
Di akhir pekan ini ada aktivitas berbeda yang dilakukan keluarga Abraham. Ya, itu semua karena akhir pekan ini, mereka diundang untuk keluarga Agastya untuk sama-sama menikmati liburan bersama di Puncak, Bogor, Jawa Barat. Di villa keluarga yang menjadi milik Belva Agastya di Bogor. Mereka mengajak serta Marsha dan Abraham karena memang bagi Sara dan Belva, Marsha dan Abraham adalah keluarga, bukan hanya sekadar tetangga.
Sekarang mereka sudah berada di Villa milik Belva Agastya. Sejuknya udara di Puncak, dan juga berbagai pohon pinus yang berdiri di sekitaran Villa memberikan kesan yang indah dan juga asri. Tak luput juga Mira yang merasa begitu senang.
“Ini namanya apa Ma?” tanya Mira kepada Mamanya. “Bagus banget, Ma,” balas Mira.
“Namanya Villa ini Sayang … miliknya Mama dan Papanya Kak Evan dan Kak Elkan,” balasnya.
Mira tampak menganggukkan kepalanya, “Milik Mama Sara ya Ma?” tanyanya.
“Benar … dan Papa Belva,” balas Marsha.
Memang demikianlah Mama Marsha dan Papa Belva yang lebih memilih Mira memanggil mereka dengan sebutan Mama dan Papa, pun Mira juga merasa nyaman saja memanggil keduanya Mama dan Papa. Walau Evan dan Elkan memanggil Marsha dan Abraham masih dengan sebutan Om dan Tante.
“Mira, ayo main,” ajak Elkan yang sudah berlari dan ingin bermain dengan Mira.
“Main apa Kak El?” tanyanya.
“Berenang yuk … kamu bisa enggak?” tanya Elkan.
Marsha tampak menatap suaminya, “Tuh, diajakin renang, Papa … kalau renang harus diawasi. Bermain di air harus dengan pengawasan orang tua,” ucap Marsha.
Rupanya Pak Belva pun juga berjalan ke araha Abraham dan memanggilnya, “Bram, renang yuk … sekalian main sama anak-anak,” ajaknya.
“Ya, Pak Belva,” balas Abraham.
Akhirnya, Abraham, Belva, Evan, Elkan, dan Mira tampak bermain bersama di kolam renang. Secara khusus, Papa Abraham yang mengawasi Mira. Ya, Mira masih berusia 3 tahun sehingga memang membutuhkan pengawasan khusus.
“Ayo, Mira … sini, sama aku,” ajak Elkan kepada Mira. Ya, dari kecil sudah terlihat jika Evan cenderung pendiam, dan Elkan cenderung lebih ramah dengan orang. Terkhusus dengan Mira, Elkan tampak ingin selalu mengajak Mira bermain bersama.
__ADS_1
“Papa, diajakin seluncuran. Mira takut,” ucapnya dengan masih berada di gendongan Papanya di dalam kolam renang itu.
“Ya sudah, yuk sama Papa … nanti Papa pegangin yah,” balas Abraham.
Akhirnya keduanya menaiki anak tangga dan berseluncur bersama. Elkan pun senang karena Mira berani untuk mencoba sesuatu yang baru.
“Seru kan,” teriak Elkan dengan tertawa-tawa.
Sementara di tepian kolom ada dua ibu hamil yang tampak mengobrol bersama. “Seru kan Sha,” ucap Sara di sana.
“Iya Bu … liburan akhir pekan ini,” balas Marsha.
“Akhirnya kamu hamil juga kan? Sudah ketahuan belum jenis kelaminnya?” tanya Sara di sana.
“Sudah Bu … cowok,” balas Marsha dengan sumringah.
“Bu Sara akan persalinan kapan?” tanya Marsha kemudian.
“Minggu depan … makanya sekarang liburan dulu sebelum nanti melahirkan praktis gak akan bisa kemana-mana,” balas Sara.
Rupanya memang liburan kali ini sengaja dilakukan Sara dan Belva sebelum bersalin minggu depan. Memang benar yang dikatakan oleh Sara, ketika sudah lahir bayinya tentu Sara akan semakin susah untuk liburan. Jadi, sekarang mumpung masih ada waktu, Belva mengajak istri dan anaknya untuk liburan terlebih dahulu.
"Dulu, aku dan Mas Belva menikah di sini loh, Sha," cerita Bu Sara kepada Marsha di sana.
"Di sini Bu? Di Villa ini?" tanya Marsha.
Bu Sara pun menganggukkan kepalanya, "Iya ... pernikahan kedua kami, selang empat tahun terpisah. Aku juga tidak menyangka sih. Cuma ya akhirnya bertemu lagi dan memutuskan untuk bersama lagi," cerita Bu Sara lagi.
Marsha tampak mengamati Villa itu yang didominasi warna putih dan tentunya benar-benar indah. Hingga akhirnya, Marsha pun berkomentar.
__ADS_1
"Ya ampun, nikah di sini dan membuat private party pasti indah dan romantis banget Bu Sara," ucapnya.
"Bener banget ... waktu itu juga cuma private party dan beberapa koleganya Mas Belva yang datang dan juga stafku di Coffee Bay. Coffee Bay dibuka pertama kali itu di Bogor loh," cerita Bu Sara kepada Marsha di sana.
Bisa mengobrol dan cerita-cerita ini yang seolah menyenangkan untuk Marsha. Anaknya bisa bermain dengan Papanya, dan dia bisa bercerita dengan Bu Sara yang memang adalah orang yang baik.
"Bu Sara keren deh ... ngefans loh saya sama Bu Sara," balas Marsha dengan terkekeh geli.
"Apaan Sha ... yang ada, aku tuh ngefans sama kamu. Dulu waktu pertama kali bertemu itu aku mikirnya wah, ini yang model cantik itu. Pengen minta tanda tangannya. Gak nyangka bisa tetanggaan dan jadi Bestie yah," balas Sara.
Keduanya pun tertawa bersama, para Papa muda tampan yang berada di dalam kolam pun mengamati para istri mereka yang tampak kompak satu sama lain.
"Gak usah diamati, Bram ... gak akan hilang istri kamu," ucap Belva dengan menyipratkan air kepada Abraham.
Tampak Abraham tersenyum, "Enggak ... saya bahagia aja, Bos lihat istri saya bisa bahagia dan ketawa-tawa gitu," balas Abraham.
"Sama Bram ... asalkan Ibu Negara bahagia, aku juga bahagia," balas Pak Belva.
Ini adalah bukti bahwa ketika seorang istri merasa bahagia, maka para suami pun juga akan merasa bahagia. Melihat senyuman dan tawa di wajah para istri saja, keduanya sudah sama-sama bahagia.
"Minggu depan ya Bram ... abadikan momen persalinan Ibu Negara," ucap Belva.
Abraham pun menganggukkan kepalanya perlahan, "Iya, Siap Bos ... tolong izinkan ke Rumah Sakit dan tenaga medis juga ya, Bos. Supaya tidak mengganggu tindakan medis yang dilakukan," balas Abraham.
"Itu pasti ... nanti aku atur semuanya. Kamu saja bisa kan?" tanya Belva kemudian, tentu itu lebih membuat momen lebih privasi.
"Bisa Bos ... untuk Bos, saya selalu siap," balasnya.
Masih banyak lagi keseruan yang dilakukan dua keluarga ini. Sekaligus menjadi liburan terakhir bagi Bu Sara sebelum dia akan melahirkan. Sungguh, liburan bersama dengan orang yang dekat di hati kita rasanya sangat menyenangkan.
__ADS_1