
Ada yang berbeda dari apa yang diinginkan Marsha hari ini. Rasanya hari ini, Marsha begitu ingin memakan Nasi Kuning. Akan tetapi, jika hanya membeli rasanya kurang untuk Marsha, sehingga sekarnag Marsha menyempatkan untuk membuat sendiri Nasi Kuning. Ibu hamil itu tampak sibuk di dapur dengan membuat Nasi Kuning, Orek Tempe, dadar Telur, dan juga sudah membeli abon sapi sebelumnya.
Pagi itu, aroma masakan di dapur rumahnya sudah menguar begitu sedap. Sampai Abraham menciumi aroma masakan yang benar-benar lezat. Terlihat nasi kuning yang sengaja dikukus Marsha di atas kompor api, memberikan aroma yang harum .
"Masak apa Shayang?" tanya Abraham kepada istrinya itu.
"Masak Nasi Kuning, Mas ... tiba-tiba saja aku pengen makan Nasi Kuning. Seperti yang dibuatkan Mama dulu itu loh Mas," jawabnya.
Abraham pun tersenyum, dia berdiri di samping Marsha dan rupanya pria itu mencomot sedikit telur dadar yang sudah diiris tipis-tipis oleh Marsha.
"Kebiasaan," balas Marsha dengan melirik suaminya itu.
"Sedikit saja Shayang ... aromanya menggugah selera," balasnya.
Marsha geleng kepala melihat kelakuan suaminya itu. Usai mencomot telur, rupanya Abraham justru mengecup pipi Marsha.
Chup!
"Makasih Shayang ... masakan kamu enak banget," balasnya.
"Yah, bibir kamu kena minyak dari telur. Malahan cium aku sih, pipiku kena minyak dong," balas Marsha.
"Dikit aja Shayang ... apa dikenain yang lain?" tanyanya.
"Ihh, masih pagi Mas ... belum mandi," balas Marsha dengan mengerucutkan bibirnya.
Abraham pun tertawa di sana, dan mengusapi puncak kepala Marsha, "Pagi gini justru enak dong Shayang ... kondisi tubuh baru prima, jadi hasilnya maksimal," balas Abraham.
__ADS_1
"Kotor Mas, belum mandi juga," balas Marsha.
"Kapan-kapan pagi yuk Shayang ... sebelum aku cuti panjang nanti, menunggu kamu waktu masa nifas. Mau enggak?" tanya Abraham dengan tiba-tiba.
Marsha pun menggelengkan kepalanya lagi, bingung dengan suaminya yang selalu saja memiliki semangat 45 untuk bisa melakukan olahraga bagi jiwa. Seakan tidak akan pernah bosen, tapi justru terus saja bersemangat.
"Mensana in corporesano, Shayang ... di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Kan logikanya begitu, ketika olahraganya untuk kesehatan jiwa, maka tubuh menjadi sehat dan kuat," balas Abraham yang begitu ngeles kepada istrinya itu.
"Kan tapi itu olahraga untuk kebugaran Mas."
"Kan olahraga sama kamu juga membuatku menjadi bugar," balas Abraham yang tertawa dan mengatakan bahwa cukup olahraga dengan istrinya saja sudah membuat tubuhnya menjadi bugar.
Menyiapkan semua Nasi Kuning sembari mengobrol dengan Abraham, kemudian Marsha menata semuanya di atas meja makan, dan juga kembali ke kamar untuk melihat apakah Mira sudah terbangun, sehingga Marsha hendak menaiki anak tangga. Namun, baru saja hendak menginjakkan kaki menaiki anak tangga, Mira sudah bangun dan turun dari kamarnya.
"Pagi Mama," sapanya kepada Mamanya.
"Mira sudah bangun kok Ma ... sudah gosok gigi dan cuci muka juga. Aromanya harum banget Ma," balasnya.
"Iya, Mama membuat Nasi Kuning. Mau tidak sarapan Nasi Kuning?" tanya Marsha kepada putrinya itu.
"Mau Ma ... seperti yang dibuat Eyang kan?" tanyanya.
"Iya, sama seperti yang dibuat Eyang ... tiba-tiba saja Mama kangen dengan masakan buatan Eyang. Akhirnya buat sendiri deh," balasnya.
Akhirnya, mereka duduk bersama di meja makan dan Marsha menghidangkan Nasi Kuning untuk suami dan anaknya. Marsha tersenyum melihat suaminya dan Mira makan dengan begitu lahap. Sebagai seorang ibu, jika apa yang dimasaknya dimakan dengan lahap membuat Marsha begitu bahagia dan senang.
"Mama, ini enak banget, Ma ... Mira suka," ucapnya dengan mengunyah Nasi Kuning itu.
__ADS_1
"Tempe keringnya tidak pedas kan Mira?" tanya Marsha kepada anaknya itu.
"Tidak ... ini sudah enak banget, Ma ... seperti yang dimasak Eyang. Jadi kangen Eyang deh, Ma," balasnya.
"Ya, sama Sayang ... Mama juga sudah kangen sama Eyang. Ditunggu saja ya, semoga nanti kalau Mama sudah tiba waktunya bersalin, Eyang akan datang ke sini dan berkumpul bersama kita," balas Marsha.
"Nambah Papa?" tawar Marsha kini kepada suaminya.
"Boleh Mama ... enak banget. Pengen tambah lagi," balas Abraham dengan mengangkat piringnya dan ingin menambah lagi porsi makannya.
Marsha pun dengan senang hati mengisi kembali piring suaminya dengan Nasi Kuning dan aneka lauk di sana. Rupanya Mira juga ikut mengangkat piringnya, "Mama, tambah telornya boleh?" tanyanya.
"Boleh Sayang ... sini Mama kasih lagi," balasnya.
"Yang banyak ya Mama," pinta Mira.
"Boleh ... sini, nih ... sudah banyak," balas Marsha.
"Makasih Mama," balas Marsha.
"Sama-sama Sayang."
"Mama juga makan yang banyak, mau aku tambahin?" tawar Abraham kepada istrinya.
"Sudah Papa ... ini juga sudah banyak banget. Lihat Papa dan Kak Mira makan, sudah kenyang deh," balasnya.
"Bisa-bisanya kamu Sayang ... makan yang banyak, biar sehat dan kuat," balasnya.
__ADS_1
Mungkin karena menu makanan sarapan pagi ini beda dengan biasanya, sehingga semuanya pun makan dengan begitu lahap. Cita rasa masakan yang lezat, dibarengi dengan keharmonisan antara anak dan orang tua membuat semuanya menjadi lebih lezat. Pagi yang indah dengan sajian yang enak dan kehangatan kasih sayang antara Marsha, Abraham, dan juga Mira.