Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 50


__ADS_3

Malam hari di kediaman Artadinata tepatnya kediaman Dio dan anak istrinya, seorang wanita sedang menggelayut manja di lengan suaminya.


Entah mengapa Adelle langsung menyerang Arka begitu saja, hingga membuat Arka heran dengan tingkah Adelle.


"Hey kau kenapa?" Tanya Arka.


"Emmmmhhh, diam bang." Ucap Adelle, Adelle terus membuat Arka resah hingga Arka memutuskan untuk melepaskan pelukan Adelle.


"Bang." Lirih Adelle.


"Kamu kenapa?" Tanya Arka.


"Tidak apa-apa aku hanya merindukan Abang." Ucap Adelle, Arka yang bingung merengkuh tubuh Adelle.


Bukan tidak tahu sebenarnya Arka tahu jika tadi siang Adelle menemui Vee, namun Arka tidak berfikir setelah bertemu dengan Vee sikap Adelle menjadi berubah.


di kediaman Abrisham terlihat Aiden yang sedang memandangi Vee yang sedang berjalan kesana-kemari, setelah merasa pusing dengan tingkah istrinya Aiden menarik Vee hingga wanita itu terduduk di atas pangkuan nya.


"Aaaaaa." Pekik Vee.


"Kamu kenapa mondar-mandir seperti setrikaan rusak?" Tanya Aiden.


"Aku tidak apa-apa." Jawab Vee malu, ia tidak sadar jika suaminya memperhatikan kelakuan aneh nya.


"Tadi siang Adelle kemari?" Tanya Aiden, Vee menatap manik mata Aiden.


"Kau masih mencintai Adelle?" Bukannya menjawab pertanyaan Aiden, Vee malah balik bertanya.


"Tidak, aku sudah tidak mencintainya." Jawab Aiden.


"Jika kau masih mencintainya kejar saja." Ucap Vee, wanita itu mengerucutkan bibirnya.


"Kau sudah siap menjadi seorang janda muda." Ledek Aiden, membuat tatapan Vee membulat sempurna.


"Tentu saja tidak, aku tidak ingin itu terjadi." Ucap Vee.


"Maka jangan pernah mengatakan hal itu lagi gadis kecil, aku ini sudah menjadi milikmu hanya milikmu." Ucap Aiden menunjuk-nunjuk kening Vee.


"Cih, modus." Cebik Vee, Aiden tertawa kecil.


"Aku bertanya kepadamu, Adelle kesini? Apa dia melukaimu?" Ucap Aiden bertanya kembali.

__ADS_1


"Hmmmmm, dia kemari. Tapi dia tidak melukaiku." Jawab Vee, Aiden menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Vee.


Merasa kurang nyaman Aiden memutar tubuh Vee hingga menghadap ke arah nya, lelaki itu menyembunyikan wajahnya di dada Vee.


Saat Aiden ingin memulai aksi nakal nya pintu kamar dibuka oleh seorang gadis cantik, siapa lagi kalau bukan adik solimi nya.


"Aku tidak lihat." Teriak Anes, membuat Aiden dan Vee yang tidak menyadari keberadaan Anes menoleh.


"Tidak melihat tapi kau teriak." Cebik Aiden, Vee berusaha melepaskan diri dari Aiden.


Namun sayang Aiden tidak melepaskan nya, dasar nya gaada ahlak ya begitu sampai akhirnya Vee menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aiden.


"Sopankah seperti itu di hadapan jomblo kak." Ucap Anes.


"Aku tidak peduli." Jawab Aiden, Anes mendengus kesal. Niat ingin meminta tolong kepada Vee ia urungkan, saat melihat sang kakak yang mulai posesif.


"Baiklah kau tidak peduli, jadi aku pergi saja." Ujar Anes, kini gadis itupun pergi dengan menggerutu kesal.


"Mommy." Panggil Anes, membuat Dea berlari mendekati putri satu-satunya itu.


"Ada apa sayang." Ucap Dea.


"Mentang-mentang aku jomblo Aiden mesra-mesraan seenaknya." Ucap Anes, Dea tertawa kecil.


"Aku sumpahin cepet punya anak, biar gak bisa manja-manja lagi sama Vee." Ucap Anes, Dea tertawa lepas.


"Bagus dong itu artinya aunty yang cantik ini akan memiliki teman." Kekeh Dea, Anes pun tersenyum.


"Benar juga, oiya dimana Alexi." Ujar Anes.


"Adik kamu itu sedang pergi bersama Axel dan Azka." Balas Dea, Anes mengangguk.


Kini Dea dan Anes pun memutuskan untuk pergi ke kamar nya masing-masing, sementara di kamar Aiden lelaki itu sedang bermain dengan mainan baru nya.


"Aiden sudah kau membuatku kesal." Cebik Vee, Aiden mendongak dan tersenyum jahil.


"Aaaaaa, kenapa kau mengigit nya." Dengus Vee, Aiden tertawa kecil.


"Maafkan aku." Ucap Aiden mengecupi mainan nya, Vee menghela nafasnya ia kesal kepada Aiden yang mulai mesum.


"Aku ingin tidur." Ucap Vee, Aiden mengangguk.

__ADS_1


"Tidurlah aku tidak akan menggangu kamu." Ujar nya.


"Tidak menggangu udelmu, berhenti bermain itu membuatku geli." Cebik Vee, Aiden mengecup pipi Vee dan bangun ia merapikan baju Vee yang sempat dibuat berantakan.


"Tidur lah aku akan ke ruang kerja dulu." Ucap Aiden, Vee terdiam menatap kepergian Aiden.


Setelah Aiden menghilang dari pandangan nya Vee tersenyum, ia berasa sedang memiliki bayi besar karena sikap Aiden yang mulai manja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Aiden gue nyerah ai nyerah 😭


A: Sabar ya Uun ya sabar 🤣


N: Tega amat Lo bikin gue resah Thor 😭


A: Gue sengaja uun 😂


N: Solimi 😭


**A: 🤣🤣🤣

__ADS_1


N: 😭😭😭***


__ADS_2