Jurney Of Love

Jurney Of Love
Epson 69


__ADS_3

Malam hari terlihat Aiden yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidur, Vee menghampiri suaminya dan duduk di samping Aiden.


"Loh kenapa tuh muka kusut amat." Ucap Aiden.


"Aku gak apa-apa kok." Balas Vee.


"Yakin gak apa-apa, tapi kok manyun gitu kenapa?" Tanya Aiden, sebenarnya setelah mendengar curhatan Adelle mengenai anak Vee sedikit kefikiran.


Aiden dan mom Dea juga pasti menginginkan baby kecil kan, namun Vee belum juga hamil saat ini.


"Aku_" Lirih Vee, Aiden yang mengerti pemikiran istrinya pun tersenyum dan memeluk Vee.


"Jangan memikirkan hal yang membuat kamu merasa terbebani." Ucap Aiden.


"Aiden, aku ingin memiliki anak dan aku juga ingin seperti wanita lain yang bisa bermain dengan anak-anak nya." Lirih Vee, Aiden tersenyum tipis lalu mengecup kening Vee.


"Hei, siapa yang tidak menginginkan malaikat kecil itu. Aku juga menginginkan nya sayang, tapi kita tidak bisa berbuat banyak yang perlu kita lakukan sekarang itu berusaha dan berdoa." Ucap Aiden, Vee terdiam benar sekali yang dikatakan oleh Aiden.


Kini Vee pun menyembunyikan wajahnya di dada bidang Aiden, ia benar-benar merasa nyaman saat menghirup aroma maskulin dari tubuh suaminya itu.


...


Keesokan harinya Vee berniat untuk pergi ke kediaman orang tuanya, ia akan mengambil beberapa berkas milik sang opa.


Sebenarnya Vee tidak membutuhkan itu lagi setelah dirinya menikah dengan Aiden, namun Vee sadar itu semua milik opa nya. Dan Vee tidak ingin jika ibu dan saudara tiri nya memanfaatkan harta peninggalan sang opa.


"Kamu jadi ke rumah papi Vee?" Tanya Aiden, yang sedang memakai jam tangan nya.


"Jadi." Jawab Vee, kini wanita itu sedang memasangkan dasi di leher suaminya.


"Pulang nya nanti di jemput supir, kamu langsung ke kantor saja kita makan siang bersama." Ucap Aiden, Vee tersenyum manis.


Ah, suaminya ini semakin hari semakin tampan saja. Mungkin Vee adalah wanita yang beruntung karena bisa menaklukkan hati suami tercintanya.

__ADS_1


Setelah selesai mereka pun memutuskan untuk langsung pergi, tidak lupa juga untuk sarapan bersama dengan keluarga nya.


Kini Vee pergi ke rumah papi nya diantar oleh supir, saat tiba di depan rumah besar dengan gerbang yang menjulang tinggi Vee menghela nafasnya.


"Akhirnya aku kembali ke rumah ini, tapi hanya untuk mengambil beberapa berkas saja." Gumam nya, penjaga yang menyadari kedatangan Vee langsung membukakan gerbang utama rumah.


Saat turun dari mobil Vee di sambut masam oleh ibu dan saudara tiri nya, Vee tidak mempedulikan mereka yang menatap nya tidak suka.


"Lihatlah anak pungut itu kembali tanpa sopan santun." Ucap saudara tiri Vee.


"Mungkinkah suaminya bangkrut sampai harus membuat dia pulang." Ucap mami tiri Vee.


"Mau apa kau kembali?" Tanya saudara tiri Vee.


"Memangnya kenapa kalau aku kembali." Ucap Vee menatap saudara tiri nya dengan sinis.


"Cih, bukankah kau sudah menikah dengan orang kaya. Lalu kenapa kau kembali." Sinis nya.


"CK, suka-suka akulah mau kembali atau tidak. Lagi pula ini rumah ku dan sertifikat rumah ini juga atas namaku jika kalian lupa." Sengit Vee, membuat saudara tiri dan mami nya itu geram.


"Setidaknya semua aset papi dan opa itu atas namaku, tidak seperti kamu dan mami mu. Sudah di usir tidak mendapatkan apa-apa pula." Telak Vee, membuat saudara tiri nya emosi bukan main.


Vee melanjutkan langkahnya dan memasuki kamar nya, ia menatap sekeliling tidak ada yang berubah dari kamar itu.


Vee tahu pasti papi yang melarang siapapun untuk menyentuh kamar nya, setelah mengambil beberapa berkas di kamar Vee dan di kamar opa nya Vee pun kembali ke lantai dasar.


Ia melihat mami dan saudara nya yang sedang duduk santai, mereka menatap benci kepada Vee.


"Nikmatilah fasilitas yang ada sebelum aku mengambil alih semuanya!" Tegas Vee, berhasil membuat kedua wanita itu terbelalak.


"Dasar anak tidak tahu d*ri, papi mu masih hidup bisa-bisa nya kamu ingin mengambil semua yang dimiliki oleh papi mu." Teriak mami tiri Vee, namun Vee hanya tertawa kecil saja.


Ini sangat menyenangkan ketika melihat keduanya ketakutan, Vee tahu ia tidak bisa mengambil alih semuanya dalam waktu dekat.

__ADS_1


Namun Vee yakin cepat atau lambat yang menjadi milik Vee sebelumnya akan kembali kepada Vee, ia tidak ingin membiarkan orang yang sudah merusak kebahagiaan nya tenang begitu saja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


***Happy reading 😊🤗 jangan lupa like komen dan vote nya 🙏😉


N**: Vee dan Felly sama-sama meresahkan ya Thor 😂


A: Sama-sama punya cara nya sendiri untuk membalas perbuatan seseorang Uun 😁


N: Bener banget, kalau Felly bar-bar nya gak nyelow. Kalau Vee keliatan tenang tapi menakutkan 😂


A: Bisa-bisa nya Lo nyamain orang di judul yang berbeda 😌


N: Readers othor doang emang yg begini 😂

__ADS_1


A: Iya kan paling beda 😂


N: 😂😂😌*


__ADS_2