
Selang beberapa hari berlalu, tampak kepergian sang Papa membuat Melvin merasa terpukul. Bahkan Melvin meminta waktu kepada asisten pribadinya untuk mengatur lagi jadwalnya untuk syuting. Agaknya kali ini Melvin tak bisa menahan, di saat seperti ini dia membutuhkan sosok Lista. Berbagi kenikmatan yang bisa melepaskan dirinya dari rasa duka dan kecewa yang masih memenuhi dadanya.
Ya, Melvin berduka karena Papanya pergi dalam waktu yang terlalu cepat. Sementara rasa kecewa itu muncul karena Melvin juga tidak menyangka bahwa Abraham, pria yang selama ini dia benci adalah kakak tirinya. Pesan terakhir Papanya yang memintanya untuk saling menyayangi sebagai kakak dan adik pun adalah sebuah pesan yang sukar untuk bisa dia terima. Bagaimana pun Abraham adalah pria yang merebut Marsha dari sisinya. Pria yang fotonya masih disimpan Marsha bahkan di kala Marsha sudah menikah dengannya. Untuk semua itu, Melvin memang merasa membenci Abraham.
Dulu, ketika Melvin mendapati foto Abraham dan Marsha yang masih terlihat begitu belia bersama, Melvin merasa bahwa dia hanya mendapatkan Marsha secara fisik, tetapi hati istrinya itu hanya untuk pria yang fotonya masih disimpan Marsha itu. Didorong oleh perasaan itulah, Melvin mulai berlaku kasar. Melvin mencari wanita yang bisa dia pakai untuk menyalurkan rasa kesalnya. Sementara dengan Marsha, tentu saja semua kesakitan secara seksual yang dialami Marsha perlahan, tapi pasti Melvin akan melakukannya.
Malam ini, rasanya Melvin tak bisa menahan lagi. Dia membutuhkan Lista untuk merendam nyala api yang membakar dirinya. Melvin pun segera keluar dari rumah, pria itu mengirimkan pesan kepada Lista dan meminta wanita itu menemuinya di salah satu hotel berbintang lima di Jakarta.
Begitu cek in, Melvin memilih menunggu di dalam kamar. Untuk mendapatkan pelayanan terbaik, merogoh kocek jutaan rupiah pun Melvin lakukan. Bahkan jika Lista bisa mengimbanginya bermain, Melvin akan memberikan sejumlah uang untuk Lista malam ini.
Menjelang jam 21.00 malam, terdengar suara ketukan dari pintu kamar hotel itu. Melvin kemudian berdiri dan membukakan pintu itu. Benar, yang datang adalah orang yang sudah dia tunggu-tunggu.
"Masuk Babe," ucap Melvin mempersilakan Lista untuk masuk.
"Hei, tumben kamu tidak datang ke apartemenku?" tanya Lista.
Ya, biasanya jika ingin melepaskan diri dan menggapai kenikmatan, Melvin akan datang ke unit apartemen milik Lista. Selama Melvin keluar dari penjara, bahkan pria itu belum pernah mengajaknya cek in di hotel terbaik. Namun, hari ini Melvin mengajaknya menginap di hotel mewah.
Melvin menarik tubuh Lista, dan memeluknya dengan begitu erat, "Aku butuh kamu. I want you," ucap Melvin dengan menggigit telinga Lista di sana.
__ADS_1
Namun, kedua tangan Lista tampak menahan dada Melvin di sana, wanita itu pun tersenyum, "Sabar ... apa harus secepat ini?" tanyanya.
Melvin kemudian memilih duduk di sofa, "Berikan pelayanan terbaikmu, aku akan memberikan berapapun yang kamu mau," ucapnya.
Seolah kali ini keduanya tengah terlibat transaksi. Tawaran yang begitu menggiurkan bukan. Bahkan sekelas Melvin saja akan memberikan berapa pun yang Lista mau. Tentu ini adalah keuntungan besar untuk Lista.
"Kenapa, apa kamu sefrustasi itu?" tanyanya.
Melvin kemudian tersenyum miring, "Begitulah ... aku membutuhkan pelepasan dan dengan tindakan sedikit kasar," balasnya.
Ah, agaknya Lista tahu bahwa memang di saat Melvin dalam masalah, pria itu menginginkan permainan kasar. Namun, kali ini dengan tawaran transaksi yang menggiurkan akan sekasar apa permainan Melvin. Jujur saja, Lista pun takut karenanya.
"Sekarang Babe ... lepas busanamu di hadapanku," ucap Melvin memberikan perintah.
Tantangan demi tantangan pun diberikan Melvin pun meningkat beberapa hal gila pun harus Lista lakukan di hadapan pria itu itu. Hingga tidak terasa hampir dua jam berlalu, Lista terkulai lemas dengan tubuh yang begitu sakit. Bukan hanya dipangkal pahanya, tetapi juga di pinggang, pantat, sampai lengannya.
Wanita itu memejamkan matanya dan rasa sesak yang timbul begitu saja di dada, "Ya Tuhan, sampai kapan kamu bisa berhenti Melvin?"
Melvin yang begitu girang pun segera mengambil uang lembaran Seratus Ribu Rupiah berwarna merah dari dompet besarnya dan segera memberikannya begitu saja di hadapan Lista.
__ADS_1
"Sepuluh juta rupiah," ucap Melvin.
Lista hanya diam, benar saja sekarang Lista hampir terkulai lemas di sana. Untuk dua jam dan dia mendapatkan sepuluh juta rupiah tentu itu adalah bayaran yang mahal. Namun, rasa sakit yang Lista rasakan benar-benar luar biasa sekarang.
"Aku akan berikan lebih banyak Rupiah kepadamu, bahkan bisa menyentuh ratusan juta asalkan kamu mau melakukan satu hal untukku," ucap Melvin dengan mengangkat alis matanya.
Lista menghela nafas, kemudian menatap Melvin di sana, "Apa?" tanyanya.
"Godalah pria bernama Abraham, buat dia jatuh ke dalam pelukanmu. Dengan begitu Marsha akan kehilangan kepercayaannya kepada suaminya dan aku akan merebut Marsha kembali," perintah dari Melvin.
Sungguh, Melvin nyatanya tidak semakin baik dalam berperilaku, tetapi Melvin justru meminta Lista untuk menggoda Abraham. Membuat Marsha kehilangan kepercayaan terhadap pria yang kini menjadi suaminya itu. Melihat Marsha hancur akan menjadi kesenangan tersendiri untuk Melvin. Bahkan uang senilai ratusan juta rupiah siap Melvin kucurkan untuk melihat kehancuran Marsha.
"Tidak Melvin, aku tidak bisa," balas Lista.
Benar, selama ini Lista menggunakan tubuhnya untuk memuaskan Melvin. Itu karena rasa cinta tersembunyi di dalam hati Lista untuk pria itu. Namun, jika harus menggoda pria lain, Lista tidak bisa melakukannya.
"Kenapa, bukankah selama ini kamu menggunakan tubuhmu untuk memperdaya pria?" balas Melvin.
Lista yang masih lemas, hanya menatap tajam kepada Melvin di sana. "Aku menjual tubuhku hanya kepada kamu, Melvin. Hanya saja. Namun, kamu nyatanya merendahkanku seperti ini," balasnya.
__ADS_1
"Katamu kamu ingin aku berubah bukan? Hancurkan Marsha terlebih dahulu dan setelahnya, aku akan berubah untukmu," balas Melvin.
Jika dengan memperdaya Lista bisa dia lakukan, maka Melvin yang akan menang di sini. Bukan hanya melihat kehancuran Marsha, tetapi juga melihat bagaimana dia bisa menggunakan Lista untuk melancarkan misinya.