
Melvin merasakan sangat senang bisa bertemu dengan Marsha sekarang. Jikalau dulu dia bertemu masih dengan arogansi yang tinggi dan juga dengan rasa jumawa yang besar. Sekarnag, Melvin sudah melepaskan semuanya itu. Melvin menemui Marsha dengan kondisi yang bisa dikatakan tidak baik. Namun, pria itu akan memanfaatkan waktu kunjungan yang sudah ditetapkan oleh pihak lembaga permasyarakatan itu.
"Marsha, Bram ... aku ingin meminta ... maaf. Maafkan aku," ucap Melvin dengan menghela nafas sepenuh dada.
Mungkin sekarang adalah waktu di mana Melvin harus memanfaatkannya dengan baik-baik. Sepuluh menit yang akan menjadi saat yang sangat berharga untuknya. Waktu yang mungkin tidak akan kembali lagi.
"Maafkan aku Marsha ... dulu, sebagai suamimu, aku melakukan yang buruk kepadamu. Aku mengangkat tanganku untuk menyakiti kamu, dan memberikan luka secara seksual kepadamu. Maaf aku, Sha. Sekarang, baru aku bisa menyadari bahwa apa yang aku lakukan salah, Sha ... yang aku lakukan adalah bentuk keegoisan yang mungkin tidak akan bisa kamu maafkan. Sekarang, aku menyesalinya, Sha ... aku menyesali dengan hari yang pernah aku lakukan untuk menyakiti kamu," balas Melvin dengan menundukkan wajahnya.
"Tidak apa-apa, Vin ... aku juga minta maaf," balas Marsha kemudian.
Melvin menggelengkan kepalanya, "Tidak, kamu tidak salah. Yang terjadi dulu, semuanya salahku," balas Melvin.
"Aku juga bersalah, Vin ... saat hubungan kita pasang surut, aku bertemu dengan Mas Abraham, mantan kekasihku dulu. Lantas, terjadi percikan hasrat terlarang antara aku dan Mas Abraham ketika kita masih terikat pernikahan," balasnya.
Ya, Marsha akhirnya mengakui juga salahnya. Ketika pernikahannya dengan Melvin pasang surut, justru dia bertemu Abraham. Dia merasakan desiran di hatinya, dan merasakan hasrat terlarang. Bahkan mereka bercinta juga ketika akad belum terucap. Baru kali ini, Marsha melakukan pengakuan di hadapan Melvin.
Tampak Marsha berlinangan air mata, mengakui dosa memang terasa begitu sesak. Akan tetapi, dia ingin meminta maaf juga kepada Melvin. Untuk kesalahan yang dia pernah lakukan dulu.
Melvin menghela nafas di sana, "Karena aku yang memulainya, Sha ... aku memaafkan kamu, dan tolong maafkan aku," balas Melvin.
Pun dengan Abraham yang meminta maaf terlebih dahulu kepada Melvin. "Aku juga meminta maaf, Vin ... ya, yang diakui Marsha barulah benar. Hanya saja, saat itu aku tidak tahu bahwa kamu adalah adikku. Kita dari satu Papa. Maafkan aku juga, Vin," ucap Abraham.
"Aku yang seharusnya minta maaf kepadamu. Walau tidak salah tahu dan tidak salah mengenal, aku membuat hidupmu sulit dan juga menuduhkan hal yang bukan-bukan kepadamu. Maafkan aku juga, Bram," balas Melvin di sana.
Abraham menganggukkan kepalanya dan menghela nafas sepenuh dada, "Ku harap, kamu akan selalu semangat, Vin ... tinggal tiga tahun tersisa. Oleh karena itu, semangatlah. Usai kamu keluar, hiduplah dengan benar. Masih ada kesempatan untuk berubah," ucap Abraham.
"Kesempatan untuk berubah selalu ada, Bram ..., tapi kesempatan untuk memiliki Marsha lagi sepenuhnya sudah tertutup yah?"
__ADS_1
Ketika Melvin mengatakan itu, ada senyuman getir yang tercetak di wajah tampan yang mulai layu itu. Ya, kesempatan untuk menata hidup dan juga berlaku baik masih ada. Akan tetapi, kesempatan untuk bisa memiliki Marsha lagi sudah tidak akan ada. Sebab, jalinan kisahnya dengan Marsha sudah sepenuhnya usai.
"Jika itu, tidak akan ada lagi, Vin ... semua yang kumiliki bisa aku lepaskan, tetapi tidak untuk Marsha. Dia satu-satunya milikku yang berharga," balas Abraham dengan begitu serius.
Melvin kembali tersenyum di sana, "Aku hanya bercanda, Bram," balasnya kemudian.
"Di luar sana pasti ada wanita baik-baik yang akan mencintaimu dengan tulus, Vin ... menuntunmu untuk bisa menemukan cinta dan kebahagiaan yang Tuhan sediakan untuk kamu," ucap Marsha kemudian.
Melvin pun menunduk lagi, "Apakah mungkin ada Sha? Aku tidak layak untuk semua itu. Rasanya, aku tidak akan mendapatkan kebahagiaanku lagi," balasnya.
"Pasti ada, Vin ... temukan kebahagiaanmu sendiri. Aku akan menjadi orang pertama yang mendukungmu jika memang pada akhirnya kamu bisa bahagia. Aku akan berdoa untuk kebaikanmu," ucap Abraham dengan tulus.
Ya, Abraham memang berharap bahwa adiknya akan menemukan kebahagiaannya. Bisa merasakan cinta dan kebaikan yang sejatinya Allah sediakan untuk semua umat-Nya. Selain itu, Abraham akan mendoakan yang terbaik untuk Melvin. Berharap bahwa Melvin akan mendapatkan semua kebaikan dalam hidupnya.
"Hmm, semoga saja," balas Melvin.
Hingga akhirnya, petugas lembaga permasyarakatan mengatakan bahwa durasi waktu kunjungan terus berlanjut dan hanya menyisakan beberapa menit saja.
Kali ini Melvin tampak mengusap wajahnya dan tersenyum di sana, "Terima kasih banyak yah ... kalian berdua sudah repot-repot menemuiku di sini. Tempo hari, aku mengatakan kepada Mamaku untuk menyampaikan permintaan maafku kepada kalian berdua, dan sekarang aku begitu lega rasanya. Lega, karena aku bisa meminta maaf secara langsung. Marsha ... Abraham ..., maafkan aku. Untuk semua yang aku lakukan dan menyakiti kalian berdua. Maafkan aku," ucap Melvin dengan sungguh-sungguh.
Marsha meneteskan air matanya dan menganggukkan kepalanya perlahan, "Hiduplah dengan baik, Vin ... semangat selalu yah. Untuk semua salahku di masa lalu, aku juga meminta maaf. Di lain waktu, di masa yang baik, kami akan datang lagi untuk mengunjungi kamu," balas Marsha.
Melvin menggelengkan kepalanya, "Tidak Sha ... satu kali ini saja. Aku malu melihat kalian berdua dengan kondisiku yang seperti ini. Jadi, sekali ini saja. Selalulah berbahagia dengan Abraham. Aku tititpkan salam sayangku untuk kedua keponakanku yah ... Om Melvin sayang kepada mereka berdua," ucapnya.
Lagi-lagi Marsha menganggukkan kepalanya dengan berderai air mata. "Iya, pasti ... Mira dan Marvel, dia akan mendapatkan salam dari Omnya," balasnya.
Merasa waktu demi waktu telah berdiri. Marsha dan Abraham, kemudian Melvin berdiri bersama. Dipisahkan oleh jeruji besi, mereka saling menghela nafas dan memandang. Kemudian Abraham memeluk Melvin di sana.
__ADS_1
"Semangatlah, Adikku ... temukan lagi semangat hidupmu," ucapnya.
Pria seteguh Abraham saja ketika memeluk Melvin untuk kali pertama dalam hidupnya berlinangan air mata. Rasa haru yang menyelimuti lebih mendominasi. Pun Melvin yang menangis dengan memeluk Abraham. Walau ada jeruji besi yang memisahkan tetap saja, rasanya momen ini sangat dramatis untuk keduanya.
"Aku pamit ya Vin ... semangatlah. Jalan hidup yang indah dan penuh harapan menunggumu," pamit Abraham kemudian.
Sementara usai Abraham dan Melvin saling berpelukan, Marsha mengulurkan tangannya menjabat tangan Melvin di sana. "Aku pamit yah ... sehat selalu, Vin. Kembalilah ke panggungmu sebagai Melvin Andrian yang baru. Banyak penggemar menunggumu. Saat kamu kembali berperan nanti, aku akan menjadi penonton pertamamu," ucapnya.
Melvin meneteskan air matanya di sana dengan menjabat tangan Marsha, "Masa itu sudah berlalu, Sha. Makasih banyak ya," ucapnya.
Ya, hari ini menjadi hari yang sangat berharga. Sepuluh menit yang sangat berarti. Ada saling memaafkan, ada saling mengucapkan doa dan harapan. Lebih dari tiu, hubungan lama akhirnya sudah diperbaiki kali ini.
***
Dear Pembaca Setia Hasrat Terlarang Sang Istri,
Kita akan berjalan dan menuju ke bab-bab akhir dari novel ini. Terima kasih sudah mendukung sampai sejauh ini. Kalian yang masih ingin melihat romantisme dan kompaknya Mama Marsha dan Papa Abraham, bisa langsung menuju ke karya ini yah.
Romansa Pengantin SMA
Miranda Lastika Narawangsa, seorang gadis cantik yang berusia 18 tahun, nyatanya justru menutupi kecantikannya dengan berpenampilan lugu dan mengenakan kacamata untuk mendapatkan satu jawaban dari pria tampan yang selisih usianya hanya dua tahun darinya, Elkan Agastya.
Bermula dari perjodohan di masa kecil yang hanya diketahui oleh orang tua, dan kemudian ketika Mira dan Elkan duduk di kelas 3 SMA, keduanya diminta untuk menikah karena pertimbangan dari kedua orang tuanya. Romansa Pengantin SMA, berawal dari sayang, dibumbui benci, dan berakhir dengan cinta? Bagaimana mengurai kisah kasih keduanya berseragam Putih Abu-Abu, dilematis pengantin usia dini dan juga berbagai tricknya.
Yang sudah mampir di Romansa Pengantin SMA, tinggalkan jejak dan dukung selalu yah.
__ADS_1
Love U All,
Kirana^^