Hasrat Terlarang Sang Istri

Hasrat Terlarang Sang Istri
Pemaksanaan Kehendak


__ADS_3

“Tidak, aku tidak bisa Melvin … ini bukan tempat yang layak,” ucap Lista.


Sebagai wanita yang seringkali melayani Melvin di tempat berbintang dan fasilitas memadai dan kini diminta untuk memuaskan hasrat pria itu dalam di ruangan satu petak, tentu saja Lista menolak.


Bilik asmara itu tidak sesuai dengan ekspektasinya. Dalam mimpi pun, Lista tak ingin melakukan hubungan suami istri dengan Melvin di bilik ini. Lebih baik, menghadapi murkanya Melvin daripada harus melayani Melvin di bilik yang sederhana dan ala kadarnya saja.


Melihat Lista yang kali ini menolak, Melvin nyatanya membawa tangan Lista untuk menyentuh pusakanya yang sudah sepenuhnya berdiri. Jujur saja, kebutuhan biologis Melvin selama di dalam penjara sepenuhnya berhenti. Ini adalah kali pertama bagi Melvin untuk meminta jatah kepada Lista.


“Dia sudah bangun karenamu,” ucap Melvin.


Lista memang menggenggam pusaka itu dengan tangannya, tetapi kepalanya tampak menggeleng. “Enggak Vin … nunggu kamu bebas saja. Aku benar-benar tidak bisa,” ucap Lista yang lagi-lagi menolak.


Namun, semakin kuat Lista menolak, Melvin semakin tersulut untuk mendapatkan apa yang dia mau. Pria itu memegangi kedua bahu Lista, memaksanya untuk berjongkok, bertumpu pada lututnya, kemudian Melvin tanpa permisi memasukkan pusakanya ke dalam rongga mulut Lista. Menekan kepala Marsha, untuk menenggelamkan miliknya hingga mengenai pangkal rongga mulut Lista.


“Kulum!” Pria itu memerintah dan matanya menatap tajam pada Lista.

__ADS_1


Alhasil, Lista melakukan **** - - *** itu dengan air mata yang terus berlinangan. Tidak mengira bahwa Melvin akan tega untuk memaksanya. Sungguh, bukan kegiatan panas seperti ini yang dia inginkan. Apalagi tekanan tangan Melvin di kepalanya untuk kian menguat, rasanya kepala Lista terasa begitu sakit, mulutnya juga sakit karena diminta paksa untuk melakukan itu.


Melvin menggeram, sensasi rongga mulut Lista benar-benar membuatnya limbung. Sepuluh bulan berlalu, dan baru kali ini Melvin kembali merasakannya. Pria itu menengadah, di saat pusakanya mulai berkedut, Melvin justru tidak menariknya, dan membiarkan lava pijar tertelan oleh Lista, bahwa memercik mengenai wajah Lista.


Ya Tuhan, makin berderai air mata Lista. Serasa diperlakukan layaknya wanita yang tidak terhormat oleh pria yang kepadanya Lista menaruh harap.


***


Bukan hanya kegiatan itu. Akan tetapi, Melvin benar-benar menggunakan Lista dalam waktu satu jam ini. Tidak membuat jeda. Rengekan dan rintihan Lista yang memintanya untuk berhenti tidak membuat Melvin untuk menghentikan aksinya. Rasanya Lista sangat sakit. Bukan hanya tubuhnya yang remuk redam. Namun, hatinya pun sama.


Keduanya memang tidak sama-sama polos mutlak, tetapi dalam waktu 60 menit, entah berapa kali Melvin melepaskan lava pijarnya. Lista rasanya menjadi pening dan mual jadinya.


Lista hanya diam, membuang mukanya. Sungguh, baru kali ini bersama dengan Melvin, menjadi wanita penghangat ranjangnya dan Lista menerima pemaksaan dari Melvin. Sungguh, Lista sangat kecewa dengan Melvin.


“Kamu jahat, Vin … kamu jahat,” ucap Lista kali ini.

__ADS_1


Walau uang bulanan dari Melvin cukup besar, tetapi diperlakukan seperti ini, dipaksa melayani di dalam bilik yang sempit dan fasilitas tidak memadai membuat Lista sangat tidak terima.


“Sepuluh bulan, aku selalu mengirimkan uang bulanan untukmu, Lista … jika hanya untuk 60 menit ini kamu menangis dan menganggapku jahat. Kenapa kamu tidak melihat kebaikanmu yang memberikan uang bulanan bahkan jumlahnya jauh lebih besar untuk istriku sendiri?” tanya Melvin kali.


Dalam hal ini, sudah tentu Melvin mengungkit apa yang sudah dia berikan untuk Lista. Sebab, untuk wanita itu Melvin juga sudah mengucurkan begitu banyak rupiah.


“Jangan bandingkan aku dengan mantan istrimu itu,” sahut Lista.


Melvin menyeka air mata di wajah Lista, “Baiklah … hanya saja, kamu menerima uang dariku dengan cuma-cuma. Sepuluh bulan tanpa menyentuh dan melayaniku sama sekali, tetapi sekarang kamu menangis hanya karena kita melakukannya di bilik ini,” ucap Melvin.


“Aku gak mau melakukannya di bilik ini,” sahut Lista.


“Namun, sekarang di sinilah aku, Lista … di sinilah aku. Untuk puluhan juta rupiah yang kamu terima dalam kurun waktu sepuluh bulan, adil dong jika aku menginginkan service darimu,” balas Melvin.


Lista memincingkan matanya menatap tajam pada Melvin, “Kamu jahat Vin … pantas saja Marsha menggugatmu cerai. Kamu sangat jahat,” balas Lista.

__ADS_1


Setelah waktu menyewa bilik usai, seorang petugas pun berteriak dari luar, “Waktunya habis!”


Kemudian kunci pintu bilik itu segera dibuka dari luar. Lista menenangkan dirinya, mengusap wajahnya. Kemudian wanita itu mengenakan masker yang menutup separuh wajahnya dan meninggalkan Melvin begitu saja. Rasanya sangat menyesal dan juga pemaksaan yang Melvin lakukan membuatnya amat kecewa kepada pria itu.


__ADS_2