
Satu Minggu berlalu saat yang lain sibuk dengan para istri dan anak nya, Alexi memutuskan untuk pergi liburan bersama dengan Alea.
Lelaki itu tidak ingin kalah dari Azka yang akan segera menjadi seorang ayah, tidak hanya itu mendengar Alexi yang akan liburan Axel pun merasa dirinya benar-benar tertinggal jauh oleh para saudara nya.
"Kapan kau akan pergi liburan?" Tanya Axel, keduanya sedang berjalan menuju ruang meeting.
"Lusa, ada apa?" Tanya Alexi.
"Aku ikut bagaimana." Ucap Axel, membuat Alexi menoleh dengan terkejut.
"Untuk apa kau ikut? Mau menggangu acara liburan ku bersama Alea?" Ucap Alexi, nasi jomblo mau ikut liburan untuk mencari pasangan malah dibilang ingin jadi pengganggu.
"Siapa yang mau gangguin kamu si, aku ingin mencari wanita-wanita cantik disana siapa tahu ada yang nyangkut kan." Ucap Axel.
"Kau kita apaan pake acara nyangkut segala." Ucap Alexi, Axel tertawa kecil.
"Selamat siang tuan." Sapa semua para karyawan.
"Ya, kita mulai saja meeting nya." Ucap Axel, beberapa orang melakukan presentasi di hadapan Axel dan Alexi.
Mereka akan membangun proyek baru si sebuah kota, tunggu ini atas keinginan Anes kakak kembar Alexi. Anes memberikan saran kepada Alexi untuk membangun proyek baru, dan Alexi juga Axel menyetujui hal itu.
Setelah selesai meeting Axel dan Alexi keluar dari ruang meeting, Alexi langsung pergi ke ruang kerja nya karena kebetulan Axel yang berkunjung ke perusahaan milik Alexi.
"Bagaimana Al boleh ya." Ucap Axel.
"Lagian kamu kenapa gak terima Tiana aja si El, dia juga baik, cantik gak kalah oleh Adelle dan Aleta." Ucap Alexi.
"Ya itu kan gak kalah nya oleh Adelle dan Aleta, kalau oleh Vee dan Alea tetap kalah." Ucap Axel, Alexi yang kesal melempar pulpen kepada Axel.
"Kamu ini mencari istri atau mencari model untuk lomba kecantikan, cantik itu menurut pasangan masing-masing." Ucap Alexi.
"Tapi istrimu juga cantik menurutku." Goda Axel, Alexi melempar map kepada Axel saat lelaki itu memuji istrinya.
"Sekali lagi kau memuji Alea akan aku patahkan tongkat saktimu." Sengit Alexi, membuat Axel terbelalak.
"Si*lan, ini adalah contoh anak bungsu kurang asem. Udah nikah ngeduluin juga enak-enak nya ngatain orang." Ucap Axel, Alexi tertawa kecil mendengar perkataan Axel.
"Sudah kembali ke kantor kamu." Ucap Alexi.
"Gak usah di usir bisa jalan sendiri." Ucap Axel.
"Kalau gak si usir gak akan jalan yang ada malah ngerumpi." Cibir Alexi, Axel terkekeh karena apa yang dikatakan oleh Alexi memang benar.
Axel pun bangun dari duduknya dan keluar dari ruang kerja Alexi, lelaki itu akan pergi ke kantor nya biarlah ia harus bertemu lagi dengan Tatiana.
...
Sepulang dari kantor Axel cukup terkejut melihat banyak nya barang belanjaan yang terletak di ruang tengah, Axel berjalan dan menatap Aleta juga mami yang sedang mengecek satu persatu barang-barang itu.
__ADS_1
"Belanja lagi mi? Banyak amat bisa bangkrut ni papi lama-lama." Ucap Axel.
"Ga jelas banget ini anak." Ucap Aleta, Axel menatap Aleta dengan datar.
"Kakak juga hamil-hamil belanja terus, ingat kasihan dedek bayi nya." Ucap Axel.
"Apaan si ini bukan punya aku." Ucap Aleta.
"Bohong banget, terus kalau bukan punya kamu punya siapa?" Ucap Axel.
"Hei ini untuk lamaran kamu El, mami membeli semua ini untuk melamar Tiana untuk kamu." Ucap Mae dengan percaya diri.
"Apa?" Pekik Axel, Aleta menutup telinga nya.
"Gak usah teriak-teriak bisa gak si, suara kamu fals tau gak." Ucap Aleta, Axel mendekati mami nya.
"Mi jangan aneh-aneh ya mi ini semua gak lucu." Ucap Axel.
"Ini anak kenapa si gak ada yang aneh-aneh mami emang mau lamar Tiana untuk kamu, lagian suruh siapa jadi orang nyantai banget." Ucap Aleta.
"Ini gak adil lah gimana sih, dulu Aleta di biarin bebas-bebas main kenapa aku kaya gini." Ucap Axel.
"Ya suruh siapa kau gak nyari pasangan sendiri, lagian nih ya mami tuh sebelum ngelakuin ini semua sudah lebih dulu minta pendapat ke mommy, Daddy, Oma dan opa." Ucap Aleta, ibu hamil emang selalu sinis seperti Aleta yang sekarang menatap sangar Axel.
"Oke tapi kenapa harus Tiana kenapa gak yang lain?" Tanya Axel tak habis pikir.
"Ya yang baik di depan mami cuma Tatiana doang, coba kamu kenalin cewek lain yang bersikap baik dan gak sombong di depan mami sudah pasti akan di restui." Ucap Aleta, Axel mengusap wajahnya kasar.
"Kamu semenjak hamil jadi semakin meresahkan, mami mau ngomong ta kamu terus saja mengoceh sampai mami gak ada kesempatan untuk bicara dengan adik kamu." Ucap Mae.
"Ya emang kenapa si mi, lagian Axel kalau gak di gituin dia gak akan terima perjodohan ini." Ucap Aleta.
"Ta Axel itu sama seperti papi kamu jangan di kerasin." Ucap Mae.
"Mi Axel sama seperti papi ya memang dia anak nya papi." Ucap Aleta, wanita itu bangun dari duduknya dan pergi ke kamar.
Mae menggelengkan kepalanya menatap kepergian anak-anak nya, ia benar-benar tak habis pikir dengan sikap Aleta dan Axel.
Sementara itu di kediaman dad Justin terlihat Vee dan Alea sedang duduk bersama dengan mommy nya, Alea bersandar pada pundak mommy.
"Tiana itu yang datang ke nikahan aku kan mom?" Tanya Alea.
"Iya yang kamu cemburu itu loh." Goda Vee.
"Enggak ada ya aku cemburu, aku tuh gak cemburuan orang nya." Ucap Alea.
"Masa sih anak mommy yang satu ini gak cemburuan." Ucap mom Dea.
"Yee gak percaya mom? Sama kok aku juga." Ucap Vee, mereka kembali tertawa.
__ADS_1
"Oiya kamu mau liburan kan sayang." Ucap mommy.
"Iya tapi setelah Axel lamaran saja mom, dan aku pulang nanti dua hari ke resepsi nya Axel." Ucap Alea.
"Nah bagus itu jadi kita kumpul semua pas lamaran." Ucap Vee.
"Kakak gak ikut liburan juga?" Tanya Alea.
"Gak tau deh nanti tanya Daddy Varo dulu, soalnya kasihan juga Varo takut kecapekan." Ucap Vee.
"Ikut aja nanti kita bareng-bareng disana." Ucap Alea.
"Yakali orang liburan honeymoon mau ramai-ramai si sayang, kasihan Alexi dong." Ucap mom Dea.
"Oh mungkin Alea mau lomba adu kekuatan mom bisa dicoba si." Ucap Vee, membuat mom Dea tertawa lepas dan mencubit gemas hidung Vee.
"Enggak gitu lah kalian ini ada-ada saja." Ucap mom Dea, Vee dan Alea tertawa kecil.
Kebersamaan mereka selalu menjadi kebahagiaan tersendiri untuk kedua menantu mom Dea, sementara Dea sendiri wanita itu selalu berusaha untuk menjadi seorang mertua yang baik seperti bunda nya untuk anak-anak mereka.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Mom jadi mertua aku bisa kali 😂*
A: Kaga bisa un soalnya udah gue Carter duluan 😌
N: Carter lu kira mobil sewaan 😩
A: Enggak apa-apa pokonya mom Dea punya gue 😌
N; Yaampun semua aja punya elo 😩
__ADS_1
A: Emang 😂
N: Solimi sekali anda 😒