Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Welcome Our Princess


__ADS_3

Kelahiran seorang bayi selalu memberikan kebahagiaan tersendiri. Secara khusus untuk Abraham dan Marsha. Bayi yang selama 9 bulan memang tidak mereka ketahui jenis kelaminnya, karena ingin mendapatkan surprise di hari persalinan, nyatanya benar-benar membuatnya begitu bahagia.


“Baby kita cewek, Shayang … cantik banget. Seperti kamu,” ucap Abraham dengan berlinangan air mata.


Tentu adalah air mata kebahagiaan. Air yang menegaskan arti bahagia yang sesungguhnya untuk Abraham. Belum pernah Abraham merasakan kebahagiaan seperti ini. Kebahagiaan yang membuatnya sampai berlinangan air mata. Buah cintanya bersama Marsha, akhirnya bisa dia lihat langsung dengan mata kepalanya sendiri.


Sementara Marsha masih menangis, tangannya digenggam begitu erat oleh Abraham. Air mata yang terus berlinang seolah justru menghapus semua rasa sakit akibat pembukaan yang begitu lama. Berjam-jam diterpa badai kontraksi akhirnya kini Marsha bisa mendengarkan tangisan pertama bayinya. Tangisan yang mengubah hidupnya, menjadikannya seorang Ibu yang sempurna.


“Bayi kita, Mas … anak kita berdua,” ucap Marsha dengan bibir yang bergetar dan menangis tergugu pilu.


Sementara si baby sedikit dibersihkan dari berbagai sisa air ketuban dan lendir, kemudian kain lampin diberikan di bayi itu, kemudian si bayi di tengkurapkan di dada Marsha. Si bayi dan Marsha melakukan Inisiasi Menyusui Dini (IMD).


Inisiasi Menyusui Dini dilakukan dengan cara meletakkan bayi secara tengkurap di dada hingga perut Ibu, sehingga kulit bayi bersentuhan dengan kulit ibu dan dilakukan sekurang-kurangnya satu jama segera setelah lahir. Ketika melakukan insiasi menyusui dini, si bayi akan berusaha untuk mencari sumber ASI-nya, ini juga akan mendorong pemberian ASI eksklusif untuk bayi. Kolostrum yang kaya akan antibodi diharapkan akan bisa diminum oleh bayi.


"Tubuhnya hangat, Mas ... aku bisa merasakan detak jantungnya," ucap Marsha yang masih menangis.


Sungguh skin to skin dengan bayinya membuat Marsha bisa merasakan kulit yang lembut dan juga hangat dari bayinya yang baru saja dia lahirkan itu. Walau bermandikan air ketuban, nyatanya aroma bayi yang baru lahir saja sudah begitu harum rasanya.


"Luar biasa banget, Shayang ... fixed, mulai sekarang hatiku terbagi Shayang ... buat kamu dan buat bayi kita," ucap Abraham yang masih meneteskan air matanya.

__ADS_1


Diwarnai dengan tangisan di baby, rupanya bayi kecil dengan kulitnya yang merah, dan jari-jarinya yang mungil dan tampak keriput itu seolah perlahan bergerak, menggeliat begitu pelan, hingga bisa mendapatkan sumber ASInya. Dengan susah payah, bayi itu menghisap sumber nutrisi pertamanya.


"Pinter banget ... makanan pertama kamu, Sayang," ucap Abraham.


Pria itu membawa tangannya dan membiarkan tangannya berada dalam genggaman putri kecilnya. Benar, Abraham bisa merasakan permukaan kulit si bayi yang begitu lembut dan halus.


Ketika bayi kecil itu ditengkurapkan di dada Marsha untuk melakukan inisiasi mneyusui dini, di bawah sana Dokter Indri dan tim medis berusaha untuk mengeluarkan plasenta, dan juga sekaligus menjahit jalan lahir yang mungkin saja sobek usai mengeluarkan kepala si bayi. Benar yang dikatakan oleh orang-orang bahwa rasa sakit itu perlahan hilang karena si bayi yang sudah lahir.


"Bagaimana perasaannya Bu Marsha? Tidak sakit kan?" tanya Dokter Indri, sembari bekerja di bawah sana.


"Sakit, Dok ... sakit banget," balas Marsha.


Itu adalah jawaban jujur yang Marsha berikan. Sebab, selama merasakan pembukaan demi pembukaan dari jam 21.00 sampai sekarang sudah subuh, tubuhnya memang sakit semua. Dari ujung kepala hingga ujung kaki rasanya semuanya sakit.


Tidak berselang lama, sisa-sisa darah serviks mulai dibersihkan, dan Dokter Indri mulai menjahit jalan lahir milik Marsha. Dokter Indri juga menjelaskan benang yang dia gunakan.


"Benangnya ini dari gelatin ya Bu Marsha ... sehingga tidak ada melepas benang. Nanti benangnya akan membuat jaringan kulit yang baru," jelas Dokter Indri.


"Baik Dokter," sahut Marsha.

__ADS_1


Mengeluarkan plasenta, membersihkan Marsha, dan juga menjahit kembali jalan lahir memang membutuhkan waktu kurang lebih satu jam. Tepat satu jam, bayi kecil itu kemudian diambil dan mulai disuntikkan vitamin K di pahanya, juga diberikan suntikan HB-0. Pemberian vaksin vitamin K ini membantu proses pembekuan darah dan mencegah pendarahan yang bisa terjadi pada bayi. Selain itu, bayi yang baru lahir memang memiliki jumlah vitamin K yang sangat sedikit dalam tubuh mereka. Sementara vaksin HB-0 bermanfaat untuk mencegah penyakit hepatitis B, yaitu infeksi hati yang dapat menimbulkan komplikasi berbahaya, seperti sirosis dan kanker hati. Oleh karena itulah, dua suntikan akan diterima si baby begitu baru lahi.


“Ngomong-ngomong Baby nya diberi nama siapa Bu Marsha dan Pak Abraham?” tanya Dokter Indri. “Si baby sudah punya nama belum nih? Soalnya Mama dan Papanya baru tahu jenis kelaminnya saat si baby baru saja lahir,” imbuh Dokter Indri dengan tersenyum.


Abraham kemudian tersenyum dan menatap kepada Marsha, “Kamu beri dia nama siapa Shayang?” tanya Abraham.


“Mira … Miranda Lastika Narawangsa.”


Marsha menyebut nama itu dengan tersenyum, kendati demikian matanya masih saja tampak berkaca-kaca. Akhirnya nama yang indah itu benar-benar dia sematkan untuk bayi kecilnya yang bernama Mira itu.


“Bagus banget Shayang … Miranda seperti Top model yah? Miranda Kherr?” tanya Abraham dengan menahan tawa.


“Iya … yang cantik,” balas Marsha.


“Baby Mira,” sahut Abraham lagi dengan begitu bahagia.


“Namanya bagus banget … cantik banget sama kayak babynya. Baiklah, selamat ya Bu Marsha dan Pak Abraham. Sekarang di baby akan diobservasi selama enam jam, sementara Bu Marsha akan dipindahkan di ruang perawatan lagi. Dan, karena melahirkan normal, ketika bayi sudah lahir, sejak itu juga terjadi pendarahan post partum ya Ibu, atau masa nifas. Bisa sampai 30 hingga 40 hari, tetapi durasinya bisa berbeda-beda pada wanita ke wanita yang lain. Saya ucapkan selamat sekali lagi ya Marsha,” ucap Dokter Indri.


“Terima kasih juga ya Dokter … sudah membantu kami sejak kehamilan sampai sekarang,” balas Abraham.

__ADS_1


“Sama-sama Bapak … nanti akan ada Dokter Anak yang visitasi untuk memeriksa si bayi. Jadi mohon ditunggu, sekali lagi selamat ya Bu Marsha dan Pak Abraham,” jawab Dokter Indri.


Sungguh, ini adalah kelahiran pertama yang penuh air mata. Seluruh daya dan upaya Marsha kerahkan untuk melahirkan bayinya itu. Hingga perjuangannya sampai pada batasnya saat bayi kecil yang Marsha namai Miranda Lastika Narawangsa itu lahir ke dunia dan menyempurnakan kehidupan rumah tangganya bersama Abraham.


__ADS_2