
Bagi Abraham kado yang diberikan Marsha adalah kado terindah yang dia dapatkan. Akan mendapatkan bayi lagi membuat Abraham begitu senang. Sekaligus Abraham seakan tahu apa yang membuatnya mual dan muntah beberapa hari belakangan ini.
"Yang, jadi aku mual dan muntah ini mungkin karena kamu ...."
"Iya, karena aku hamil," balas Marsha dengan terkekeh geli.
"Aku kira aku masuk angin atau asam lambung naik loh, ternyata karena istriku hamil. Ya ampun, kena kehamilan simpatik," balas Abraham.
Setelah mendapatkan testpack dari istrinya, barulah Abraham bisa tahu bahwa selama ini yang dia mengalami kehamilan simpatik. Dia pikir kenapa masuk angin bisa berhari-hari, kini semuanya terjawab sudah.
"Makanya kamu kayak enggak begitu ngasih aku obat gitu. Ternyata ini jawabannya. Ya ampun ... gitu, kamu baru ngasih tahu aku sekarang sih Shayang," ucap Abraham lagi.
Marsha hanya bisa terkekeh geli mendengar suaminya itu. Memang dia terlihat ogah-ogahan memberikan obat. Hanya paracetamol saja ketika Abraham demam, dan obat maag juga tidak setiap hari diberikan oleh Marsha. Sebab, Marsha terlebih dahulu sudah tahu bahwa dirinya tengah hamil. Namun, Marsha memang mendukung suaminya itu ke Dokter, sehingga Dokter bisa memberikan obat pereda mual untuk Abraham.
"Itu semua karena aku sudah tahu jawabannya. Sebagaimana keinginan kamu, kita akan memiliki baby lagi," balas Marsha.
"Lain kali jangan disembunyikan Shayang ... aku khawatir loh. Bukan ke diriku sendiri yang sakit, tetapi justru kepada kamu. Untung tadi kamu hentikan, kan kalau berhubungan dan kamunya masih hamil itu bahaya, bisa membuat debaynya pusing nanti," balas Abraham.
Marsha pun tertawa, "Tahan dulu ya Mas ... aku ke Obgyn dulu yah. Memastikan untuk usia kehamilanku dulu. Biar aman," balas Marsha.
"Tentu Shayang ... aku bisa menahan kok. Tenang saja," balas Abraham.
__ADS_1
Rasanya setelah Marsha hamil, Abraham bisa menahan. Padahal tepat jam 00.00 tadi, biarnya begitu membara dan ingin melewati malam pergantian usia dengan bercinta bersama istrinya. Akan tetapi, setelah tahu bahwa istrinya tengah berbadan dua, niat itu hilang dengan sendirinya.
"Makasih Papa Abraham," balas Marsha dengan bergelayut manja di bahu suaminya itu.
"Besok ke Dokter yah?"
Tak ingin menunda-nunda, tetapi memang Abraham ingin segera mengajak suaminya ke Obgyn dan memastikan berapa usia kandungan Marsha sekarang. Lagipula, pemeriksaan di awal kehamilan memang baik untuk mengetahui usia janin, dan juga mengetahui tumbuh kembang janin di periode awal kehidupannya.
***
Keesokan harinya ….
Pagi ini di meja makan, Marsha pun membagikan kabar mengenai kehamilannya kepada Mama Diah. Tentu ini adalah kabar yang baik, sehingga Marsha turut menyampaikan kepada Mama mertuanya.
Kala itu Marsha menyapa Mama Diah dengan wajah yang berseri-seri. Rasanya ingin segera membagi kabar baik itu kepada Mama Diah.
“Pagi, Sha … ceria banget sih wajah kamu. Apa karena hari ini ulang tahun Abraham?” terka Mama Diah karena melihat wajah menantunya yang begitu ceria.
“Ada kabar baik, Ma,” sahut Abraham dengan tiba-tiba.
“Wah, kabar baik apa nih … berarti ini bukan sekadar ulang tahunnya Abraham dong? Mama bikin nasi kuning untuk Abraham, kesukaannya Bram,” ucap Mama Diah.
__ADS_1
Marsha pun akhirnya tersenyum, sebelum menikmati sarapan istimewa berupa Nasi Kuning, Marsha ingin memberitahukan terlebih dahulu kepada Mama Diah.
“Ma, ini … Marsha hamil. Positif Ma,” ucapnya memberitahu sang mertua.
“Alhamdulillah … akhirnya, Mama akan mendapatkan cucu lagi,” ucap Mama Diah yang juga terlihat begitu bahagia.
Marsha pun menganggukkan kepalanya, “Iya Ma … beberapa hari yang lalu sebenarnya Marsha sudah melakukan testpack, waktu Mama curiga kok Mas Bram sakit. Paginya, Marsha test, Ma,” ceritanya kepada Mama Diah.
“Sepekan dong? Dan baru ngasih tahu sekarang?” tanya Mama Diah dengan keheranan.
Marsha hanya bisa tertawa, bukannya menunda, tetapi Marsha ingin sekaligus memberitahukan kabar baik itu bersamaan dengan ulang tahun suaminya. Memberikan kejutan terbaik untuk sang suami dan kepada mertuanya.
“Sekaligus untuk surprise ulang tahun Mas Bram,” balas Marsha.
“Dihati-hati, Sha … masih hamil muda. Kapan ke Dokter? Jangan ditunda-tunda, biar segera mendapatkan vitamin dan asam folat untuk bayinya,” balas Mama Diah.
“Iya Ma … besok kami ke Dokter Kandungan. Mama seneng enggak?” tanya Marsha lagi.
“Sudah pasti Mama seneng, Sha … sejak dulu kan Mama minta tambah cucu. Anaknya Mama kan cuma satu, Bram saja. Jadi, Mama cuma bisa meminta tambah cucu kepada kalian berdua, Mama tidak memiliki anak yang lain. Mama sangat senang, Sha … masa tua Mama itu ingin mengasuh anak cucu,” balasnya.
“Makasih ya Ma … senengnya kalau Mama juga senang. Marsha juga merasa senang sekali,” balasnya.
__ADS_1
Ini menjadi ulang tahun yang berkesan bagi Abraham. Ulang tahun di mana dia mendapatkan kebahagiaan berlebih dengan akan hadirnya anggota keluarga baru di dalam rumah mereka. Ulang tahun dengan bersiap menjadi Papa untuk si bayi yang sekarang sedang tumbuh di dalam rahim istrinya.