
Malam hari ini Aiden dan Vee berada di pesta rekan bisnis Aiden, mereka menatap Vee yang cantik dengan gaun yang di pakai nya.
Banyak drama yang di lakukan hanya untuk memakai gaun, berapa kali dibuat ganti oleh Aiden yang tidak ingin tubuh Vee terekspos.
"Tuan Aiden apa kabar, perkenalkan ini putri saya." Ucap seorang lelaki paruh baya.
"Kabar baik." Jawab Aiden.
"Tuan putri saya bisa menemani anda berbincang, percayalah dia akan membuat anda senang." Ujar nya.
"Tidak terimakasih." Balas Aiden, lelaki itu memegang tangan Vee.
"Wooow lihatlah tuan muda Aiden sudah sampai, bagaimana kabar anda tuan?" Tanya lelaki paruh baya lainnya.
"Kabar saya baik." Jawab Aiden.
"Kebetulan sekali saya datang bersama putri saya, biar saya panggilkan." Ujar nya, tak lama seorang gadis pun muncul dan berdiri di hadapan Aiden.
"Perkenalkan tuan ini putri saya😉, dia seorang model terkenal tuan. Dia bisa menemani anda selama menghadiri pesta." Tambah nya.
"Tidak saya tidak butuh itu." Jawab Aiden.
"Ada apa tuan, apa putri saya kurang cantik?" Tanya nya, sedikit memaksa Aiden untuk mengenal putrinya.
"Kau tidak lihat jika aku datang bersama seorang wanita." Ucap Aiden datar.
"Tuan dia tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan putriku." Ujar nya.
"Tapi dia istriku, aku lebih bebas menyentuh nya bukan." Ucap Aiden, membuat beberapa orang tercengang.
"Kau sudah menikah tuan?" Tanya orang itu.
Namun Aiden tidak menghiraukan nya, Aiden merangkul pundak Vee dan membawa nya ke sebuah meja.
Tidak hanya Aiden ada adik solimi nya juga yang tak lain adalah Anes dan Aleta, si kembar tapi beda usia.
"Woooow ada manten baru disini." Ucap Aleta.
"Baru apaan si, udah kadaluarsa ta udah lama juga kan." Ceplos Anes.
__ADS_1
"Etdah si Anes." Kekeh Aleta.
"Kakak tumben mau datang ke acara kaya gini." Ucap Anes.
"Lah kan si Arka lagi ngadain makan malam atas keberhasilan Adelle, berarti bang ai mau jaga perasaan Vee nes." Bisik Aleta, membuat Anes tersenyum tipis.
"Kemajuan ta." Kekeh Anes.
"Kalian ngapain disini, gak bisa cari tempat lain." Sindir Aiden.
"Ish, pelit amat jadi orang." Cebik Anes, akhirnya Anes dan Aleta pun pergi.
Saat pesta selesai Aiden tidak mengajak Vee kembali ke rumah namun mengajak ke apartemen nya, saat tiba Aiden meminta Vee untuk menunggu di kamar nya.
Sementara lelaki itu pergi menuju ruang kerja, setelah selesai Aiden melihat Vee yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
"Cantik." Gumam Aiden menatap wajah Vee, ia mengelus wajah cantik itu lalu mengecup b*b*r Vee.
Vee terkejut karena mendapat serangan tiba-tiba dari Aiden, ia ingin memberontak namun Vee berfikir jika Aiden berhak atas dirinya.
"Eunghhh." Lenguh Vee, Aiden tersenyum smirk dalam ci*man nya.
Vee merasa permainan Aiden kali ini berbeda mungkin karena keduanya dalam keadaan sadar, Aiden yang menyadari jika Vee sudah tidak bisa menahan begitupun dengan dirinya Aiden pun melepaskan pakaian Vee dan pakaiannya.
Vee memejamkan matanya saat melihat tubub polos Aiden, berhasil Aiden berhasil menyentuh Vee lagi.
"A_aiden pelan_pelan." Lirih Vee, Aiden menatap Vee yang memejamkan matanya.
Ia tersenyum akhirnya bisa mencuri kesempatan dalam hal ini, jika Aiden mengikuti acara makan malam bersama keluarga nya mana bisa memperjuangkan Aiden junior.
...
Pagi hari Aiden terbangun lebih dulu ia melihat Vee yang tertidur dengan tubuh polos nya, Aiden tertawa dan langsung menelusup kan wajah nya di dada Vee.
Vee yang merasa terganggu dengan kegiatan Aiden pun terbangun, karena pergerakan Aiden membuat nya kegelian.
"Eh." Pekik Vee terkejut saat melihat Aiden yang sedang bermain di dada nya, sementara lelaki itu tertawa kecil seperti tidak punya salah.
"Morning." Sapa Aiden, Vee mendengus kesal.
__ADS_1
"Ngapain itu?" Tanya Vee, membuat Aiden menyembunyikan wajahnya. Seperti anak kecil yang kepergok makan coklat.
"Nakal banget gangguin orang tidur." Rengek Vee, Aiden mendongak dan tersenyum.
"Cih, so marah padahal meni*mati." Goda Aiden.
"Ngebelin." Dengus Vee, kali ini Vee yang menyembunyikan wajahnya dibalik selimut.
"Enak Vee." Goda Aiden lagi, namun Vee malah membalikan tubuh nya membelakangi Aiden.
Aiden mendekati Vee dan memeluk Vee dari belakang, ia mengecup pipi Vee dan berbisik.
"Jangan ngambek lah, aku kan pejuang Aiden junior." Bisik nya, Vee tersenyum tipis berharap Aiden tidak melihat senyum nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
*Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉
N: Aiden tanggung jawab Lo gue bapeureu 😭
A: Rasain 🤣
N: Bener-bener Lo ye Thor 😒
__ADS_1
A: 🤣🤣🤣*