Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 104


__ADS_3

Akhirnya Aiden sudah pulang dengan nasi goreng yang di bawanya, saat masuk kedalam rumah Aiden sudah melihat Vee yang duduk di ruang tengah dengan santai.


Ah, sepertinya Vee benar-benar sedang menunggunya. Aiden pun mengambil piring dan sendok tak lupa air untuk istrinya itu minum.


"Sayang kamu disini?" Tanya Aiden, ia terkejut melihat banyak nya bungkus camilan di ruang tengah.


"Ini kamu yang makan?" Tanya lelaki itu lagi.


"Hmmmmmm, kamu lama sekali mana mpek-mpek milikku." Ucap Vee, Aiden menyentil dari Vee ia tahu istrinya sedang mengerjai Aiden.


"Nasi goreng, not mpek-mpek." Ucap Aiden, Vee tertawa ternyata acting nya ketahuan oleh Aiden.


"CK, aku kira kamu tidak tahu jika aku sedang pura-pura." Ucap Vee, Aiden mencibir istrinya itu.


"Wajah kamu tidak bisa berbohong sayang, kalau soal martabak dan nasi aku tahu itu sungguh-sungguh. Tapi kali ini kamu terlihat sekali sedang menahan senyum." Ucap Aiden, Vee tersenyum manis ia langsung mengambil nasi goreng itu di tangan suaminya.


Setelah memakan banyak camilan Vee juga memakan nasi goreng itu dengan lahap, membuat Aiden senang karena usaha nya tidak sia-sia.


Aiden sampai rela mengantri hanya untuk memenuhi keinginan si buah hati, hasil peperangan nya dengan Vee di atas tempat tidur.


Setelah selesai memakan nasi goreng Vee membersihkan semuanya, ia tak ingin membuat Aiden kerepotan lagi. Setelah itu Vee memeluk suaminya lalu mengajak nya pergi ke kamar.


...


Keesokan harinya terlihat Alexi sedang duduk di sofa kantor Alea, ia sengaja tidak menghampiri Alea ke ruang kerja nya. Padahal resepsionis dan para karyawan sudah meminta Alexi untuk menemui nona nya di ruang kerja.


Dari kejauhan terlihat Alia yang sedang berjalan, wanita itu berniat untuk menemui Haris suaminya. Namun langkah bnya terhenti saat melihat Alexi yang tengah duduk dan memainkan ponselnya.


"Hai tuan kau disini." Sapa Alia, Alexi mendongak menatap Alia dengan datar.


"Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau sedang menunggu Naura?" Tanya nya lagi, namun Alexi tidak menggubris nya. Para karyawan memperhatikan Alia yang sedang berusaha untuk berbicara dengan Alexi.


"Hmmmmmm, Naura memang suka seperti itu. Dia suka sekali membuat orang menunggu nya." Ucap Alia lagi, kali ini Alexi bangun dari duduk nya lalu berjalan menuju lift.


Lelaki itu memutuskan untuk menghampiri Alea di ruang kerja nya, Alexi tidak ingin Alea merasa sakit hati karena melihat dirinya bersama Alia.


Melihat Alexi berjalan menuju lift Alia pun menyusul lelaki itu, pintu lift terbuka Alexi masuk diikuti oleh Alia.


Di dalam lift Alia terus saja mengatakan jika Alea memang tidak sebaik yang orang-orang katakan, Alea seperti memiliki topeng untuk menarik seseorang agar menyukai dirinya.


Kini pintu lift terbuka dari kejauhan Alexi melihat gadis nya yang tengah berjalan menuju lift, dengan cepat Alexi berjalan menghampiri Alea tanpa membalas perkataan Alia.


"Kau sudah sampai rupanya? Apa menunggu sangat lama?" Tanya Alea, wanita itu belum menyadari keberadaan Alia.


Alia melihat Alexi yang merangkul pinggang ramping Alea dengan lembut, kini keduanya memutuskan untuk pergi. Saat akan berjalan masuk kedalam lift barulah Alea menyadari keberadaan Alia.


Namun Alea tidak mempedulikan hal itu, ia terus berjalan sambil berbincang dengan Alexi. Dan disinilah keduanya berada di dalam mobil milik Alexi.

__ADS_1


"Kau kenapa hmmmmmm?" Tanya Alexi.


"Kamu satu lift bersama dengan nya bukan." Ucap Alea, Alexi tertawa kecil.


"Ya, tapi kamu tenang saja aku tidak tertarik kepadanya." Ucap Alexi, Alea menoleh dan tersenyum.


"Benarkah seperti itu?" Goda Alea.


"Jika sudah ada bintang yang begitu indah di hadapan ku, kenapa harus mempedulikan serpihan debu yang lewat di samping ku." Ucap Alexi, Alea tertawa kecil Alexi selalu membuat nya tertawa.


"Kamu itu selalu menjadi yang terbaik, dan selalu menjadi sumber dari kebahagiaan ku." Ucap Alea mencubit hidung Alexi.


"Yah di cubit doang." Ucap Alexi, Alea mengernyit.


"Lalu aku harus apa?" Tanya nya menggoda.


"Please Kiss me baby." Ucap Alexi menunjuk pipi nya, membuat wajah Alea merona.


"Honey tidak seperti itu, kita tunggu masa halal tiba oke." Ujar nya, Alexi merengut masam ia tak tahu kenapa ingin sekali Alea mengecup pipi nya.


Melihat Alexi yang merengut masam akhirnya Alea pun mengecup pipi Alexi dan tersenyum, Alexi terlihat senang meskipun jantung nya sedang berdisko ria.


"Haduh jantung Abang gak aman dek." Goda Alexi, Alea tertawa kecil.


"Jantung adek lebih gak aman bang udah berbunga-bunga ini." Balas Alea, kini keduanya tertawa renyah.


Di tempat lain terlihat Aleta yang sedang berjalan sendirian karena Anes wanita itu sedang meeting menemani Axel, dari kejauhan Azka berlari dan menyandra leher Aleta membuat wanita itu memekik.


Kedekatan Azka dan Aleta tidak di buat heboh oleh para karyawan, karena mereka tahu jika keduanya adalah saudara meskipun tidak memiliki ikatan darah.


"Mamp*s dah." Pekik Aleta.


"Masih hidup ah belum mamp*s." Goda Azka.


"Astaga Titan, kebiasaan si ah kamu bikin orang jantungan." Ucap Aleta memegang dada nya.


"Deg-degan gak ta." Tanya Azka.


"Deg-degan lah orang kaget." Ucap Aleta.


"Fiks kamu cinta sama aku." Ucap Azka nyeleneh.


"Ngarang Azka aku sambit pala mu ya." Ucap Aleta, Azka tertawa keras ia suka mengejek Aleta.


"Heh, aku smackdown kamu mau." Ucap Azka, Aleta bergidik ngeri.


"Titan diem apa ah, nanti kalau pacar kamu tahu aku di bombardir." Ujar nya, Aleta memang lumayan dekat dengan kekasih Azka.

__ADS_1


"Balas lah kamu slepet pala nya." Ucap Azka, Aleta tertawa mana ada bombardir kalah oleh slepet.


"Mana bisa, sebelum slepet pala tuh orang udah metong duluan." Ucap Aleta, Azka diam lalu tertawa. Kenapa Azka menjadi lemot seperti itu.


"Benar juga, sudah ah kalau lagi sama kamu gabakal bener ta." Ucap Azka, Aleta menatap Azka tajam.


"Yasudah pergi sana." Ucap Aleta, Azka pun pergi namun ia menghentikan langkahnya dan kembali menatap Aleta.


"Adelle sakit, dia harus istirahat total. Aku harap kamu datang untuk menjenguk Adelle." Ucap Azka, Aleta diam ia menatap wajah Azka yang terlihat serius.


"Adelle sakit apa?" Tanya Aleta, Azka hanya mengangkat kedua bahu nya. Aleta mendengus kepada lelaki itu memberikan informasi yang tidak akurat.


Akhirnya Azka pun benar-benar pergi dari hadapan Aleta, setelah kepergian Azka Aleta kembali ke ruang kerja nya. Karena masih ada beberapa pekerjaan yang harus ia selesaikan.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊


N**: Part ini lengkap sudah kebahagiaan ku 😂*


A: So bahagia Lo Uun 😒


N: Bahagia lah dari Aiden, Alexi bikin jantung berbunga-bunga 😂


A: Iya deh yang berbunga-bunga 😌


N: Jantung Lo berbunga-bunga ga? 😁


A: Dih kepo 😂


N: Nanya doang padahal 😌


A: 😂😂😂

__ADS_1


__ADS_2