bekerja.


Setelah itu Vee pergi ke kamar Varo, di usia nya yang sudah menginjak usia 10 bulan Varo tidur di kamar lain ditemani oleh suster.


"Anak mommy mana, aduh sudah tampan kesayangan nya mommy." Ucap Vee.


"Iya mommy aku sudah tampan dan wangi." Ucap suster menirukan suara anak kecil.


"Wahhh sus hebat ya bisa mandiin Varo pagi-pagi." Ucap Vee lagi, Varo terlihat melompat kegirangan.


"Sus kamu sarapan dulu setelah itu baru suapi Varo ya, biar Varo saya titip ke suster yang lain dulu." Ucap Vee.


"Baik nona." Ucap suster, Vee menggendong tubuh mungil Varo dan keluar dari kamar putranya.


Bertepatan dengan Alexi yang keluar dari kamar nya, Alexi menatap gemas Varo yang ada di gendongan Vee.


"Bolehkah aku menggendong nya?" Tanya Alexi.


"Tentu saja." Ucap Vee, memberikan putranya kepada Alexi.


"Oke ganteng nya uncle." Ucap Alexi.


"Tapi kamu gak sarapan memangnya Al?" Tanya Vee, keduanya berjalan menuruni anak tangga.


"Sarapan kok." Ucap Alexi.


"Tapi kamu gendong Varo loh, apa gak repot." Ucap Vee, Alexi hanya tersenyum saja.


"Al Varo nya kasih ke suster saja, kasihan Alea takut mau sarapan juga." Ucap Vee.


"Sayang peka sedikit kenapa, itu Alexi mau tebar kemesraan di hadapan mommy dan Daddy. Rada kurang asem emang anaknya." Ucap Aiden, Alexi tertawa tengil kepada kakak nya.


"Mumpung belum ada anak tidak masalah, mommy dan Daddy juga dulu seperti itu." Ucap mom Dea.


"Kapan?" Ceplos dad Justin.


"Dulu sebelum Aiden dan si kembar lahir." Ucap mom Dea.


"Gak ada aku gak ada manja sama kamu, boro mau manja kamu lupa kalau setelah nikah kamu kabur dan gak mau tidur sekamar sama aku." Ucap dad Justin, membuat anak dan menantunya melongok.


"Kapan aku kabur, aku gak pernah kabur kok." Ucap mom Dea.


"Ada loh sayang, yang kamu nangis-nangis ke mommy dan Mei." Ucap dad Justin lagi, Aiden dan Alexi menggelengkan kepalanya.


"Haruskah kita memutar kenangan lama, agar mommy mengingat semuanya?" Tanya Aiden.


"Boleh bang." Ucap dad Justin.


"Tapi sebelum nya Mon maap saya tidak tahu seperti apa kenangan kalian berdua, karena saat itu sepertinya saya masih menjadi kecebong nya Daddy." Ceplos Aiden, membuat Alexi tersedak dan Alea panik.

__ADS_1


"Uhukk-uhuukkk." Mata Alexi terlihat memerah.


"Minum sayang minum." Ucap Alea.


"Pelan-pelan boy." Ucap dad Justin, Aiden tertawa melihat tatapan kesal adiknya.


"Di filter sedikit kenapa bang, bikin orang refleks aja." Ucap Alexi, Aiden terkekeh begitupun dengan mommy dan Vee.


"Debat Mulu kapan sarapannya si." Ucap Aiden, lelaki itu menyantap makanan nya.


Setelah semuanya selesai sarapan merekapun kembali sibuk dengan urusan masing-masing, Alea masih bekerja di kantor sebelum ia berhenti nanti.


"Varo sayang aunty nya kerja dulu." Ucap Alea.


"Boy doakan aunty agar cepat berhenti bekerja." Ucap Alexi, Vee tertawa kecil mendengar perkataan Alexi.


"Iya in aja biar gak nangis, kalau nangis bahaya bisa di bogem mommy aku." Ledek Alea, Alexi mencebikan bibirnya sementara Aiden menggelengkan kepalanya.


"Terooss tebar kemesraan teroos, lupa disini ada senior." Ucap Aiden.


"CK, ngiri aja orang tua." Ledek Alexi, Aiden memutar bola matanya membuat Vee tertawa begitu juga dengan Alea dan Alexi.


Setelah itu merekapun pergi ke kantor masing-masing, sementara Vee wanita itu kembali kedalam rumah nya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Dad Justin rada Ngeselin ya wak 😂*


A: Maklum suka banget godain istrinya 😂


N: Ah Bapeureu gue 🤣

__ADS_1


A: Mulai 🙄


N: 😂😂😂


__ADS_2