Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Detak Jantung si Baby


__ADS_3

Memilih Dokter Kandungan memang membutuhkan beberapa kriteria sendiri. Ada yang mencari Dokter Kandungan yang perempuan, supaya untuk konsultasi dan pemeriksaan tidak sungkan, tetapi ada juga yang ingin mendapatkan Dokter yang ramah, memberikan penjelasan yang detail, tempat praktik yang tidak terlalu jauh, bahkan advice yang diberikan biasanya normal atau caesar.


Marsha pun akhirnya memilih sendiri Dokter Kandungan berdasarkan review yang diberikan oleh aplikasi Halo berwarna biru di ponsel pintarnya. Bahkan Marsha, sudah membuat janji melalui aplikasi itu, sehingga tinggal datang ke Rumah Sakit dan juga mengantri untuk pemeriksaan.


Sehingga, siang itu, Marsha mengirim pesan kepada Abraham untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit untuk periksa sore ini.


[To: Mas Suami]


[Mas, aku sudah buat janji dengan Dokter Kandungan untuk pemeriksaan nanti sore.]


[Anterin aku ya, Mas ….]


[Pemeriksaan mulai jam 17.00, kita berangkat jam 17.00 aja, atau nunggu kamu selesai bekerja tidak masalah.]


Pesan-pesan itu pun terkirim dari handphone Marsha, selebihnya Marsha menunggu suaminya itu membalas pesannya. Sekaligus, Marsha akan membawa Buku Kesehatan Ibu dan Anak yang Bidan berikan saat pemeriksaan di Semarang dulu. Paling tidak Dokter nanti bisa melihat riwayat pemeriksaannya di Semarang dulu.


Sampai akhirnya, Abraham pun membalas pesannya.


[To: Shayang]


[Oke, nanti Papa anterin yah.]


[Aku jam 16.00 pulang.]


[Kamu siap-siap aja Shayang … buku KIA-nya jangan lupa dibawa.]


Hanya sebatas membaca pesan dari Abraham saja, sudah membuat Marsha bahagia. Benar lah pepatah berkata bahwa kebahagiaan tidak diukur dari seberapa banyak materi yang kamu miliki, memiliki Abraham di sisinya saja, Marsha justru merasa lebih bahagia sekarang ini. Abraham yang menyayanginya, dan juga begitu pengertian.


Menjelang waktunya Abraham pulang, Marsha sudah menyiapkan masakan untuk Abraham. Tidak hanya itu, Marsha juga sudah mandi dan bersiap. Tinggal menunggu suaminya mandi dan juga bisa mengisi perutnya terlebih dahulu.


Tepat jam 16.00, Abraham sudah tiba di apartemen mereka. Pria itu tersenyum melihat Marsha yang sudah begitu cantik dan tentunya harum sudah berdiri di depan pintu dan membukakan pintu baginya.

__ADS_1


“Cantik banget sih,” ucap Abraham begitu melihat istrinya.


“Cantik dong … istrinya siapa,” sahut Marsha.


“Mandi dulu ya Mas … sama sekalian makan, takut kalau kemalaman dan kamu tidak sempat makan,” ucap Marsha lagi.


“Iya, aku akan bersiap secepatnya,” balas Abraham.


Pria itu segera masuk ke dalam kamarnya, dan mandi. Setelahnya dia menikmati makanan yang sudah Marsha mask dan siapkan untuknya, kemudian dia bersiap mengantar Marsha untuk menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit.


“Dokternya siapa Shayang jadinya?” tanya Abraham.


“Dokter Rinta tuh Mas, reviewnya sih bagus … jadi, nanti coba saja,” balas Marsha.


Begitu telah tiba di Rumah Sakit, rupanya Marsha mendapat antrian nomor lima, sehingga dia harus mengantri untuk beberapa antrian di depannya. Marsha tersenyum, dulu di Semarang dia hanya merasa iri melihat para ibu hamil yang didampingi suaminya, dan sekarang dia sendiri memiliki suami yang ada bersamanya dan mendampinginya seperti ini.


Tidak terasa setengah jam menunggu, kini giliran nama Marsha yang dipanggil. Seorang perawat menimbang berat tubuh Marsha terlebih dahulu, mengukuran tekanan darah, menanyai pemeriksaan pertama atau tidak untuk catatan administrasi.


Setelahnya, Marsha dan Abraham dipersilakan untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan.


“Halo, selamat sore … perkenalkan saya Dokter Rinta,” sapa Dokter itu dengan ramah.


“Saya Marsha, dan ini suami saya, Dokter … kami datang untuk memeriksakan kehamilan,” ucap Marsha.


Dokter Rinta menganggukkan kepalanya, kemudian melihat buku KIA yang sebelumnya sudah dibawa Marsha. Melihat riwayat pemeriksaan yang pernah Marsha lakukan sebelumnya di Semarang.


“Kalau sesuai pemeriksaan yang sudah dilakukan sebelumnya, janin Ibu sekarang kurang lebih 15 atau 16 minggu yah. Baik, kita lakukan pemeriksaan dengan USG terlebih dahulu yah,” ucap Dokter Rinta.


Mulailah Dokter Rinta bersiap dengan transducer di tangannya, dan seorang perawat mengoleskan USG Gell di perut Marsha. Kemudian Dokter Rinta menggerakkan transducer di tangannya dan kemudian mulai memberikan penjelasan kepada Marsha dan juga Abraham.


“Tepat ya Bu Marsha … sekarang janin berusia 16 minggu. Kehamilan 16 minggu ini berarti sudah memasuki Trimester dua. Di mana Ibu sudah lebih enak, tidak lagi mual dan muntah. Berat janin kira-kira mencapai 2 setengah ons, dan siap-siap untuk merasakan gerakannya. Sekarang, janin sudah sebesar buah Alpukat dengan panjang badan dari kepala sampai kaki sekitar 12 sentimeter," jelas Dokter Rinta dengan begitu detail.

__ADS_1


"Sekarang mari kita dengarkan dan hitung detak jantung si baby yah," ucap Dokter Rinta. Mulailah USG ditekankan di area di mana si baby ada, doppler (alat untuk mendengar detak jantung bayi) pun sudah dinyalakan.


Deg ....


Deg ....


Deg ....


Suara detak jantung yang bercampur dengan suara riak air ketuban itu terdengar dari alat bernama doppler itu.


Baik Marsha dan Abraham sama-sama meneteskan air mata mendengar detak jantung calon baby nya untuk pertama kali.


"Masyaallah ...."


Abraham pun memuji nama Allah untuk kesempatan indah kali ini. Dengan mendengar detrak jantung bayinya, Abraham yakin ada kehidupan baru yang terus tumbuh di dalam rahim istrinya itu.


"Luar biasa ya Bapak dan Ibu," ucap Dokter Rinta yang tersenyum melihat Marsha dan Abraham yang sama-sama meneteskan air matanya.


"Iya, Dok," balas Marsha dengan menyeka air matanya sendiri.


"Janin akan berkembang sesuai dengan usianya ya Bu. Untuk sekarang, janin Ibu dalam kondisi sehat, air ketuban juga cukup. Semuanya baik," ucap Dokter Rinta.


Kemudian perawat pun mengambil tissue dan membersikan sisa-sisa USG gell di perut Marsha. Kemudian dilanjutkan dengan konsultasi.


"Apa ada yang ditanyakan Bu?" tanya Dokter Rinta.


"Begini Dok, saya hanya ingin bertanya ... sebelumnya saya menikah dua tahun dan tanpa pernah merasa gejala kehamilan, dan sekarang kenapa bisa hamil ya Dok? Padahal dulu, sampai saya dikira mandul," tanya Marsha kali ini.


"Sebenarnya masalah bisa menyeluruh dan kompleks sih Bu, bisa masalah pada Ibu di mana ada masalah pada sel telur karena ketidakseimbangan hormonal seperti penggunaan obat, gangguan tiroid, dan juga stress. Sementara pada pria bisa karena tes-tis yang tidak baik, lalu kualitas cairan mereka yang tidak sehat, dan juga penyumbatan uretra. Justru mungkin bisa tidak melakukan pembuahan. Jadi banyak faktor," jelas Dokter Rinta.


Setidaknya Marsha mendapatkan jawaban saja untuk pertanyaannya sendiri kenapa dulu dirinya tidak kunjung hamil, tetapi hanya sekali berhubungan dengan Abraham saja bisa langsung mengandung.

__ADS_1


"Baik Dok, terima kasih," balas Marsha.


"Sama-sama Bu, nanti saya resepkan Asam Folat dan Omega 3, juga kalsium yah. Pemeriksaan selanjutnya bulan depan," ucap Dokter Rinta.


__ADS_2