
Tiga hari berlalu di sebuah rumah besar terlihat sepasang suami istri yang sedang duduk di ruang tamu, dengan orang kepercayaan nya.
Mereka menatap orang itu dengan tatapan tanpa ekspresi, dan berpikir apakah orang itu berhasil mencari tahu tentang wanita yang sedang dekat dengan putranya.
Jika berfikir mengenai kekuasaan yang mereka miliki harusnya berhasil, meskipun mereka belum tahu siapa sebenarnya wanita itu.
"Bagaimana apakah kamu berhasil mencari tahu siapa gadis itu?" Tanya nyonya Gavriel.
"Tentu saja nyonya, seperti dugaan saya jika gadis itu bukan berasal dari keluarga sembarangan." Ujar nya, papa dan mama Deandra mengernyit.
"Jadi?" Tanya mereka berdua.
"Ini nyonya, tuan anda bisa melihat semuanya disini." Ucap orang itu, papa dan mama Deandra pun menatap laptop yang diletakkan di atas meja.
"Dia adalah Aneska Devira Quenby Abrisham, putri tunggal dari tuan Abrisham karena kedua saudara nya adalah laki-laki." Ucap nya menjelaskan.
"Maksudnya dia adalah anak perempuan satu-satunya?" Tanya mama Dean.
"Benar nyonya, anak pertama tuan Abrisham dan anak terakhir nya itu laki-laki. Sementara nona Anes berada di tengah-tengah mereka, nona Anes terlahir kembar dengan putra terakhir tuan Abrisham." Ucap nya lagi.
"Menarik." Ucap papa Deandra.
"Tapi tunggu keluarga Abrisham bukankah_" Ucap mama Deandra terhenti, saat orang kepercayaan nya mengangguk.
"Ya, keluarga Abrisham adalah orang berpengaruh di negara ini. Sama seperti anda yang menjadi orang nomor satu yang berpengaruh di negara anda." Ucap nya lagi, mama Deandra tercengang.
Pantas saja Anes terlihat tidak tertarik kepada putranya, ternyata Anes juga seorang anak yang terlahir dari keluarga kaya.
"Atur pertemuan dengan keluarga Abrisham." Ujar papa Deandra, membuat nyonya Gavriel terbelalak.
"Papa yakin?" Tanya nya.
"Ya, papa lihat wanita itu tidak manja. Papa yakin jika dia bisa merubah Dean menjadi lebih baik lagi, sukur-sukur jika dia bisa membuat Deandra mau memegang perusahaan papa." Jawab nya.
"Tapi pa, Dean sudah memiliki perusahaan sendiri bagaimana bisa dia menjalankan kedua perusahaan sekaligus." Ucap mama Dean.
"Mama jangan meragukan Deandra, selama ini dia tumbuh menjadi anak yang cerdas. Hanya lingkungan saja yang membuat nya seperti itu." Ucap papa Deandra.
...
Satu Minggu kemudian dad Justin dan mom Dea menatap surat undangan yang mereka dapatkan, mom Dea menatap suaminya yang sejak tadi terdiam.
"Apakah Daddy mengenal mereka?" Tanya mom Dea.
"Tidak mom, marga Gavriel Daddy tidak mengetahui nya." Ucap dad Justin.
"Apa mungkin mereka bukan asli warga negara ini?" Tanya mom Dea lagi.
__ADS_1
"Hmmmmmm, mungkin saja." Ucap dad Justin.
"Jadi bagaimana." Ucap mom Dea, dad Justin menatap istrinya lembut.
"Kita temui saja sekarang." Ajak dad Justin, mom Dea pun mengangguk keduanya berjalan keluar perusahaan.
Mereka akan bertemu di sebuah restoran mewah yang sudah dipilih oleh keluarga Gavriel, setelah tiba di restoran tersebut dad Justin berjalan dengan menggandeng tangan istrinya.
Mereka di arahkan menuju ruang VVIP, saat mereka masuk mereka melihat sepasang suami istri yang mungkin seusia dirinya atau lebih Munda dari dad Justin mungkin.
"Tuan Abrisham, senang bertemu dengan anda." Ucap tuan Gavriel.
"Terimakasih, tapi apakah kita pernah bertemu?" Tanya dad Justin.
"Ah, tidak kita tidak pernah bertemu." Jawab tuan Gavriel, dad Justin terdiam.
Mengajak nya bertemu tanpa mengenal satu sama lain itu tidak mudah, bahkan rekan bisnis nya saja begitu sulit untuk membuat janji temu dengan dirinya.
Terkecuali jika orang itu sama besar dengan dirinya atau lebih besar, dad Justin duduk dengan tenang begitupun dengan mom Dea.
"Jadi apa yang ingin anda bicarakan tuan Gavriel?" Tanya dad Justin to the points.
"Maaf sebelumnya jika kami mengganggu waktu anda, tapi sungguh kami benar-benar ingin mengenal anda tuan." Ucap nya sopan, dad Justin tersenyum ia suka orang yang sopan seperti ini. Tidak menunjukkan jika dirinya berkuasa.
"Tidak masalah, selagi memiliki waktu senggang maka saya dan istri saya akan datang." Jawab dad Justin.
"Hmmm, silahkan apa yang ingin anda tanyakan nyonya Gavriel." Balas mom Dea.
"Begini sebenarnya kami mengundang kalian selain kami ingin mengenal kalian, kami juga ingin mengenal putri anda." Ucap nyonya Gavriel.
"Putri saya?" Tanya mom Dea.
"Ya, putri anda nyonya." Jawab nya.
"Maaf memangnya ada apa dengan putri kami?" Tanya dad Justin.
"Sekali lagi kami mohon maaf, tuan kami menyukai putri anda." Ucap nyonya Gavriel.
"Menyukai putri saya, tapi apakah kalian pernah bertemu dengan putri saya?" Tanya dad Justin.
"Begini tuan istri saya sudah pernah bertemu dengan putri anda, dia begitu lugu dan sopan. Kami merasa putri anda mungkin cocok dengan putra kami." Ucap tuan Gavriel.
Dad Justin berdehem, baru kali ini ada yang berniat meminta Anes secara pribadi bahkan mereka terlihat begitu sopan. Mereka juga tidak memamerkan apa yang mereka miliki, bahkan tidak mengatakan hal-hal yang menyinggung perasaan nya.
Selama ini memang banyak yang menginginkan Anes, namun mereka selalu mengatakan embel-embel akan menjamin kehidupan Anes. Akan memberikan mobil dan tempat tinggal mewah untuk Anes, padahal tanpa merekapun dad Justin jauh lebih mampu memenuhi semua itu untuk putri kesayangan nya.
"Begini tuan kami bukan menolak namun banyak hal yang harus kami pertimbangkan." Ucap dad Justin.
__ADS_1
"Apa itu?" Tanya tuan Gavriel.
"Anes anak perempuan saya satu-satunya, dan jika ada yang menginginkan Anes saya dan istri saya tidak bisa mengambil keputusan hanya berdua saja. Anes memiliki kakak dan adik yang begitu menyayangi Anes, bahkan saya sendiri kadang tidak memiliki kuasa untuk melakukan sesuatu terhadap putri saya karena kakak dan adiknya selalu melindungi Anes." Ucap dad Justin, tuan Gavriel mengangguk ternyata benar. Anes bagaikan berlian yang dijaga dengan baik oleh keluarga nya.
"Tentu saja tuan, anda bisa membicarakan dulu tentang ini dengan kakak dan adik Anes." Ucap nyonya Gavriel.
"Hmmm, selain itu jika menyangkut Anes kami juga harus membicarakan ini dengan aunty dan uncle nya (Dena dan Keanu)." Ucap mom Dea, ia tidak melupakan jika Dena juga pernah merawat Anes dari kecil hingga dewasa saat itu. Sampai akhirnya Anes kembali ke tanah air, setelah ia menyelesaikan pendidikan nya.
"Tentu, kami akan menunggu kabar terbaik dari tuan dan nyonya. Kami harap adik, kakak, dan aunty Anes bisa mengizinkan jika Anes bersama dengan putra saya." Ucap nyonya Gavriel, mom Dea hanya bisa tersenyum saja.
Setelah membicarakan tentang Anes dad Justin dan tuan Gavriel membicarakan tentang bisnis mereka, keduanya terlihat nyambung saat berbincang.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Happy reading 🤗😉 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😊
N**: Anes lu liat tuh emak bapak, laki yang sering elu kerjain lagi ketemuan sama emak lu 😂*
A: Lo kaya nya puas bener ya uun 😂
N; Puas lah gue, lagian Anes Ngadi-ngadi ngeluh jomblo giliran ada laki ganteng di kerjain habis-habisan 😭
A: Anes kebanyakan di kelilingi cowok ganteng, jadi udah gak aneh 😂
N: Seketika gue pengen jadi Anes 😂
__ADS_1
A: 😂😂😂