Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Permintaan Mira


__ADS_3

Tidak terasa bulan sudah berganti bulan, Mira juga kini sudah berusia 3 tahun. Anak kecil itu tumbuh dengan sehat dan juga memiliki rasa ingin tahu yanng tinggi. Bahkan Mira juga berkali-kali mulai mengajukan pertanyaan yang kritis kepada Mamanya.


"Ma, Kak El itu adiknya Kak Evan kan?" tanyanya.


"Iya Sayang ... Kak Evan itu yang sulung dan dia memiliki adik, namanya Kak Elkan itu. Sekarang Mama Sara juga sedang hamil, tidak lama lagi akan punya adik bayi," jawab Marsha.


Mira tampak diam kemudian kembali bertanya kepada Mamanya, "Mira kapan punya adik bayi?" tanyanya.


Marsha pun tersenyum di sana, "Emangnya Mira mau punya adik? Mira bisa nanti bantuin Mama jaga adik?" tanya Marsha kepada Mira.


Perlahan Mira kecil pun menganggukkan kepalanya, "Iyah ... bisa. Kalau kakak kan, Mira sudah punya dari Kak Evan dan Kak El," balasnya.


Mungkin juga seringnya mereka bertemu dan bermain bersama, hingga Mira merasa bahwa Evan dan Elkan adalah Kakaknya. Pun demikian, Mira juga memanggil Sara dan Belva dengan sebutan Mama dan Papa, walau Evan dan Elkan memanggil Marsha dan Abraham masih dengan sebutan Om dan Tante.


"Emang iya, Kak Evan dan Kak Elkan itu Kakaknya Mira?" tanya Marsha dengan tersenyum gemas melihat Mira.


"Iyah ... kan Mama Sara bilang kalau Kak Evan dan Kak El adalah Kakaknya Mira. Kak El juga bilang sayang kok sama Mira," ucapnya.


Memang begitulah Mira, dia bisa mengingat bahwa beberapa kali Elkan mengatakan bahwa dia menyayangi Mira, sehingga mungkin saja Mira bisa merasakan bahwa Elkan memang sayang kepadanya.


Marsha pun tertawa kepada putrinya itu, "Iya, mereka sudah kayak Kakak sendiri ya Sayang," balasnya.


"Mira mau adik bayi juga dong Mama," pintanya sekarang.

__ADS_1


Marsha hanya bisa tersenyum ketika anaknya itu sekarang bisa meminta seorang adik bayi. Tentu ini adalah permintaan yang luar biasa, anak sekecil Mira bisa meminta seorang adik.


"Kalau minta adik itu, tidak bisa sehari ada adiknya. Mama harus hamil lagi Sayang ... nanti adik bayinya tinggal di perut Mama selama 9 bulan. Jadi, Mira bisa enggak bersabar selama 9 bulan?" tanya Marsha kepada putrinya itu.


"Iya, tidak apa-apa, Ma ... mau yah Ma ... adik bayi. Satu saja," pintanya dengan mengangkat jari telunjuknya tanda angka satu.


Marsha lagi-lagi kembali tersenyum, "Coba nanti malam Mira tanya Papa yah, mau enggak Papa punya baby lagi," balas Marsha.


"Ya, nanti tanya Papa," balasnya dengan menganggukkan kepalanya.


***


Begitu sore hari tiba ....


"Papa," sapanya kepada Papanya yang sudah bersih sekarang.


"Ya, Sayangnya Papa ... ada apa?" tanya Abraham.


"Papa, Mira mau adik baby kalau Mama Sara itu dong," pintanya kini.


Abraham pun tertawa di sana, "Kan punya Mama Sara belum lahir babynya. Masih beberapa bulan lagi. Yakin, Mira mau adik bayi?" tanya Abraham.


"Iyah ... mau ... tadi Mama bilang kalau mau adik bayi, disuruh tanya ke Papa. Sekarang, Mira tanya deh sama Papa," balasnya dengan menunjukkan bola matanya yang begitu bening.

__ADS_1


Abraham pun gemas dengan Mira yang kian bertambah dewasa itu. Banyak pertanyaan kritis juga yang sering ditanyakan Mira. Bahkan sekarang, Mira bisa meminta adik bayi.


"Mira maunya adik cowok atau cewek? Kalau cowok itu seperti Kak Elkan ... kalau cewek itu seperti Mira gini. Mira maunya adiknya apa nanti?" tanya Abraham kepada Mira.


"Kata Mama, tidak bisa memilih Papa ... dikasihnya Tuhan apa ya itu ... cuma kalau bisa sih maunya cowok saja Pa ... yang cakep kayak Kak El," balasnya.


Abraham pun tertawa di sana, bahkan sekecil Mira saja sudah bisa menilai bahwa Elkan itu cakep wajahnya. Tidak ada yang mengajarinya, tetapi Mira bisa mengatakan bahwa Elkan itu cakep.


"Papa cakep enggak?" balas Abraham.


"Cakep dong ... Papa paling cakep," balas Mira.


"Mama, cakep atau cantik?" tanya Abraham lagi.


"Cantik ... Mama cantik kayak Mira," balasnya.


Abraham kian gemas rasanya mengobrol dengan Mira yang sudah begitu lancar berbicara. "Ya sudah, Mira berdoa yah kepada Tuhan biar ada adik bayi di perutnya Mama. Jadi kakak yang baik bisa kan?" balas Abraham lagi.


Mira kemudian menganggukkan kepalanya, "Bisa ... Mama hamil 9 bulan dulu nanti, dan Mira akan menjadi Kakak, kayak Kak Evan," balasnya.


Abraham tersenyum, dari jauh Marsha yang mengamati pembicaraan dan bounding time ala Papa Abraham dengan Mira pun tersenyum. Gadis kecil yang begitu manja dengan Papanya sendiri, dan juga Abraham yang terlihat begitu menyayangi Mira.


"Sudah dikode anak gadis tuh Mama ... nanti malam yah," ucap Abraham kepada Marsha dengan berbisik lirih di sisi telinga istrinya itu.

__ADS_1


Tentu seolah Abraham mendapatkan jalan untuk bisa mengabulkan permintaan Mira. Setidaknya usaha terlebih dahulu, usaha yang keras, dibarengi dengan doa, akan mendapatkan hasil yang maksimal.


__ADS_2