Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Mertua Super Perhatian


__ADS_3

Dikunjungi orang tua atau mertua dengan mendadak bagi sebagian orang akan merasa repot dan terasa sungkan. Apalagi untuk mereka yang tinggal di apartemen, di mana luas yang tidak seberapa, dalam ruangan persegi sepetak dan harus bersama dengan orang tua atau mertua. Akan tetapi, Abraham dan Marsha justru bahagia bisa menyambut Mama Diah. Sebab, itu adalah bukti bahwa Mama Diah menyayangi mereka dan calon cucunya. Walaupun begitu datang, Mama Diah sudah memarahi Abraham karena melihat jejak-jejak cinta di leher Marsha, tetapi di dalam hatinya Abraham justru bersyukur.


Ada kalanya seorang anak begitu rindu mendapatkan omelan dari orang tuanya. Seakan masa kecil itu kembali. Abraham pun hanya menunjukkan wajah cengengesan saja saat Mama Diah memarahinya.


“Sudah berapa minggu Sha? Perhitungan Mama jika tidak salah, tiga minggu lagi akan tiba Hari Perkiraan Lahir (HPL) kan?” tanya Mama Diah kepada Marsha.


“Iya, Ma … cepat banget. Enggak terasa sudah 37 minggu. Makasih Ma, Mama mau datang ke mari. Nanti ajarin Marsha untuk mengurus baby ya Ma … maaf Marsha masih awam. Sejauh ini, Marsha hanya melihat dari Youtube saja cara memandikan bayi, cara mengganti diapers, dan juga maternity class lainnya.”


Sepenuhnya Marsha mengakui bahwa pengalamannya sangat tidak banyak. Bahkan Marsha hanya melihat maternity class dari Youtube, kemudian dia mencoba mempraktikannya dengan boneka yang dia miliki seadanya.


“Tidak apa-apa, Sha … menjadi seorang Ibu itu belajar. Semua Ibu baru memang merasa tidak bisa … awam, dan kesusahan mengurus bayinya. Akan tetapi, lama-kelamaan mereka pasti bisa mengasuh dan merawat bayinya kok. Nanti Mama ajarin pelan-pelan yah,” balas Mama Diah.


Tidak berselang lama, Mama Diah membuka tas jinjing berukuran cukup besar miliknya dan mengeluarkan aneka oleh-oleh untuk Marsha. Pikirannya sebagai wanita yang hamil mungkin saja Marsha mengidam dan menginginkan beberapa makanan khas Semarang. Untuk itu, Mama Diah pun berinisiatif untuk membelikan oleh-oleh untuk Marsha.


“Sha, ini Mama bawakan oleh-oleh dari Semarang. Mama tidak tahu yang mana kesukaan kamu. Mama hanya yang menurut Mama kamu suka. Simpan dulu di kulkas, Sha … ini ada Bandeng Presto dari Juwana, Tahu Baxo, dan Mama bawakan Lumpia Gang Lombok kesukaan kamu,” ucap Mama Diah.


Melihat semua makanan kesukaannya ada di depan mata, jujur saja Marsha begitu senang. Semua makanan dari Semarang tidak ada yang tidak Marsha sukai. Semuanya Marsha sangat suka.

__ADS_1


“Mama kok repot-repot sih … Marsha jadi malu loh. Mana ini banyak banget lagi,” ucapnya.


“Ya tidak apa-apa. Kan kamu suka. Lumpianya segera dimakan yah, soalnya tidak tahan lama. Kalau Tahu Baxo bisa dimasukkan freezer dan Bandengnya bisa tahan 5 hari,” jelas Mama Diah.


“Marsha boleh bagikan sedikit oleh-oleh dari Mama ini enggak?” tanya Marsha kepada Mama Diah. Mengingat banyaknya oleh-oleh yang dibawakan Mama Diah, Marsha pun ingin membaginya.


“Boleh saja, Sha … buat siapa?” tanya Mama Diah.


“Buat orang yang baik sama Marsha dan Mas Bram, Ma … dia wanita hebat yang menjadikan Marsha sebagai brand ambassador waralabanya. Marsha dengar Bu Sara pengen lumpia Semarang,” jelas Marsha.


Rupanya, Marsha ingin membagi oleh-oleh itu dengan Bu Sara, pemilik waralaba Coffee Bay yang sudah menjalin kerja sama dengannya.


Sebenarnya Mama Diah juga kaget kok wajah menantunya menghiasi banner Coffee Bay di Semarang. Sampai Mama Diah mencoba membeli minuman dan makanan di Coffee Bay dan di sana ada Toast spesial Coffee Bay x Marsha Valentina.


“Boleh saja … sampaikan salam Mama yah buat pemilik Coffee Bay itu. Mama suka banget Toast Coffee Bay x Marsha Valentina yang menggunakan Saus Mentai,” ucap Mama Diah.


Mendengarkan apa yang baru saja diucapkan Mama Diah, membuat Sara tertawa. Malu sebenarnya, tidak mengira Mama Diah suka membeli menu toast Coffee Bay x Marsha Valentina itu. Namun, ada rasa bangga karena dia bisa menjadi brand ambassador waralaba yang besar itu.

__ADS_1


“Makasih Ma … Mama super baik. Super perhatian. Makasih banyak, Ma,” balas Marsha.


Dengan dibantu oleh Mama Diah, Marsha membagi oleh-oleh untuk Bu Sara. Walau dikirim dengan menggunakan jasa Ojek Online, tetapi tidak masalah untuk berbagi. Lagipula, Bu Sara adalah wanita yang baik. Bahkan sejak menjadi brand ambassador Coffee Bay image Marsha pun perlahan menjadi baik.


Dulu, publik mengenalnya sebagai istri Melvin Andrian, setelahnya publik mengenalnya sebagai istri yang tidak setia saat masalah rumah tangganya dengan Melvin diangkat ke permukaan. Akan tetapi, kini justru mengenal Marsha sebagai brand ambassador Coffee Bay. Tentu saja, Marsha merasa senang. Terlebih saat Bu Sara mengatakan omset Coffee Bay stabil bahkan menjadi meningkat dengan rebranding waralaba itu.


Oleh-oleh dari Semarang pun diantarkan dengan layanan ojek online ke kediaman Bu Sara. Tidak berselang dua jam, rupanya sebuah panggilan masuk dari Bu Sara ke layar handphonenya. Marsha segera menerima telepon itu.


“Ya, halo Bu Sara,” sapanya dengan sopan.


“Halo Marsha … wah, makasih banyak yah untuk oleh-olehnya,” balas Bu Sara. Rupanya wanita muda pebisnis itu langsung mengucapkan rasa terima kasihnya secara langsung.


“Iya Bu Sara … sama-sama. Kebetulan Mama mertua datang dari Semarang dan membawakan aneka oleh-oleh,” balas Marsha.


“Wah, pasti Mama mertua akan stay sama si Debay lahir yah?” tanya Sara.


“Iya Bu … menemani saya melahirkan juga,” balas Sara.

__ADS_1


“Keren … sampaikan salam saya untuk Mamanya Mas Abraham yah. Kamu beruntung Marsha, memiliki mertua yang sangat perhatian layaknya Ibu kandung. Saya percaya nanti waktu melahirkan kamu tidak bingung, tidak takut, karena ada Mamanya Mas Abrahram,” balas Bu Sara.


Marsha pun menganggukkan kepalanya, yang dikatakan Bu Sara sepenuhnya benar. Dulu memang dia tidak mendapatkan restu dari Mama Diah. Akan tetapi, sekarang kasih sayang dan perhatian yang diberikan oleh Mama Diah layaknya seorang Ibu kandung kepada putri kandungnya sendiri. Untuk semuanya itu, Marsha sangat bersyukur.


__ADS_2