
Malam hari Aiden sedang bermanja kepada istrinya, namun Aiden dibuat terkejut oleh sikap Vee yang sedikit berubah.
Vee menjadi tidak mau jika terlalu dekat dengan Aiden, Vee juga sering merasa risih jika Aiden bermanja kepadanya.
Jujur saja Vee sendiri merasa bingung kenapa dirinya jadi seperti itu, padahal sebelumnya Vee begitu senang jika Aiden bermanja. Bahkan terkadang Vee lah yang memanjakan suaminya, tapi untuk hari ini seperti nya Aiden yang harus memohon kepada Vee.
"Sayang aku hanya ingin memeluk kamu gak macem-macem deh janji." Ucap Aiden.
"Tidak aku tidak mau dekat-dekat sama kamu." Ucap Vee, Aiden menganga tak percaya.
"Sayang yang benar saja, biasanya kamu paling tidak bisa jika aku tidak memeluk kamu." Ucap Aiden, lelaki itu terlihat begitu frustasi.
"Tidak sayang kamu jangan dekat-dekat dulu, aku emosi kalau dekat kamu." Ucap Vee, bukan Aiden namanya jika ia tidak bisa memeluk Vee.
Aiden menarik tubuh Vee kedalam pelukannya hingga membuat Vee menjerit, Vee memberontak minta dilepaskan namun Aiden menolaknya.
"Lepasin aku." Pekik Vee.
"Gak ya, aku gak akan lepasin kamu. Lagian yaampun baby kamu belum lahir saja sudah membuat Daddy kamu kesulitan." Ujar Aiden, Vee tertawa ia juga heran kenapa kehamilan nya begitu aneh.
"Baby nya marah soalnya dulu Daddy sakitin mommy." Ucap Vee, Aiden mendelik tajam.
"Gak nyakitin cuma belum nyadar aja kalau Daddy cinta sama mommy." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil.
"Lepas ih gerah." Ucap Vee.
"Gak mau, aku tahu kamu pasti mau kabur kan." Ucap Aiden.
"Enggak lagian mau kabur kemana kamar nya saja disini." Kekeh Vee.
"Gak aku kangen kamu sayang jangan ngeyel ya, diem yang manis." Ucap Aiden, lelaki itu mengecupi wajah Vee membuat Vee risih.
__ADS_1
"Jangan cium-cium gaboleh." Protes Vee, ia ingin sekali menendang suaminya keluar kamar. Namun apalah daya jika untuk memberontak saja Vee tidak bisa.
"Jangan banyak gerak nanti perutnya kejepit." Ucap Aiden, Vee mengangguk ia diam layaknya anak kecil yang sedang dipeluk oleh ayah nya.
"Makasih." Ucap Aiden, Vee menoleh menatap suaminya.
"Untuk?" Tanya Vee.
"Sudah mau mengandung anakku, sudah menjadi istri yang baik dan sudah nurut." Ujar nya, Vee tersenyum harusnya Vee yang berterima kasih karena Aiden selalu siap jika dibangunkan tengah malam.
"Awas dulu awas perut aku mual." Ucap Vee, Aiden mengernyit heran.
"Awas." Ucap Vee, Aiden menyingkir ia melihat Vee yang bangun dan berjalan ke kamar mandi.
Aiden melihat Vee yang memuntahkan isi perutnya, sejujurnya ia merasa tidak tega karena mual Vee itu musiman.
Kadang Vee tidak ingin dekat dengan Aiden sama sekali, kadang juga Vee merengek ingin Aiden memeluk nya.
Namun jika Vee tidak ingin dekat dengan Aiden dan dipaksa maka seperti inilah jadinya, wanita itu akan merasa mual.
"Gak apa-apa kok." Jawab Vee, ia tidak ingin menyalahkan suaminya.
Vee tahu Aiden juga khawatir dan merindukan Vee, tapi mau gimana lagi kali ini mood Vee sedang tidak menentu.
"Maaf ya gara-gara aku kamu jadi mual." Ucap lelaki itu mengecup kening Vee.
"Hmmmmm, jauhan dulu ya Daddy." Ucap Vee, mengelus pipi Aiden lembut.
"Iya deh kali ini baby pemenang nya, Daddy mah ngalah aja ngalah." Ucap Aiden, Vee tertawa kecil.
Kini keduanya berjalan menuju tempat tidur, Vee tidur membelakangi Aiden sementara Aiden mengusap punggung Vee dengan lembut.
__ADS_1
"Masih mual?" Tanya Aiden.
"Sedikit." Jawab Vee, Aiden mengangguk ia mengusap punggung Vee berharap istrinya bisa tidur nyenyak malam ini.
Aiden merasa kasihan kepada Vee yang selalu bangun saat tengah malam, meskipun dirinya juga ikut bangun. Tapi bagi Aiden itu bukan apa-apa dibandingkan dengan Vee yang moodyan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
A**: Dikit dulu othor lagi nyari pencerahan 😊*
N: Cari Thor jangan sampe nggak 😂
__ADS_1
A: Oke 😂
N: 😂😂😂