Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Mira's Birthday Party


__ADS_3

Selang beberapa bulan kemudian, keluarga Marsha dan Abraham kali ini ingin merayakan ulang tahun putri kecil mereka yaitu Mira. Ulang tahunnya yang pertama. Bagi beberapa orang, ulang tahun pertama adalah momen yang berkesan. Untuk itu, Marsha dan Abraham pun ingin merayakan ulang tahun pertama putrinya.


Memang bukan ulang tahun mewah dengan kue ulang tahun yang bertingkat, atau pesta dengan tema kartun tertentu. Akan tetapi, di kediaman Abraham hanya dihiasi dengan tulisan ‘Happy Birthday Mira!’ dan juga beberapa balon yang dibuat untuk menghiasi ruang tamu. Bahkan kali ini, mereka berdua juga tidak menyewa party planner, tetapi malam hari ketika Mira sudah tidur, Marsha dan Abraham yang bekerja keras untuk mendekorasi ruang tamu mereka.


“Jadi, ingat dulu waktu melahirkan ya Shayang … kayak baru kemarin, menemani kamu berjuang di ruang bersalin, dan sekarang bayi kita sudah berusia 1 tahun. Cepet yah,” cerita Abraham.


Ya, jika mengingat dengan momen mereka sebelumnya rasanya seperti baru kemarin menemani Marsha melahirkan. Melihat dari proses pembukaan yang membutuhkan waktu begitu lama, sampai perjuangan Marsha mengejan, nafasnya sampai hendak terputus kala melahirkan Mira, dan sekarang si kecil Mira sudah berusia 1 tahun.


“Mira yang mengubah dan menyempurnakan hidupku,” ucap Marsha dengan rasa penuh haru.


Bagaimana tidak mengubah dan menyempurnakan hidupnya, di masa lalu, Marsha pernah dituding sebagai wanita yang tidak bisa memberikan keturunan. Begitu dirinya bisa hamil dan melahirkan rasanya tudingan itu luruh dengan sendirinya. Memiliki Mira dalam hidupnya juga membuat Marsha bertransformasi menjadi seorang Ibu penuh waktu untuk bayinya, meninggalkan dunia modelling yang sudah membesarkan namanya.


“Dulu dituding tidak bisa memiliki keturunan ya Shayang … padahal kamu adalah wanita yang sempurna. Terima kasih sudah berjuang dan bertahan selama ini,” balas Abraham dengan merangkai balon dengan warna merah muda itu.


“Iya Mas … katanya aku tidak bisa memberikan keturunan. Sekarang, dengan adanya Mira, aku bisa mengandung dan melahirkan,” balasnya.


“Ya sudah … ini dekorasinya gini aja kan? Besok aku ambil kue ulang tahunnya dulu ya Sayang. Nanti agak sore kita rayakan bersama keluarga saja,” balas Abraham.


***


Keesokan harinya …


Siang hari, Abraham berpamitan dengan istrinya itu hendak mengambil kue ulang tahun untuk Mira di salah satu toko roti yang sudah dia pesan. Sebenarnya Marsha ingin turut serta mengambil kue ulang tahun itu, tetapi Abraham menolaknya. Dia meminta Marsha untuk menunggu di rumah saja, dan berjanji bahwa Abraham tidak akan lama.


Sudah lebih dari satu jam Abraham meninggalkan rumah dan juga belum kembali. Marsha pun tampak risau, kenapa suaminya itu tidak pulang padahalnya tadi Abraham berjanji hanya sebentar. Sehingga Marsha pun mencoba menghubungi handphone suaminya, panggilan teleponnya tersambung, tetapi tidak diangkat. Sontak saja, Marsha menjadi khawatir karenanya.

__ADS_1


"Kamu di mana sih Mas? Ini sudah hampir dua jam," gumamnya lirih.


Siang pun terus berlalu, sekitaran 2,5 jam, barulah terlihat mobil suaminya yang memasuki garasi rumah. Marsha pun dengan menggendong Mira segera menuju ke depan dan juga bertanya kemana suaminya itu sebenarnya pergi.


"Ke mana saja sih Mas? Lama banget," ucapnya begitu Abraham keluar dari mobil.


Tampak Abraham tersenyum dan mengangkat paper bag yang berisi kue ulang tahun itu. "Ambil ini lah Shayang ... mau ambil apa lagi?" tanyanya.


"Aku khawatir, kamu ditelepon juga tidak diangkat. Hobi banget sih bikin aku khawatir," balas Marsha.


Ketika Marsha sudah begitu risau kepada suaminya, ada seseorang lagi yang turun dari mobil Abraham. Wanita paruh baya yang kehadirannya sudah lama Marsha nantikan.


"Sha ... Bram jemput Mama ke stasiun kok," ucap Mama Diah yang tertawa melihat menantunya itu.


"Mama ... kok enggak ngabarin terlebih dulu sih," balas Marsha.


"Kejutan buat kalian di ulang tahun Mira," balas Mama Diah.


Sungguh luar biasa kejutan hari ini. Rupanya Mama Diah benar-benar menepati janjinya untuk ke Jakarta waktu ulang tahun Mira, dan sekarang mereka akan merayakan ulang tahun Mira dengan Eyangnya yang sudah datang dari Semarang.


Istirahat sejenak dan bersiap-siap, kemudian sore harinya Abraham, Marsha, Mama Diah, dan tentunya Mira berkumpul di ruang tamu. Memang hanya dirayakan bersama keluarga saja, karena memang hanya acara keluarga dan juga sederhana hanya memotong kue dan tiup lilin bersama saja. Memang tidak ada yang spesial, tetapi setidaknya ini adalah yang bahagia untuk keluarga Abraham dan Marsha.


"Mira pasti seneng banget karena ada Eyang di sini," balasnya.


Mama Diah pun tersenyum, "Demi cucu tercinta, Eyang ke sini ... doanya dari Eyang, Mira segera punya adik yah. Nanti Eyang akan di Jakarta lama, jika Mama Marsha punya baby lagi," ucap Mama Diah.

__ADS_1


Marsha pun tersenyum juga, "Wah, Mama sudah kode mau punya cucu lagi nih," balasnya.


"Iya Sha ... satu lagi deh, kan jadinya ramai nanti rumahnya," balas Mama Diah.


"Mira masih satu tahun, Ma ... apa tidak terlalu kecil?" tanya Marsha.


"Tidak ... sekalian saja repotnya. Nanti kalau sudah besar, kan dua-duanya sama-sama besar, jadi kamu bisa lebih enak," balas Mama Diah.


Akhirnya Marsha pun tertawa, "Ya, doakan saja ya Ma ... Marsha juga tidak memakai kontrasepsi apa pun. Kalau Allah memberi, pasti nanti juga jadi," balasnya.


"Amin ... amin," balas Mama Diah.


Hingga akhirnya, dengan menggunakan tripot dan kamera yang sudah diatur timer-nya, mereka mengambil gambar terlebih dahulu. Ada foto keluarga lengkap yaitu Marsha, Mira, Abraham, dan Mama Diah yang berfoto bersama. Selanjutnya ada foto Marsha, Mira, dan Abraham saja. Setelahnya, Abraham pun memotret istri dan anaknya. Benar-benar mengabadikan momen di hari ulang tahun Mira sore itu. Skill fotografi seorang Abraham pun tidak perlu diragukan lagi, semua objek yang dia potret hasilnya benar-benar mengagumkan.


"Yuk, potong kue dan juga tiup lilinnya," ajak Marsha kali ini.


Ketika mereka hendak melakukan prosesi inti dari ulang tahun Mira, rupanya ada yang membuka gerbang rumahnya dan tersenyum ramah dan mengetuk pintu rumah Abraham yang terbuka itu.


"Halo ... permisi Om Abraham dan Tante Marsha," ucapan dua anak laki-laki yang tidak lain adalah Evan dan juga Elkan.


"Loh, Kak Evan dan Kak Elkan ke sini ... masuk-masuk," balas Marsha yang mempersilakan Evan dan Elkan untuk masuk. Rupanya ada Bu Sara dan Pak Belva yang juga datang. Bahkan Bu Sara juga membawa kue yang lilinnya sudah dinyalakan.


"Happy Birthday buat Mira ... calon menantu masa depan," ucap Bu Sara dengan terkekeh geli.


Sehingga semua yang ada di situ pun tertawa. Tidak mengira bahwa ada keluarga Agastya yang juga datang dan merayakan ulang tahun Mira sore itu. Rumah Abraham dan Marsha pun menjadi ramai dengan kedatangan keluarga Agastya, terlebih ada Evan dan Elkan yang terlihat senang bisa merayakan ulang tahun Mira sore itu.

__ADS_1


__ADS_2