
Suka dan duka, serta masalah seolah silih berganti dalam hidup manusia. Hari ini manusia bisa tertawa, berbahagia, tetapi esok hari ada kesedihan yang melanda. Pun dalam hidup Melvin Andrian. Tidak lama sejak Papanya berpulang ke haribaan-Nya. Kali ini rupanya sang aktor itu kembali tersandung kasus. Ya, media mulai memberitakan Melvin yang kedapatan menyambangi sebuah pub bersama aktris pendatang baru yang usianya lebih muda darinya.
Sontak saja kasus Melvin ini kembali membawa nama sang aktor kembali naik ke permukaan. Melvin sampai geram, bagaimana kamera bisa mendapatkan fotonya bersama aktris pendatang baru itu. Kini Mama Saraswati pun tampak menasihati putranya itu.
"Berita apa lagi ini Vin? Sampai kapan kamu akan hidup dengan sensasi seperti ini?"
Sebenarnya sejak keluar dari penjara, karir Melvin tidak bisa dikatakan melejit seperti dulu kala. Mini series yang dia bintangi nyatanya juga tidak mendapatkan tempat di hati masyarakat, pesona sang aktor itu seolah justru dikalahkan oleh aktor muda yang dinilai lebih jago dalam berakting di depan kamera. Sehingga ketika kali ini ada gosip miring, Mama Saraswati menyayangkannya.
"Melvin cuma main-main Ma ... kan Melvin butuh hiburan juga. Tidak mungkin Melvin harus berakting, berperan sepanjang hari. Melvin juga merasa jenuh, Ma," sanggahnya kali ini.
Mama Saraswati yang mendengarkan jawaban Melvin tampak menggelengkan kepalanya. Di saat seperti ini, seolah dia teringat dengan amarah mendiang suaminya dulu yang mengatakan bahwa Melvin menjadi pria yang seperti ini karena Mama Saraswati yang mendidiknya kurang tepat dan banyak memanjakannya. Dampaknya Melvin menjadi pria yang tidak dewasa dan perbuatannya sering menimbulkan pemberitaan miring.
"Kamu sudah dewasa, Melvin ... selain itu kamu juga seorang publik figur. Jadi, jangan bermain-main. Bangun kembali karir kamu. Kamu harusnya sadar, banyak aktor muda yang lebih berbakat, lebih tampan, bahkan lebih jago berakting daripada kamu. Banyak orang yang menginginkan ada di posisimu. Seharusnya kamu bisa menjaga konsistensimu di dunia hiburan yang penuh persaingan ini."
__ADS_1
Tak henti-hentinya Mama Saraswati memberikan nasihat kepada Melvin agar Melvin bisa sadar dan juga menjaga konsistensinya sebagai salah satu aktor papan atas yang memang diperhitungkan. Tidak selama seorang aktor itu akan berada di atas dan mendapatkan apa yang dia mau. Prestasi lah yang pada akhirnya akan mempertahankan posisi sang aktor untuk berada di atas, disertai dengan karakter yang baik, bekerja keras, dan juga tidak menyerah.
Akan tetapi, sejak Melvin keluar dari Lembaga Permasyarakatan, grafik konsistensinya justru menurun. Jikalau nama Melvin masih terdengar sekarang ini tentu karena sensasinya.
"Aktris itu masih muda. Masih 18 tahun, sementara kamu sudah pria matang, pria dewasa yang berusia 27 tahun. Rentang usia kalian sangat jauh. Please, Melvin ... berubahlah. Almarhum Papa juga menghendaki supaya kamu bisa berubah," ucap Mama Saraswati.
Namun, Melvin tampak menghela nafas kasar di sana. Kemudian pria itu menatap Mamanya, "Mam, ini hidup Melvin. Melvin berharap melakukan apa pun dalam hidup Melvin ini. Lagipula, Melvin bahagia dengan apa yang Melvin lakukan. Melvin hanya sebatas bersenang-senang, Ma ... menikmati hidup untuk sesaat," alibinya kini.
Mendengar nama Lista disebut, Melvin tampak geram sekarang. Sungguh, dia tidak mengira jika Mamanya itu tahu banyak hal mengenai kehidupan pribadinya. Padahal, Melvin melakukan semuanya secara sembunyi-sembunyi.
"Mama tidak usah mengurusi hidup Melvin. Urus hidup Mama sendiri!"
Kali ini Melvin berbicara kerasa kepada Mamanya. Hati Ibu mana yang tidak sedih kala anaknya, anak satu-satunya berbicara keras dan melototkan matanya ke arahnya. Hati Ibu mana yang tidak sakit di kala anaknya yang dia nasihati justru sekarang membentaknya.
__ADS_1
"Ini hidup Melvin, Ma ... Melvin bisa menentukan apa yang baik untuk Melvin. Sebaiknya Mama tidak perlu ikut campur. Jika Mama ikut campur hidup Melvin, sebaiknya Mama kembali ke Denpasar saja. Menikmati masa tua Mama di Denpasar!"
Lagi Melvin berteriak. Bahkan Melvin seolah mengusir Mamanya itu untuk kembali ke Denpasar dan menikmati masa tua di sana. Seolah Melvin menegaskan bahwa dia tidak ingin hidup dengan Mamanya.
Sungguh, perkataan Melvin sangat melukai hati Mama Saraswati. Tidak menyangka bahwa Melvin benar-benar menyakiti hatinya. Hingga Mama Saraswati menitikkan air matanya di sana.
"Ingat Melvin ... suatu saat kamu akan menyesali perbuatanmu hari ini. Allah masih bersikap baik dan memberikanmu kesempatan untuk berubah, untuk memperbaiki diri. Lantas, apakah pantas pria matang dan menyandang status duda seperti kamu justru hang out dengan aktris muda yang berusia belasan tahun. Hati-hati Melvin. Sekarang saja media sudah memberitakan kamu yang tidak-tidak. Mereka bahkan menganggap kamu mengidap kelainan. Pulihkan diri kamu, Melvin. Mama akan menjadi orang yang sangat bahagia, jika kamu mau berubah. Apa pun yang kamu lakukan, Mama tetap menyayangi kamu, Melvin karena kamu adalah anak Mama. Kamu menjadi satu-satunya keluarga yang Mama miliki sekarang ini."
Usai mengatakan semuanya itu, Mama Saraswati memilih untuk masuk ke kamarnya. Menjadi seorang Ibu dan kemudian anaknya berbicara keras kepadanya dan menyakiti hatinya membuat Mama Saraswati begitu sedih. Rasanya dilawan oleh anak sendiri itu terasa sangat menyakitkan. Akan tetapi, Mama Saraswati menasihati Melvin karena dia sayang dan ingin putranya kembali naik tanpa adanya pemberitaan miring.
"Kamu benar Papa ... kamu benar. Aku yang salah dalam mendidik dan memanjakan Melvin. Lihatlah putra kita, Pa ... kenapa justru Melvin membuat berbagai masalah yang mengguncang karirnya sendiri. Banyak orang yang ingin berada di posisi Melvin, tetapi Melvin sendiri seakan abai dan mengejar kesenangannya sendiri. Sekarang, Melvin bahkan menyambangi pub dengan wanita belia. Apakah ini benar Pa? Mama harus gimana Pa?"
Seakan Mama Saraswati bergumam lirih dan memanggil suaminya. Tidak mengira dengan masalah baru yang menyebut Melvin sebagai aktor dengan sensasi, bahkan ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa Melvin menggilai daun muda. Semua pemberitaan ini jujur menyakitkan hati Mama Saraswati. Akan tetapi, nyatanya Melvin tidak mau mendengar nasihatnya. Lebih dari itu, Melvin justru memintanya kembali ke Denpasar dan menikmati hari tua di sana.
__ADS_1