
Tidak terasa masa penahanan Melvin Andrian pun akan segera usai. Bahkan kabar bahwa sang aktor lakon papan atas itu yang akan segera keluar pun menjadi pemberitaan di beberapa infotainment. Bahkan dikabarkan ada sebuah rumah produksi yang akan segera menggandeng Melvin ketika aktor itu sudah keluar dari lembaga pemasyarakatan. Memang ada aktor yang karirnya benar-benar hancur karena tersandung kasus hukum, tetapi ada juga yang justru naik kembali ke permukaan.
Sementara kasus Melvin sendiri agaknya aktor papan atas itu sudah santer diberitakan akan segera comeback untuk mini series yang diadaptasi dari platform penyedia menulis dan membaca novel itu. Memang comebacknya sang aktor diwarnai pro dan kontra. Ada yang bilang bahwa pelaku KDRT (Kekerasan Dalam Rumah Tangga) harusnya diboikot dan tidak diberi ruang, tetapi ada yang beranggapan bahwa pangsa pasar seperti apa kita tidak pernah tahu.
Rupanya, Marsha dan Abraham yang kali ini duduk bersama di ruang keluarga dengan melihat pemberitaan infotainment siang itu cukup dikejutkan oleh pemberitaan bahwa sang aktor telah mendapatkan pengurangan hukuman masa tahanan dengan mendapatkan remisi di hari raya dan juga remisi yang diberikan karena aktor itu berkelakuan baik selama berada di dalam penjara.
Aktor Multitalenta Melvin Andrian akan Segera Menghirup Udara Bebas!
Itulah tagline yang diberitakan dalam kabar infotainment siang itu, dan Marsha dan Abraham yang juga melihatnya pun cukup terkejut karenanya.
“Shayang … dia?” tanya Abraham dengan lirih.
Bukannya tidak ingin menonton pemberitaan siang itu, hanya saja sosok Melvin Andrian adalah orang yang menorehkan luka yang begitu dalam bagi Marsha. Sehingga, Abraham hanya tidak ingin dengan melihat pemberitaan mengenai Melvin, perasaan dan suasana hati Marsha akan memburuk.
Marsha menghela nafas, dan kemudian menatap kepada Abraham. “Bukankah ada kamu, Mas? Jadi, aku baik-baik saja,” balas Marsha.
Tidak dipungkiri ketika Presenter dari siaran infotainment itu memberitakan mengenai Melvin Andrian, Marsha merasa tidak nyaman. Namun, dengan cepat Marsha akan menepis semua itu karena dia sudah memiliki Abraham. Keluar atau tidaknya Melvin Andrian dari balik jeruji besi tidak akan berpengaruh kepadanya karena Marsha meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia sudah memiliki Abraham.
__ADS_1
"Kamu tidak terpengaruh?" tanya Abraham kemudian.
"Hmm, kalau mau jujur ... ya, aku terpengaruh. Aku berkata jujur. Hanya saja kan aku punya kamu yang ada di sisiku, jadi aku meyakinkan hati dan diriku sendiri bahwa aku punya kamu," balas Marsha.
Abraham pun beringsut, pria itu menatap wajah Marsha dengan begitu lekatnya. Pria itu berusaha mencari-cari benarkah bahwa Marsha seyakin itu dengannya. Terbersit dalam hati Abraham bahwa sepahit apa pun kisah Marsha bersama Melvin, tetapi keduanya sudah pasti juga memiliki kenangan yang manis. Abraham tak ingin menutup mata, karena bagaimana pun Melvin Andrian adalah suami pertama Marsha.
Marsha pun menatap wajah suaminya, wanita itu kemudian segera menggenggam tangan Abraham, menelisipkan jari-jarinya di sela-sela ruas jari suaminya itu dan memberikan sedikit remasan di sana.
"Lihat aku, Mas ... apa menurutmu aku terpengaruh?" tanya Marsha kemudian.
Abraham diam, kian yang dia tatap adalah kedua bola mata Marsha. Mencari-cari jawaban atas pertanyaannya sendiri.
Dengan cepat Marsha menggelengkan kepalanya, "Siapa yang bilang? Justru di mataku aku itu lebih darinya. Pria yang baik, suami yang siaga, Papa yang hebat. Di mana lagi aku akan mendapatkan figur suami seperti ini," balas Marsha.
Itu adalah ucapan yang bukan hanya menenangkan hati suaminya, tetapi itu adalah ucapan yang tulus dari seorang Marsha. Di matanya dan di dalam hatinya, keberadaan Abraham sangat berharga. Ya, Abraham adalah pria yang gigih, tanggung jawab, dan juga sosok suami siaga, serta tentunya Abraham adalah Papa yang hebat untuk putri kecil mereka berdua, Mira.
"Ah, kamu bisa saja Shayang ... itu karena kamu cinta sama aku," cibir Abraham dengan sedikit menyunggingkan senyuman di wajahnya.
__ADS_1
"Enggak ... aku bicara serius. Sangat serius malahan," balas Marsha yang kali ini benar-benar menunjukkan wajah yang serius.
"Kalau dia datang ke hadapanmu dan meminta maaf serta mengharapkan untuk memulai dari awal denganmu bagaimana?" tanya Abraham kemudian.
Bukannya dia merasa skeptis (ragu-ragu) hanya saja, Abraham hanya ingin tahu isi hati Marsha. Memprediksi apa yang sekiranya bisa saja terjadi di masa yang akan datang. Sebab, kabar keluarnya Melvin Andrian diperkirakan hanya tinggal beberapa pekan lagi.
"Aku akan buktikan ucapanku, aku akan selalu di sampingmu," balas Marsha.
Marsha tidak ingin berjanji, tetapi dia akan memberikan bukti bahwa dia akan selalu berada di sisi Abraham dan mendampingi suaminya itu. Usai bersatu dengan Abraham, sepenuhnya Marsha menyadari bahwa yang dia cari bukan finansial dan popularitas, tetapi ada kasih sayang dan perhatian yang begitu tulus dari suaminya. Kebahagiaan secara batin sejak menjadi istri Abraham jauh lebih bernilai bagi Marsha.
Kali ini, Abraham tersenyum, "Makasih Shayang ... aku merasa lebih kuat sekarang. Semoga saja saat dia keluar nanti, tidak akan memberikan dampak yang berarti untuk kehidupan rumah tangga kita. Juga, ingatkan aku untuk selalu berjuang untukmu. Ingatkan aku bahwa aku harus terus gigih dan menyingsingkan bajuku untuk terus berjuang untukmu," balas Abraham.
"Iya Mas Abrahamku Sayang ... aku akan terus mengingatkanmu. Mau diingatkan apa lagi? Biar istrimu ini yang akan selalu mengingatkanmu," balas Marsha.
"Sudah ... itu saja," balas Abraham.
Kemudian Abraham melirik Marsha, tangan pria itu merangkul bahu Marsha, dan tangannya membawa kepala Marsha untuk bersandar di bahunya. Pria itu sejenak memejamkan matanya kala kepala Marsha bersandar di bahunya.
__ADS_1
"Setiap rumah tangga pasti ada cobaannya Shayang ... hanya saja firasatku buruk kali ini. Jadi, kumohon lebihlah berhati-hati. Melvin bisa melakukan apa saja dengan semua yang dia miliki sekarang," balas Abraham.
Abraham mencoba mengutarakan firasatnya sebagai seorang suami. Semoga saja ini hanya sekadar firasat dan tidak lebih. Setiap rumah tangga memang ada cobaannya, tidak akan selalu mentari bersinar dengan kilauan cahayanya. Ada kalanya mendung gelap akan menelan dan membenamkan sang mentari sampai kilauan cahayanya tidak terlihat dan tergantikan dengan awan yang gelap. Pun demikian dengan rumah tangga. Ada kalanya cobaan datang, masalah datang, tetapi mereka yang bisa bertahan saat cobaan dan masalah datang adalah mereka yang mau berjuang dan bertahan bersama. Di dalam segala situasi dan kondisi, suami dan istri diminta untuk terus berjuang dan bertahan, itulah kunci menjaga dan membina kelanggengan rumah tangga.