Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 298


__ADS_3

Satu Minggu berlalu hari ini terlihat mom Dea yang tengah duduk dengan menimang tubuh mungil Gavin, sementara Alea wanita itu sedang makan atas permintaan sang mommy.


Mommy selalu mengatakan jika Alea harus banyak makan termasuk makan sayur-sayuran agar asi nya banyak dan Gavin tidak kekurangan asi, mom Dea selalu mengutamakan anak dan cucunya.


"Mom gantian sama Vee gak apa-apa kok, lagian Varo juga sedang tidur takut mommy capek." Ucap Vee.


"Baiklah." Ucap mom Dea, tumben sekali mommy nya langsung menuruti perkataan Vee.


Namun saat Vee melihat mommy nya bangun dan berjalan menuju dapur prasaan nya mulai tidak enak, ia langsung mengikuti mom Dea dari belakang. Benar sekali dugaan Vee bukannya istirahat mom Dea malah mengerjakan pekerjaan yang lainnya.


"Mom ngapain?" Tanya Alea.


"Tentu saja ingin membuat jus dan memotong buah untuk kamu, memangnya mau apa lagi." Ucap mom Dea, membuat Vee dan Alea tercengang mendengar nya.


"Mommy mon maap ni ya bukannya apa-apa tapi aku kan minta mommy untuk istirahat, kalau mau buat jus atau potong buah tidak apa-apa biar Vee yang melakukan nya." Ucap Vee.


"Tidak apa-apa kamu kan sedang menjaga Gavin Vee, sebaiknya kamu pergi ke depan dan jaga Gavin di depan." Ucap mom Dea, Vee dan Alea pun saling pandang satu sama lain.


"Mom ini mommy saja yang menjaga Gavin biarkan Vee yang mengerjakan itu." Ucap Vee, kenapa ia jadi ketar-ketir sendiri dengan sikap sang mommy yang kelewat rajin.


Padahal ada banyak pelayan di rumah tapi bisa-bisanya mom Dea mengerjakan semua itu sendiri, kalau begitu apa gunanya mempekerjakan banyak pelayan. Begitulah isi pikiran Vee dan Alea.


Di kediaman Mae terlihat Mae yang sedang membuat kue kesukaan Tiana, wanita itu tahu Tiana menyukai kue dari Aleta karena mama Tiana pernah cerita jika Tiana sangat menyukai kue yang saat ini dibuat oleh Mae.


"Mami lagi apa?" Tanya Tiana.


"Kamu ngapain ke dapur na?" Tanya Mae.


"Aku bosan di dalam terus jadi memutuskan untuk menemui mami di dapur." Jawab nya.


"Ini mami sedang membuat kue kesukaan kamu, kamu suka kan sayang." Ucap Mae, Tiana memperhatikan itu dan terkejut jika yang dibuat oleh Mae adalah kue kesukaan nya.


"Mami tahu dari mana kalau Tiana suka kue itu?" Tanya Tiana.


"Apa sih yang mami gak tau semuanya mami tahu tentang kamu." Ucap Mae, membuat Tiana refleks menyilang kan kedua tangan nya di dada.


"J_jangan bilang mami juga tahu_" Lirih nya.


"Tentu saja tahu mungkin beda tipis sama punya Aleta." Ceplos Mae ngasal, namun berhasil membuat Tiana merona.


"Dari mana mami tahu apakah dari cctv? Apakah dirumah ini terpasang cctv di setiap sudut?" Tanya Tiana lagi kepada Mae yang sedang fokus membuat kue.

__ADS_1


"Tentu saja di setiap sudut rumah ada cctv." Balas Mae, Tiana menutup mulutnya dan pikirannya berkelana kesana-kemari.


"Mi tapi gak mungkin kan kamar di pasang cctv?" Tanya nya polos, Mae mengernyit apakah ia sudah g*la sampai harus memasang cctv di kamar.


"Untuk apa memasang cctv di kamar? Apakah mami harus menonton setiap kegiatan yang kalian lakukan?" Ucap Mae, Tiana menggelengkan kepalanya cepat hal itu membuat nya merasa aman.


"Mami lagi apa si sibuk bener dari tadi?" Ucap Aleta menghampiri mami nya dengan menggendong tubuh mungil baby leo.


"Mami sedang membuat kue kesukaan Tiana." Jawab mami.


"Waaahh aku mau dong." Ucap Aleta mencicipi beberapa kue yang sudah matang.


"Ta." Panggil Mae, membuat Tiana menatap dua wanita itu.


"Ada apa mi?" Tanya Aleta dengan mulut yang tak berhenti mengunyah kue.


"Itu kabar orang tua nya Alea gimana sudah minta maaf belum?" Tanya Mae, tentu saja ia ikut kesal saat mendengar orang tua Alea yang meragukan kebaikan Dea.


"Aku dengar si sudah mi kemarin mereka datang ke rumah mommy dan Daddy, tapi sepertinya Alea sudah terlanjur kecewa." Ucap Aleta.


"Iya si kasihan juga Alea apalagi kan dia baru saja melahirkan, sebenarnya mami dan mom Dea khawatir kalau Alea mengalami baby blues." Ucap Mae.


Di sebuah gedung terlihat Aiden, Alexi, Axel, Arka dan Azka yang sedang berjalan untuk kembali ke kantor mereka masing-masing.


Namun saat akan keluar tak sengaja Alexi berpapasan dengan Haris, keduanya saling menatap dengan tajam membuat para saudara Alexi menepuk pundaknya agar Alexi bisa menahan amarahnya.


"Tuan Abrisham selamat untuk anda dan istri anda karena telah berhasil membuat Alia di usir dari rumah." Ucap Haris, Alexi tersenyum smirk mendengar perkataan Haris.


"Terimakasih tuan Haris tapi, apakah saya harus mengucapkan bela sungkawa karena anda gagal menghancurkan pernikahan saya dengan Alea?" Ucap Alexi membuat Haris mengeraskan rahangnya.


"Sepertinya tidak karena cepat atau lambat Naura akan menjadi milik saya kembali." Ucap Haris, Alexi tertawa mengejek kepada Haris.


"Begitukah? Tapi apakah anda tahu jika Naura anda sangat menyayangi putranya, ah akan saya beri tahu jika putra Naura adalah hasil dari percintaan kami setiap malam." Ucap Alexi memanas-manasi Haris, sementara A bersaudara hanya bisa mengulum bibir nya menahan tawa.


"Tutup mulut anda tuan muda Abrisham." Ucap Haris mulai emosi.


"Haris Haris anda menginginkan istri orang lain yang jelas-jelas di jaga, di rawat dan sangat di bahagiakan. Apakah melihat kebahagiaan Alea sekarang membuat anda berpikir jika dia juga akan bahagia jika bersama dengan anda? Apa yang bisa anda berikan sementara Alia saja istri anda merada sengsara." Ledek nya, Haris semakin emosi karena merasa Alexi sedang mengejek nya.


"Cih, kau pikir Naura wanita yang gila harta?" Cibir Haris, Alexi dan yang lainnya pun tertawa mendengar perkataan Haris.


"Dia mengatakan tidak butuh harta saat bersama anda? Memangnya apa yang bisa dia dapatkan dari anda, sementara untuk memulihkan perusahaan saja anda rela menukar cinta dan diri anda hanya untuk uang, tapi denganku dia mendapatkan semuanya ingat itu bukan hanya uang dan kekayaan dia juga mendapatkan keluarga yang menyayangi nya dengan tulus!" Tegas Alexi, membuat Haris tertegun atas perkataan Alexi.

__ADS_1


"Naura mengatakan semuanya kepada kamu?" Tanya Alexi.


"Menurutmu aku tahu ini darimana? Ingat jaga wanitamu dan bahagiakan dia sebelum ada orang lain yang membahagiakan nya." Ucap Alexi, Haris pun bungkam dan menatap kepergian Alexi juga para saudara nya.


Haris merasa benar-benar bo*oh karena rela meninggalkan wanita seperti Alea hanya untuk Alia, dan kini wanitanya itu sudah menjadi milik orang lain bahkan dia lebih mampu segalanya dari pada Haris.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading πŸ€—πŸ˜‰ jangan lupa like komen dan vote nya πŸ™πŸ˜Š


N**: Satu menyesal maka semua akan menyesal πŸ˜‚*


A: Teh power of ___ isi sendiriπŸ˜‚


N: Heh πŸ˜‚β˜ΊοΈ


A: πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

__ADS_1


__ADS_2