Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Sayur Bening Buatan Mertua


__ADS_3

Keesokan harinya, Marsha pagi hari sudah turun dari unit apartemennya dan berbelanja sayur di bawah. Biasanya di pagi hari ada tukang sayur yang berjualan dengan menggunakan mobil pick up yang sering berhenti di bawah apartemen. Jikalau tukang sayur tidak lewat, ada kalanya Marsha membeli sayuran dari minimarket fresh & go yang berada di depan apartemennya.


“Mau kemana Sha pagi-pagi begini?” tanya Mama Diah yang rupanya juga sudah bangun dan baru saja keluar dari kamarnya.


“Pagi Ma, Mama sudah bangun? Ini Marsha mau turun sebentar … mau beli sayur,” balasnya dengan membawa sebuah dompet kecil yang berisi uang untuk berbelanja sayur.


“Kamu masak sendiri to?” tanya Mama Diah lagi.


“Iya Ma, seringnya masak sendiri … cuma kalau Marsha kecapekan, Marsha beli sayur, Ma … sementara nasinya masak dengan rice cooker,” jawabnya.


Mama Diah pun menganggukkan kepalanya, mendengar jawaban dari Marsha itu. Kemudian Mama Diah pun tersenyum karena Marsha rupanya seorang istri yang baik. Seorang model yang tetap mau berkutat di dapur, memasak, dan membersihkan rumah.


“Mau masak apa hari ini? Kamu beli sayurnya saja, biar Mama yang buat masakannya,” sahut Mama Diah.


Seolah mendapatkan kesempatan untuk dimasakkan mertuanya yang pandai membuat masakan yang enak, Marsha pun terpikirkan untuk mencicip sayur yang cukup lama dia inginkan.


“Ma, Marsha pengen sayur bening yang Mama buat waktu itu … masak sayur bening bayam itu mau tidak Ma?” tanya Marsha.


“Ternyata, menantu Mama ini pengen sayur bening to? Ya sudah, kamu belanja bayam, diberi wortel yah biar kamu sehat dan bayinya juga sehat. Nanti Mama yang akan masakan,” balas Mama Diah.

__ADS_1


“Sama Bacem tahu dan tempe ya Ma?” pinta Marsha lagi yang menginginkan tahu dan tempe bacem.


Mama Diah pun tertawa, “Sana belanja aja … mumpung Mama di sini, Mama yang akan masak. Sapa tahu yang pengen bayinya. Biar si bayi mencicipi masakan Eyangnya,” balas Mama Diah.


Dengan hati yang gembira Marsha keluar dari unit kamarnya, dan kemudian dia menuju ke bawah untuk berbelanja sayur. Bayam, wortel, tahu dan tempe, dan beberapa rempah-rempah dia beli dari tukang sayur itu. Kemudian Marsha segera bergegas untuk kembali ke unit apartemennya. Membangunkan suami dan membuat sarapan untuk suami dan mertuanya.


“Sudah belanjanya?” tanya Mama Diah yang membukakan pintu bagi Marsha.


“Sudah Ma … tidak antri kok. Mungkin masih pagi, jadi belum banyak yang belanja sayur,” balas Marsha.


“Makanya kok cepet banget,” sahut Mama Diah.


“Iya Ma … Marsha bisa membangunkan Mas Bram dulu dan buat sarapan,” balasnya.


Marsha pun menganggukkan kepalanya, “Iya … kalau bersih-bersih apartemen justru banyak Mas Bram yang membersihkan kok Ma … malahan Marsha hanya rebahan aja kalau Mas Bram bersihin apartemen,” jawabnya dengan terkekeh geli.


Sebab, memang di kala membersihkan apartemen, Abraham memang menyuruh Marsha untuk rebahan. Ada kalanya, saat Abraham mengepel lantai apartemennya, pria itu meminta Marsha untuk tidak turun dari tempat tidur. Sebab, lantai licin dan Marsha sedang hamil, jadi sangat berbahaya. Tidak ingin terjadi sesuatu dengan istrinya, Abraham pun meminta Marsha untuk tetap berada di atas ranjang saja.


“Ya sudah, intinya hati-hati … semakin dijaga kandungannya. Soalnya tidak lama lagi kan si baby keluar,” pesan dari Mama Diah.

__ADS_1


Saat Marsha membangunkan Abraham, rupanya Mama Diah dengan cepat meracik sayuran dan membuat Sayur Bening yang diinginkan Marsha itu, juga membuat bacem tahu dan tempe sekaligus.


Saat Marsha keluar dari kamar tidur, masakan sudah siap.


“Ma, kok dimasak sendiri … Marsha kan mau bantuin,” ucapnya.


“Tidak apa-apa … sudah bisa untuk sarapan. Yuk, bantu siapkan meja makannya,” balas Mama Diah.


Marsha menaruh sayuran, nasi, dan menata peralatan makan di meja makannya yang kecil itu. Kemudian tidak berselang lama Abraham sudah keluar dengan menggunakan pakaian yang rapi akan bekerja ke studio foto miliknya.


“Pagi semuanya,” sapa Abraham dengan mengambil duduk di meja makan.


“Pagi,” sahut Mama Diah dan Marsha berbarengan.


“Wah, sayur bening … pasti Mama yang masak yah?” tanya Abraham kepada Mama Diah.


“Iya, Bumil pengen sayur bening. Yuk, sarapan … kan sayur dari bayam gini jangan terlalu lama, kandungan Zat Besinya bisa berubah menjadi racun. Jadi lebih baik segera dihabiskan,” ucap Mama Diah.


Apa yang dikatakan Mama Diah benar adanya, menurut ahli gizi sayur bayam yang sudah dimasak tidak boleh didiamkan lebih dari lima jam. Hal itu dikarenakan, bayam bisa mengandung nitrat yang jika teroksidasi dengan udara akan menjadi nitrit yang bersifat tidak berawarna, tidak berbau, dan beracun. Keracunan nitrit yang terkandung pada sayur bayam bisa menyebabkan hemoglobin kehilangan kemampuannya dalam mengikat oksigen.

__ADS_1


“Iya Ma … makasih banyak ya udah dimasakin dan mendapatkan ilmu dari Mama,” balas Marsha.


“Sama-sama … Bumil harus makan yang banyak, biar sehat,” balas Mama Diah dengan mengisi mangkok Marsha dengan sayur bening yang masih hangat itu.


__ADS_2