
Tidak terasa, sekarang kehamilan Marsha sudah bertambah minggu demi minggu. Jika, menurut perhitungan sekarang usia kandungan Marsha sudah memasuki minggu ke-32, dan juga sekarang waktunya Abraham akan mengajak Marsha untuk memeriksakan kandungannya ke Dokter. Sebab, sudah waktunya untuk memeriksakan kandungannya lagi.
"Besok ke Dokter Kandungan lagi ya Sayang ... sudah waktunya untuk pemeriksaan. Tadi aku lihat asam folat kamu tinggal sedikit, sudah waktunya periksa supaya tidak kehabisan asam folat," ucap Abraham yang sudah melihat asam folat dan kalsium milik Marsha.
Memang asam folat harus dikonsumsi oleh Ibu hamil selama 9 bulan kehamilan. Sebab, asam folat diperlukan untuk membantu pembentukan sel-sel dan sistem organ pada janin seperti otak dan sumsum tulang belakang, pembentukan sel darah merah, serta untuk menjaga daya tahan tubuh. Tentu saja untuk asam folat dalam bentuk kapsul selaput biasanya sudah diformulasikan dengan omega 3 dan omega 6 yang akan mendukung perkembangan otak bayi.
"Iya Mas ... berarti kita ajak Mira lagi ya ke Rumah Sakit?" tanya Marsha.
"Iya Shayang ... tidak ada orang. Jadi ya diajak saja, kecuali kalau kamu mau menitipkan Marsha ke rumahnya calon mertuanya, bisa ... dan mereka tidak keberatan," balas Abraham.
Akan tetapi, marsha tampak menggelengkan kepalanya perlahan, "Enggak ... di sana baru ada bayi, Mas ... takutnya nanti justru Bu Sara tidak bisa fokus ke Eiffel, dan besok masih waktunya anak-anak sekolah. Evan dan Elkan harus belajar, jadi kita ajak Mira saja," balasnya.
Ya, Marsha memiliki pertimbangan sendiri bahwa lebih baik memang mengajak Mira saja. Sebab, di rumah Sara ada bayi, dan juga masih waktunya sekolah, jadi Evan dan Elkan pun juga harus belajar.
"Baiklah ... jadi, kita ajak saja yah?" tanya Abraham lagi.
"Iya Mas," jawab Marsha.
"Ya sudah, besok bersiap sore ya Shayang ... seperti biasa, aku jemput begitu jam pulang kerja usai," balasnya.
"Siap Mas," balas Marsha.
"Disiapkan buku pemeriksaan kehamilannya Shayang, biar besok tinggal dibawa saja."
__ADS_1
Sebegitu perhatiannya Papa Abraham, sampai hal-hal kecil saja juga diperhatikan olehnya. Sungguh, begitu senangnya Mama Marsha karena suaminya itu memperhatikan sampai hal yang terkecil.
***
Keesokan harinya ....
Tepat jam 16.00, Abraham sudah pulang dari studio foto. Begitu sampai di rumah, Abraham meminta waktu sebentar kepada istrinya itu untuk bisa mandi dulu.
"Iya Papa, ditunggu ... masih jam 16.00 juga kok," ucap Marsha.
"Mau periksa adik bayi lagi ya Ma?" tanya Mira kepada Mamanya.
"Iya Kak Mira ... temenin Mama dan Papa yah?"
Tampak Mira menganggukkan kepalanya perlahan, "Oke Mama ... kan Mira juga ingin tahu adiknya bagaimana, Ma," balasnya.
"Peluk dulu dong Papa ... kangen," ucapnya.
Bak gayung bersambut, Abraham pun segera memeluk Marsha, mengusap rambut Marsha dengan lembut, dan kemudian mengurai pelukannya, "Jangan lama-lama Mama, dilihatin Mira loh," balasnya.
"Kan cuma peluk ... masih kangen," balas Marsha dengan sedikit lebih manja.
"Cuma peluk tidak apa-apa kok Ma, kan Mama sayang sama Papa," balas Mira.
__ADS_1
Marsha pun terkekeh mendusel-dusel di dada suaminya itu, "Tuh, gak apa-apa kan Mama sayang sama Papa," balasnya.
"Yuk, berangkat enggak? Biar tidak terlalu macet," balasnya.
Akhirnya ketiganya keluar dari rumah, dan Papa Abraham segera mengemudikan mobilnya menuju ke Rumah Sakit untuk bisa memeriksakan kehamilan Marsha. Kurang lebih setengah jam lebih berkendara, sekarang mereka sudah menunggu di poli kandungan.
Mereka menunggu kurang lebih 20 menit, hingga akhirnya sekarang giliran mereka untuk masuk melakukan pemeriksaan dan konsultasi.
"Silakan masuk Bu Marsha ... wah, Mira yang cantik ikutan lagi yah," sapa Dokter Indri.
"Iya Dokter," balas Marsha dan Abraham bersamaan.
"Ada keluhan tidak Bu Marsha?" tanya Dokter Indri lagi.
"Sejauh ini tidak ada sih, Dokter ... saya juga sehat, kondisi mental dan mood juga lebih stabil," balasnya.
"Baik jika tidak ada, silakan naik ke brankar dan kita lakukan pemeriksaan dengan USG yah."
Marsha pun menaiki brankar dan kemudian USG Gell diberikan di perutnya. Kemudian Dokter Indri bersiap dengan transducer di tangannya, serta memasukkan tanggal pemeriksaan di mesin USG.
"Usia kehamilan sekarang 32 minggu ya Bu Marsha," ucap Dokter Indri di sana.
"Benar Bu ... perhitungan saya juga 32 minggu," jawab Marsha.
__ADS_1
"Berat janin sudah meningkat drastis ya Bu ... sekarang beratnya sekitarang 1,7 kilogram. Bulu mata, alis, dan rambut di kepala bayi juga sudah terlebih lebih tebal. Perubahan juga akan dirasakan oleh ibu sebagai respons alami dalam mengakomodasi pertumbuhan dan kebutuhan bayi ibu. Salah satu perubahannya adalah peningkatan volume darah sebanyak 40 sampai 50 persen dari awal kehamilan. Bila pada minggu ini, pergerakan bayi terasa lebih jarang dibandingkan sebelumnya, jangan khawatir. Berkurangnya aktivitas bayi ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh siklus tidurnya yang kini sudah berkisar menjadi 20 hingga 40 menit."
Dokter Indri menjelaskan dengan begitu detail dan sangat jelas, sampai Marsha begitu paham dengan penjelasan dari Dokter Indri. Itu artinya hanya tingga kurang lebih 8 minggu lagi bayinya akan lahir. Tentu keduanya juga akan bersiap menjelang persalinan yang kian dekat.