
Kabar penangkapan Melvin sontak saja menjadi pemberitaan panas di berbagai infotainment. Tidak mengira bahwa hanya dalam waktu sekian bulan usai sang aktor keluar dari Lembaga Pemasyarakatan. Sekarang Melvin harus kembali berhubungan dengan hukum. Tak ayal, banyak tagline bertebaran dan semuanya memberitakan Melvin.
"Aktor Berinisial MA terbukti positif mengonsumsi barang haram."
"Aktor berinisial MA digerebek di rumahnya."
"Kembali terjerat kasus hukum, bagaimana karir Melvin Andrian?"
Infotainment yang memberitakan pun juga memberikan foto-foto penangkapan Melvin Andrian. Dalam pemberitaan, tentu ada opini dan spekulasi yang digiring oleh netizen.
Marsha yang berada di rumah dan menyalakan televisi pun kaget dengan pemberitaan kala itu. Tidak perlu menunggu lama, Marsha segera menghubungi Abraham. Sebab, tadi Abraham sedang mengantar Mama Saraswati untuk kembali ke rumahnya.
Hubby
Berdering
"Halo, Mas …."
Marsha segera berbicara, ketika teleponnya terhubung dengan Abraham.
"Ya, halo Shayang … ada apa?" tanya Abraham.
"Mas, ada pemberitaan tentang Melvin. Masih di sana?" tanya Marsha.
Jujur saja, Marsha menjadi risau. Apalagi terkait obat terlarang tentu adalah tindakan yang tidak main-main. Marsha hanya tidak ingin suaminya itu turut terseret dalam kasus Melvin.
"Aku sudah di studio Shayang. Tadi waktu penangkapan itu, pas aku di sana. Jadi aku lihat semuanya," balas Abraham.
"Enggak ditanya-tanyain kan Mas?" tanya Marsha kemudian.
__ADS_1
"Ya, sedikit Shayang. Cuma sih tadi serumah di minta test urine, Yang. Aku buru-buru balik tadi. Enggak mau terlibat. Daripada terlalu lama di sana justru yang tidak tahu apa-apa bisa kena," balas Abraham.
Marsha menjadi lega. Apa yang disampaikan Abraham adalah pilihan yang bijak. Ya, jika sudah berhubungan dengan obat terlarang, mereka yang tidak memakai bisa terseret. Keputusan Abraham untuk segera pergi adalah keputusan yang tepat.
"Lalu, Mama Saraswati gimana Mas?" tanya Marsha.
"Mau menghubungi pengacara, Yang. Nanti mau susulin ke kantor polisi. Melvin kan jadi tahanan kepolisian terlebih dahulu," balas Abraham.
"Syukurlah Mas, aku mengkhawatirkan kamu," balas Marsha.
"Makasih ya udah mengkhawatirkan aku. Hanya saja, tidak usah terlibat Shayang. Ini bukan ranah kita," ucap Abraham.
Marsha pun menganggukan kepalanya, "Iya benar Mas. Gak usah ikut campur. Lagipula benar enggaknya Melvin memakai atau tidak, pasti terbukti di pengadilan nanti. Aku heran, orang kok gak ada sadar-sadarnya malahan memakai barang haram," ucap Marsha mengomentari Melvin.
"Siapa tahu usai ini sadar, Yang. Kan ya, Tuhan kadang memberi cobaan biar umat-Nya sadar dan kembali ke jalan yang benar," balas Abraham.
"Hmm, iya sih. Sampai heboh ini pemberitaan di infotainment. Nama Melvin pun jadi trending topik di Twitter," balas Marsha.
"Iya Mas, semangat ya bekerjanya. Ditunggu sore nanti di rumah," balas Marsha.
Siang hari itu dihabiskan Marsha dengan mengasuh Mira dan juga melihat televisi. Bahkan siang hari ketika Mira tertidur, Marsha masih menonton infotainment. Dari satu stasiun televisi ke stasiun televisi yang lain seolah kompak memberitakan Melvin Andrian.
Hingga sore tiba, Abraham sudah datang di rumah. Terlihat Marsha yang menggendong Mira membukakan pintu.
"Papa sudah pulang," suara Abraham dengan nyaringnya ketika bertemu istri dan anak tercintanya.
"Halo Papa," balas Marsha dengan tersenyum menatap suaminya. "Ayo, Papa mandi dulu yah, bau acem pulang kerja," balas Marsha.
Abraham pun tertawa dan bergegas untuk masuk ke dalam kamar mandi. Memang setiap sore, usai kerja Abraham akan mandi terlebih dahulu. Setelahnya, barulah Abraham menggendong Mira.
__ADS_1
“Sini Mira, ikut Papa … seharian ngapain aja kamu Sayang?” tanya Abraham sembari menggendong putri kecilnya itu.
“Main aja Pa … Mamanya malahan yang sibuk nonton infotainment,” balas Marsha.
Abraham pun tersenyum, “Kamu ini, malahan sibuk nonton infotainment. Sepanjang hari sampai beberapa hari ke depan, pasti beritanya itu Shayang. Kan dia femes,” balas Abraham.
“Iya, mungkin aja sih, Mas. Cuma kok bisa pesta barang haram yah? Pasti Mama Saraswati sedih tuh,” balas Marsha.
Abraham pun menganggukkan kepalanya, “Iya Shayang … cuma ya bagaimana lagi. Aku bilang untuk mengikuti proses hukum saja. Tuh, kalau dia tersandung kasus. Nama kamu dibawa-bawa itu Shayang. Gini amat ya rasanya.”
Kala itu di salah satu infotainment memang menyebutkan nama Marsha Valentina. Rekam jejak si aktor, ketika kembali diperbincangkan. Orang yang dulu ada di masa lalunya turut terbawa. Bahkan nama Marsha juga disebut-sebut di sana.
Marsha menghela nafas dan menggelengkan kepalanya, “Kenapa sih, padahal aku sudah tidak ada hubungan sama sekali sama dia. Cuma masa lalu pasti dibawa-bawa,” balas Marsha.
“Mungkin dulu saat bersamamu, ketutup dengan hubungan kalian yang adem ayem Shayang. Jadi pemberitaannya juga berita yang baik. MM Couple gitu loh,” balas Abraham.
Mendengar apa yang baru saja disampaikan Abraham, Marsha menggelengkan kepalanya, “Udah tow Mas … itu semua masa lalu. Masak kamu juga bercandain aku kayak gitu sih? Sedih loh aku,” balas Marsha.
“Cuma bercanda Shayang … sini-sini, dipeluk Papa sama kayak Mira. Maaf yah, aku cuma bercanda. Enggak ada maksud apa pun,” balas Abraham.
Pria itu segera memeluk Marsha dengan masih menggendong Mira dengan satu tangannya. Kemudian Abraham kembali berbicara, “Udah, gak usah nonton infotainment. Daripada sibuk infotainment, mending nonton aku saja, Shayang. Kayak gitu, sama aja kamu lihat wajahnya dia terus,” balas Abraham.
Marsha kemudian tertawa, “Iya, aku matikan televisinya sekarang. Udah, sekarang mandangin suamiku yang keren ini. Tanpa sinar rembulan saja, suamiku itu begitu menawan.”
Marsha menggoda suaminya itu dan tertawa. Sungguh menggelikan rasanya menggombali suaminya itu.
“Ishh, pintarnya gombal. Kamu ini,” balas Abraham dengan mencubit hidung Marsha di sana.
“Sakit Mas … merah hidungku,” balasnya.
__ADS_1
Abraham lagi-lagi tertawa, “Aku cuma ingin hidup kayak gini sama kamu dan Mira. Terlalu pusing untuk ikut campur urusan orang lain. Walau dia adikku, tetapi aku tidak ingin ikut campur, Shayang,” balas Abraham.
Sebab, bagi Abraham, alih-alih, terlibat dalam kasus Melvin, lebih baik dirinya fokus pada dirinya sendiri dan membahagiakan keluarga kecilnya. Bagaimana kasus Melvin tentu akan diusut pihak yang berwajib.