
Pasangan yang baru saja mereguk manisnya madu cinta itu, sama-sama menetralkan deru nafasnya yang memburu dan detak jantungnya yang berdetak melebihi ambang batasnya. Kali ini percintaan mereka benar-benar emosional. Dua orang yang sama-sama terluka di masa lalu, tidak memiliki figur keluarga yang bahagia, tetapi keduanya sama-sama berharap bahwa kehidupan rumah tangganya akan bahagia.
Abraham kemudian beringsut, menopang kepalanya dengan menggunakan lengannya, kemudian mulai merapikan anak rambut di kening Marsha.
“Shayang, tadi tidak menyakiti kamu dan dedek bayi kan?” tanyanya.
Tangan pria itu bergerak dan memberikan belaian di perut Marsha dengan begitu lembutnya. Sentuhan yang rupanya disambut dengan tendangan si baby yang bisa dirasakan di telapak tangan Abraham.
“Eh, dia menendang Shayang … dia nendangin aku,” ucap Abraham.
Pria itu selalu bahagia bisa merasakan tendangan si bayi. Bahkan kali ini, tendangan si bayi rasanya justru lebih kuat.
“Iya, abis diusilin Papanya, adek bayinya nendang-nendang deh,” balas Marsha dengan terkekeh geli.
__ADS_1
Abraham menundukkan wajahnya, dan kemudian melabuhkan kecupan di perut Marsha. Membiarkan bibirnya mengecup permukaan kulit itu untuk sesaat lamanya.
“Papa sayang banget sama kamu, Adik … sayang banget,” ucap Abraham.
Sungguh, melihat Abraham yang seperti ini membuat Marsha sangat bahagia. Hatinya menghangat dengan perlakuan manis dan penuh perhatian dari Abraham.
“Apa pusing ya Shayang? Kena cairannya aku,” tanya Abraham lagi.
Marsha mengedikkan bahunya perlahan, “Entahlah Mas … cuma kan enggak boleh sering-sering saja. Cuma di Trimester 3 kan Dokter bilang enggak apa-apa, asalkan tidak menekan perut,” balas Marsha.
“Mana perut kamu sudah buncit banget, makanya aku minta kamu yang handle. Kalau di pangkuan aku kan, kamu bisa handle, Shayang. Aku takut kalau menghujamnya terlalu keras dan bikin dedek bayi kesakitan,” jawab Abraham.
Abraham kembali merebahkan dirinya di samping Marsha dan mengusapi puncak kepala istrinya itu, “Cuma … jujur ya Shayang, kamu yang makin berisi, perut yang kian membuncit ini justru kamu tambah sexy.”
__ADS_1
Mendengar suaminya mengatakan bahwa dirinya semakin sexy membuat Marsha terkekeh geli. Tidak mengira bahwa suaminya itu akan mengatakan demikian.
“Mana ada, badanku penuh lemak semuanya. Sudah naik 15 kilogram. Ini berat badan terbesarku, Mas,” balas Marsha.
Bagi seorang model yang terbiasa memiliki berat badan yang normal, kemudian mengalami lonjakan sampai 15 kilogram, Marsha mengaku bahwa ini adalah berat badan terbesarnya.
Dengan cepat Abraham justru menggelengkan kepalanya, “Enggak … malahan tambah sexy. Wajah kamu cantik, setelah hamil jadi tambah keibuan deh. Ayu,” balas Abraham.
Lagi-lagi Marsha terkekeh mendengar ucapan dari suaminya itu. Baru kali ini ada pria yang mengatakan dirinya sexy dan ayu di saat berat badannya melonjak secara drastis. Hanya saja, Marsha juga tidak insecure dengan kenaikan berat badannya. Alih-alih memikirkan berat badan yang kian hari kian melonjak, lebih baik Marsha berbahagia dengan adanya Abraham dan juga mempersiapkan kelahiran si Baby yang tidak akan lama lagi.
“Jadi, enggak sakit kan? Kalau aku terlalu keras dan nyaris bikin kamu kesakitan, ingatan aku yah … hentikan aku. Sebab, aku tidak ingin melukai orang-orang yang paling aku sayangi dalam hidup ini,” balas Abraham.
Marsha pun juga menganggukkan kepalanya, “Iya Mas … aku pasti hentikan kalau kamu terlalu keras. Kalau bisa ya jangan, Mas … aku takut dengan hubungan suami istri yang keras hingga melukai pasangannya. Aku trauma,” balas Marsha dengan sungguh-sungguh.
__ADS_1
Abraham mengangguk, pria itu membawa tubuh Marsha dalam dekapannya, “Iya … aku tahu. Maka dari itu, aku tidak akan melukai kamu. Aku yang akan membalut lukamu, dan aku janji tidak akan melukai kamu baik secara fisik, verbal, maupun seksual."
Abraham mengucapkan janji itu dengan sungguh-sungguh. Jikalau rumah tangga mengalami masalah, semuanya bisa diselesaikan dengan baik-baik. Abraham kali ini berjanji bahwa dia tidak akan melukai Marsha baik secara fisik, verbal, maupun seksual. Abraham akan pastikan bahwa Marsha akan selalu bahagia bersamanya.