
“Shayang, mau enggak liburan ke Semarang?”
Abraham tiba-tiba bertanya demikian dan mengajak Marsha untuk liburan ke Semarang. Setidaknya Abraham perlu membawa istrinya dan anaknya untuk menepi sejenak. Begitu boomingnya pemberitaan Melvin Andrian di layar kaca, dan nama Marsha yang juga beberapa kali disebut kala presenter membacakan rekam jejak aktor itu. Abraham merasa bahwa sekarang adalah waktunya untuk mengajak Marsha menepi sejenak.
Setidaknya, Abraham memikirkan kondisi psikologis Marsha. Tentu dia juga kepikiran dengan Mama Saraswati. Hanya saja, Abraham sudah mewanti-wanti terlebih dahulu supaya Marsha tidak ikut campur dengan apa yang terjadi sekarang ini. Memilih untuk tidak terlibat, karena urusan Melvin bukan ranah mereka lagi.
“Serius? Lalu studio fotonya?” tanya Marsha kemudian.
“Ya kan ada staf, Shayang. Tanpa aku, mereka bisa juga kok jalan sendiri. Gimana, mau enggak? Seminggu atau sepuluh hari kayaknya enggak masalah deh,” balas Abraham.
Marsha tersenyum, tetapi dia memikirkan haruskah pergi ke Semarang sekarang? Kenapa terasa mendadak. Marsha merasa bahwa suaminya itu pastinya memiliki maksud tersendiri. Walau Abraham belum membuka suara, tetapi Marsha cukup tahu dengan sifat suaminya itu.
“Pasti karena berita yang santer belakangan ini yah?” tanya Marsha kemudian.
Dengan cepat Abraham menganggukkan kepalanya, “Iya … walau kamu tampak biasa saja. Akan tetapi, kamu pasti kepikiran. Merasa tidak menyangka, merasa kasihan dengan Mama Saraswati. Iya kan?”
__ADS_1
Di sana, Marsha pun tersenyum, “Sebegitu kentaranya aku ya Mas?” tanya Marsha kemudian.
“Iya, aku tahu … kamu pasti kepikiran sih. Jadi, gimana … mau tidak? Kalau mau kita naik Kereta api saja, yang eksekutif kayak yang dinaikin Mama dulu. Lagipula, pekan depan Mama Diah ulang tahun Shayang. Sekalian berikan kejutan untuk Mama. Ya, itu pun kalau kamu setuju,” balas Abraham lagi.
Walau itu adalah idenya, tetapi Abraham menyerahkan keputusannya kepada Marsha. Sebab, Abraham yakin bahwa Marsha memiliki pertimbangan sendiri.
“Baiklah … semingguan aja ya Mas,” balas Marsha kemudian.
“Oke Shayang … nanti kita berdua bisa eksplore Semarang dan Mira biar diasuh Eyangnya dulu. Mau ke rumah Eyang kamu ke Ungaran itu juga aku anterin,” balas Abraham.
“Boleh deh, nanti ajak Mira ke Farm House sekalian aja Mas ke Ungaran. Lihat binatang dan lihat sapi di sana,” balasnya.
Setelahnya Abraham segera membeli tiket secara online, dan kemudian Marsha memilih untuk menata koper mereka. Setidaknya harus bersiap mulai sekarang. Menurut Abraham juga, memilih berangkat di hari kerja supaya di stasiun tidak begitu ramai.
***
__ADS_1
Dua hari kemudian ….
Hari ini menjadi hari yang dinantikan oleh Marsha, Abraham, dan Baby Mira untuk liburan ke Semarang. Oleh karena liburan kali ini dadakan, sehingga memang tidak banyak oleh-oleh yang Marsha bawa. Selebihnya karena membawa bayi juga, Marsha dan Abraham juga berpikir nanti di Semarang mengajak Mama Diah makan bersama saja. Pergi dengan membawa bayi tentu barang-barang sudah didominasi dengan perlengkapan bayi. Sementara untuk membawa oleh-oleh juga kesannya begitu ribet.
“Sudah siap semuanya Shayang?” tanya Abraham kepada istrinya itu.
“Sudah kok Mas … tinggal ke stasiun aja kita. Senengnya bisa kembali pulang ke Semarang. Keingat ketemu kamu lagi di Candi Gedong Songo. Aku seneng banget bisa ketemu kamu waktu itu di saat aku benar-benar galau,” balas Marsha.
Abraham pun tersenyum, “Gitu kamu menghindar dariku. Padahal aku mengejarmu. Aku benar-benar gila tanpamu, Shayang. Syukurlah, semesta mempertemukan kita kembali. Syukurlah sekarang aku yang menjadi pendampingmu. Dengan semua yang terjadi dengan Melvin, justru aku merasa beruntung karena kamu memilih bercerai darinya,” balas Abraham.
Ya, mengingat kondisi Melvin yang seperti ini, rasanya Abraham sangat tidak rela jika Marsha masih berdiri di samping Melvin. Sudah pasti Marsha merasa sedih dan hidupnya juga hancur. Mengakhiri pernikahannya dengan Melvin, bagi Abraham keputusan Marsha sangatlah tepat.
“Ada masa, aku juga merasakan seperti itu, Mas … aku beruntung lepas dari semuanya. Aku beruntung bisa memutuskan walaupun waktu itu ada yang melakukan playing victim dan membuat akulah yang seolah-olah bersalah. Namun, akhirnya semua terbukti kan Mas … aku tidak seperti yang diberitakan infotainment selama ini. Walau aku menyadari, aku melakukan hasrat terlarang itu sebelum kita menikah. Itu sepenuhnya salahku,” balas Marsha.
“Udah ah, kamu jadi mellow. Yuk, siap-siap ke stasiun. Kita akan liburan ke Semarang. Jangan lupa kirim pesan ke Bu Sara, Yang … kalau dia nyariin kan jelas kalau kita baru liburan dulu. Udah bestie kan kamu sama Bu Sara,” balas Abraham.
__ADS_1
Menjadi tetangga memang membuat hubungan Marsha dan Bu Sara menjadi dekat. Bahkan Bu Sara juga sering main ke rumah dengan mengajak serta Elkan. Sehingga Abraham berpesan khusus kepada istrinya itu.
“Siap Mas … iya, gak nyangka bahkan sekarang aku punya Bestie yang sehat yah. Maksudnya pertemanan yang tidak menyebabkan toxic. Bersyukur banget aku Mas,” balas Marsha.